ARSYILA ABiZAR

ARSYILA ABiZAR
Tugas diluar Kota


__ADS_3

Saat itu disore hari seorang gadis muda yg mengenakan seragam baju dan celana putih panjangnya Berjalan lesu pulang dari tempat kerjanya dirumah sakit, sudah dua tahun dia bekerja dirumah sakit sejak kelulusannya disalah satu universitas Kesehatan yg kini telah menjadikan dirinya seorang perawat.


ARSYILA FADHELLAH.


ya Gadis muda Manis Cantik dan imut itu adalah Arsyila, dia terkenal dengan sikapnya yg ramah dan sopan pada setiap kolega maupun orang yang ada disekitarnya bahkan tak sedikit orang yang mengatakan bahwa Arsyila adalah Gadis yg komputer dan berbakat.


bisa dikatakan bahwa dia selalu cakap dalam pekerjaan yang dia miliki, seperti bisa dikatakan rasanyaa jika hanya menjadi seorang perawat saja tidak cukup untuk bakat yg dimiliki Arsyila dan hanya akan menyia nyiakan bakat itu, tetapi dia selalu menulak dengan tawaran direktur yg memberikan dia kesempatan untuk membuat dirinya lebih besar dia lebih memilih menjadi seorang perawat kecil biasa, entah apa yg menjadi alasan Arsyila tetap bertahan pada pendirian yg dia miliki.


"Syila... kamu sudah pulang nak?! " suara dari dapur yg terdengar saat Arsyila membuka pintu masuk kedalam rumahnya yg sudah sekitar beberapa tahun terakhir ini mereka tinggali berdua.


"iya... Syila sudah pulang mah" Arsyila yg nampak lelah langsung memeluk tubuh ramping sang mama yg masih sibuk memasak dari belakang dia menyandarkan kepalanya dipundak sang Mama sambil mendesah pelan, bagi Arsyila rumah dan Mama nya adalah tempat ternyaman untuk melepaskan penat dihatinya hanya sekedar mendapatkan pelukan hangat sang mama.


"Ayu... sana mandi biar mama siapkan makan buat kamu yah?! "


"Okey... mamaku sayang.. cup! " Arsyila langsung beranjak pergi setelah dia memberikan kecupan hangat dipipi sang mama


"Anak ini... kapan dia akan dewasa?! " Sang mama tersenyum sambil menggelengkan kepalanya melihat Arsyila yg melompat lompat sambil tertawa lepas.


Selesai membersihkan tubuhnya Arsyila merasa sedikit lebih segar, dia langsung keluar dari kamarnya dan duduk dimeja makan yg sudah tersaji beberapa hidangan.

__ADS_1


''Mama kok banyak banget masaknya?''


''Ya buat makan lah!'' sahut sang mama tersenyum


''sebanyak ini?!... ya ampun mah ini kan banyak banget? cukup buat makan se Rt kayanya ini'' kekeh Arsyila


''husss... kamu ini mana ada, buat kamu aja ini mana cukup!''


''Iihh... mama kok gitu... Syila kan lagi jaga Bb kalau Mama masak enak terus kaya gini gimana Arsyila bisa tahan mah.. '' Dia terkekeh geli sambil memasukkan berberapa makan an kedalam piringnya.


''Lah... katanya mau jaga Bb trus kenapa piringnya penuh gitu..?!'' tunjuk sang Mama kearah piringnya Arsyila yg sudah penuh makanan


''emangnya kerjaan Syila kenapa?'' tanya sang Mama penasaran


''Huhh... Arsyila mendesah pelan, lalu dia menyerahkan kertas putih yg dia bawa sejak tadi dikantung bajunya dan menyerahkan pada sang Mama yg langsung disambut sedikit khawatir oleh sang Mama.


"Dipindahkan?"


''hhmm... dipindah tugaskan diluar kota

__ADS_1


''Jakarta?!''


''Iya... itu artinya Syila bakalan balik lagi tinggal di jakarta dan tidak dibandung lagi ma, Ma Syila rasanya nggak bisa deh balik lagi kekota itu, biar Syila berhenti saja ya? Syila bisa kok cari kerja lagi yg penting halal!"


"Kapan?!''


" Tiga hari lagi''


Ada keheningan saat Arsyila selesai mengatakan hal ini, Mama Naura dia juga terdiam dan menatap putrinya lekat dengan air mata yg mulai memenuhi pelupuk matanya.


jika kejadian beberapa tahun yg lalu tidak terjadi putrinya tidak akan pernah menderita seperti ini dan pendidikan nya tidak akan pernah terhenti dengan meninggalkan Trauma yang mendalam, walaupun Arsyila nampak Ceria dan terlihat Baek- baek saja tetapi Mama Naura tahu putrinya juga memiliki hati yg rapuh dan terluka, hanya saja dia terlalu pintar untuk menutupi semua luka dihatinya.


"Sayang... dengarkan Mama, semua sudah berlalu dan kamu sudah cukup dewasa untuk memikirkan segalanya tidak seharusnya Mama mengatakan ini, karena Mama tahu cara berpikir kamu sayang, kamu tahu apa yg benar dan apa yg baek dan tidak untuk diri kamu sendiri satu hal yg harus kamu ingat jangan terus memikirkan Mama, pergilah itu sudah tugas kamu''


" Tapi ma...


"Tidak sayang... jangan kamu tenggelam dalam masalalu yg sudah berlalu, itu semua sudah takdirnya...Papa dan Kakak kamu sudah tenang disana mereka tidak akan senang jika melihat kamu terus terkurung dalam ingatanmu seperti ini sayang"


Arsyila tidak lagi mengatakan Apa-apa dia hanya diam dan terus menyuapkan makanan kedalam mulutnya hingga habis, kemudian dia beranjak kembali ke kamarnya setelah membersihkan meja dan mencuci piring.

__ADS_1


__ADS_2