
Pagi hari telah tiba Alsya bangun ia melihat disampingnya ada empat pria tampan yang tertidu pulas.
Alsya keluar ruangan ia ingin menghubungi Sahabatnya dengan menelfon mereka dengan menggunakan panggilan grup agar tidak satu - satu.
'Halo ada apa Sya?'ucap Nabila.
"Aku gak masuk karna ada urusan"ucap Alsya.
'Kau tidak dilukai oleh kedua orang busuk itu kan?'tanya Nabila dengan khawatir.
'Benar coba perlihatkan badanmu'ucap Vian ikut khawatir.
"Aku tak apa,aku hanya ingin tidak sekolah saja he he he"ucap Alsya terkekeh.
'Aku tidak percaya sebelum kau memperlihatkan dari ujung kaki sampai ujung kepala'ucap Nabila.
"Hufff baiklah"ucap Alsya dengan memperlihatkan keadaanya yang memang tidak kenapa - kenapa.
"Puas?"ucap Alsya dengan kesal.
'Gak puas sih tapi cukup puas,tapi dimana kau sekarang?, sepertinya kau tidak berada di rumah'ucap Sherly.
"Aku lagi di gedung olahraga"ucap Alsya bohong.
'Ngapaim kesana?' ucap Vian.
"Mandi"ucap Alsya menahan kesal.
'Mandi?, apa kau tak malu disana kan tempat olahraga kenapa kau gunakan untuk mandi'ucap Vian.
'Itu!!! Kau tau kenapa nanyak?!!'ucap Nabila dengan nada tinggi karna kesal.
"Udah - udah sana pada mandi terus berangkat sekolah, nanti kalian terlambat"ucap Alsya.
'Kau enak,kenapa gak memberi tahu kami kemarin - kemarin,kan kami bisa ikut'ucap Nabila diangguki yang lain.
"Lupa he he he he"ucap Alsya dengan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
'Dihhh'ucap mereka bersamaan.
"Maaf - maaf besok ku traktir deh"ucap Alsya.
'Oke - oke kami maafin tapi jangan lupa traktirannya yaa'ucap Vian dengan wajah berseri -seri.
"Hmm jika soal gratisan pasti cepat"ucap Alsya.
'He he he kalau begitu kami pamit dulu byee, o iya jangan lupa traktirannya'ucap Vian dan menutup panggilan dan diikuti yang lainnya.
Alsya hanya menggeleng pelan, ia kembali memasang masker dan kembali ke ruangan dimana mereke berempat sudah bangun tapi masih dengan posisis duduk dengan wajah mengantuk.
'Untung tampan'ucap Alsya dalam hati.
"Bangun dah siang,apa kalian tidak lapar?"ucap Alsya dengan bersedekap dada.
Mereka membuka matanya lebar - lebar ketika mendengar suara Alsya.
"Lo masih disini gue kira lo dah balik"ucap Nic.
"Hmm makan gak?"tanya Alsya.
Mereka pun berdiri dengan cepat saat mendengar kata makan.
__ADS_1
"Makanlah masak gak makan"ucap Satria.
Alsya hanya menggeleng pelan.
"Hmm pesan nan akan segera datang"ucap Alsya berjalan menuju ke sofa.
"Yah gue kirain kita keluar"ucap Ali.
"Kan lo tau Liam kakinya sakit bego"ucap Nic.
Sedangkan Liam hanya diam menyimak pembicaraan.
Beberapa menit ada seorang yang mengetuk pintu ruangan mereka.
'Tok tok tok'
Mereka berlima saling tatap,Alsya memutuskan membuka pintu.
"Biar gue aja"ucap Alsya berdiri dan berjalan membuka pintu dan melihat seorang gadis yang menatapnya cengo.
"Ehem ada apa?"ucap Alsya.
"Eh..anu itu emm,ada seorang yang mencari nama As sepertinya ia ingin mengantarkan sesuatu dan dari beberapa orang memberitahu As ada di ruangan ini"ucap Gadis itu dengan senyuman manis.
Alsya mengangguk dan mengucapkan terimakasih sebelum pergi mengambil pesanannya yang ternyata sudah sampai.
Sedangkan gadis yang ada di depan ruangan Alsya masih senyam - senyum gak jelas dan pergi begitu saja.
Alsya kembali masuk keruangan dengan tangan menenteng makanan.
"Asik makan"ucap Satria menyerbu makanan yang berada di tangan Alsya.
Alsya dan yang lain hanya menggeleng - gelengkan kepala.
""Hmm?"dehem Alsya menatap Liam.
"Emm apa kau mau datang melihat lomba hari ini?,hari ini ada lomba seperti biasa dan pasti dia akan datang"ucap Liam.
"Kapan?,dan siapa yang kau maksud dia?"ucap Alsya penasaran.
"Nanti sore, yang dimaksud dia itu orang yang mengalahkannya yang sekarang menduduki posisimu"ucap Nic.
Alsya mengangguk - anggukan kepala paham.
"Kenapa lo gak ikut lagi?, sudah lama lo gak mengikuti pertandingan ini lagi"ucap Satria.
"Males,lagi pula piala gue dah banyak"ucap Alsya melanjutkan makan.
"Dihh Sombongnya"ucap mereka.
"Apa lo akan tinggal disini lagi?"tanya Nic.
"Tidak, besok gue pulang"ucap Alsya dan membereskan makanan yang sudah habis.
Alsya sekarang berdiri merapikan pakaiannya.Dan bersiap berjalan menuju pintu.
"Mau kemana?,dan apa lo jadi ikut nonton nanti sore? "tanya Liam.
"Hmm mungkin, gue mau keliling gedung"ucap Alsya ia ingin berkeliling untuk mengobati rasa rindunya.
"Aku ikut aku akan menjelaskan beberapa ruang dan alat yang baru disini,oh iya apa kau belum menemui dia?"ucap Nic.
__ADS_1
Alsya hanya menggeleng pelan,ia sebenarnya tak ingin mengunjungi orang yang dimaksud Nic tapi ia juga rindu dengan dia,karna pasti orang itu akan menanyakan banyak hal,dan jika Alsya bohong orang itu akan mengetahuinya.
"Apa harus?"tanya Alsya menaikan kedua alisnya.
"Haruslah dia selalu menanyakanmu saat latihan,dari matanya terlihat sendu saat tidak tau kabarmu,bahkan anak baru lainnya sangat penasaran siapa yang di cari olehnya"ucap Ali.
Alsya hanya diam memikirkan sejenak ucapan Ali.
"Baiklah nanti aku akan menemuinya"ucap Alsya.
Alsya berdiri dan berjalan keluar.
"Kami ikut"ucap mereka bersamaan.
Alsya berhenti dan berbalik badan dan menatap mereka satu - persatu dengan mata tajam.
"Tidak usah kalian disini saja,Liam juga sakit bukan?,jadi kalian harus menemaninya"ucap Alsya.
"Gpp gue disini sendirian"ucap Liam tersenyum tipis.
"Lagi pula gue hanya cidera kaki bukan lumpuh"lanjut Liam.
Alsya terdiam sejenak.
"Baiklah Nic lo ikut gue dan lo Ali dan satria temani Liam"ucap Alsya tegas tak mau dibantah.
Mereka hanya mengangguk setuju,Alsya keluar ruangan ditemani Nic dengan wajah cerah.
"Baiklah disini saya akan memandu anda dengan baik"ucap Nic dengan gaya seorang pemandu.
Alsya hanya menggeleng - gelengkan kepala.
'Kalau bisa aku ingin tinggal disini dengan mereka,dan pasti besok saat pulang aku dihukum oleh mereka tapi aku tidak peduli walaupun mereka membunuhku' ucap Alsya dalam hati.
Alsya berjalan di dampingi Nic disampingnya dengan mengenalkan tempat dan fungsi yang baru berada digedung.
"Menurutmu aku wanita atau pria?"tanya Alsya tiba - tiba,karna ia penasaran kenapa ia selalu di pandang para wanita.
'Apakah aku benar - benar terlihat seorang pria?, padahal aku hanya menutupi rambut dan memakai masker'ucap Alsya dalam hati.
"Kenapa lo bertanya begitu?, bukannya lo seorang pria?, walaupun lo tidak pernah mengucapkan lo wanita atau pria,tapi gue yakin lo pria"ucap Nic penasaran ia juga sedikit tidak yakin saat Alsya bertanya.
"Hmm nanti sepulang dari pelombaan gue akan memberi tahu sesuatu"ucap Alsya.
Nic menepis pikirannya dan melanjutkan menjelaskan tentang fungsi - fungsi ruangan.
"Dan ini terakhir"ucap Nic dan menjelaskan fungsi - fungsinya.
"Baiklah selesai sekarang gue akan pergi dan lo harus menemuinya,apa perlu gue antar?"tanya Nic di balas gelengan Alsya.
"Baiklah gue pergi dahulu"ucap Nic meninggalkan Alsya sendirian.
Alsya berjalan menuju sebuah ruangan yang paling pojok.
Alsya berdiri dengan gugup di depan ruangan dengan tangan bergetar karna gugup ia mengetuk pintu.
'Tok tok tok'
"Masuk"ucap seseorang dari arah dalam dengan dingin.
Alsya membuka pintu dengan perlahan dan melangkah dengan tegas.
__ADS_1
"Salam kakek guru"