ARSYILA ABiZAR

ARSYILA ABiZAR
ABEZAR ERICKSON


__ADS_3

Di pagi hari yg cerah seperti hari-hari biasa saat terbangun di pagi hari, berolahraga setelah istirahat sejenak mandi dan bersiap untuk pergi ke perusahaan, sudah cukup lama sejak kecelakaan terjadi dia tidak pergi ke perusahaan dan hanya mengerjakan segalanya dengan konfrensi pers secara video cell dan menerima Emil dari sang sekretaris.


"Apa jadwalnya" Abizar terlalu sibuk dengan ponselnya sambil mengenakan kemeja berbicara dengan sang sekretaris kepercayaan


"hhmm.. aku akan segera tiba"


Setelah menutup panggilan Abizar mengenakan Jaz dan dasinya kemudian mengambil jam tangan bren ternama yg berjejer didalam lemari penyimpanan.


Melihat penampilannya yg terlihat sudah sempurna dipantulan kaca dia langsung mengambil tas kerjanya dan keluar dari locend closed.


Sedangkan Arsyila yg tengah duduk dimeja makan menikmati Santapan nya tidak sengaja menatap ke arah tangga dia benar-benar terkejut saat melihat siapa yg tengah turun berpijak di setiap anak tangga yg dia turuni, tidak dapat dipungkiri bahwa Abizar memang memiliki karisma yg orang lain tidak miliki dan itu pula yg membuat Arsyila jatuh cinta pada pandangan pertama pada Abizar walaupun yg dia tahu saat itu Abizar hanyalah pemuda biasa.


akhmm...


"sudah puas melihat?!"


tegur Abizar sambil meletakkan tasnya dan duduk diseberang Arsyila dia tersenyum karena melihat ke terkejutan Arsyila yg tidak pernah melihatnya berpakaian serapi ini.


"Siapa yg melihat mu" ketus Arsyila dan memasukkan roti kedalam mulutnya, bengkak diwajah Arsyila sudah mengempis yg tersisa hanya luka memar dan itu tidak se menyeramkan seperti sebelumnya dan sedikit mengurangi rasa khawatir yg melanda Abizar seperti sebelumnya.


"Jangan berbohong.. hidungmu bisa memanjang" canda Abizar namun spontan itu membuat Arsyila langsung memegang hidungnya yg membuat Abizar langsung tertawa lepas dan itu membuat Arsyila semakin kesal dengan nya.


sepanjang sarapan pagi Arsyila maupun Abizar tidak mengatakan apapun lagi setelah perdebatan merika, merika sibuk masing-masing dengan makanan merika


"Aku akan pulang sore hari dan obatmu sudah aku letakkan diatas meja dikamarmu, jika ada yg datang kamu tidak perlu membuka nya" Abizar berdiri dan mengambil tasnya bersiap untuk pergi


"Tidak bisakah kamu bersikap seperti sebelumnya?!" ucap Arsyila tanpa menatap Abizar yg langsung menghentikan langkah nya


"Aku tidak ingin salah sangka ataupun berpikir yg tidak seharusnya aku pikirkan, hidupku sudah terlalu rumit, tidak bisakah kamu berhenti?! dan menjauhiku seperti sebelumnya?" ucapan Arsyila terasa begitu pahit di pendengaran Abizar dan dia tidak sanggup untuk menjawab pertanyaan Arsyila.

__ADS_1


Tanpa menjawabnya dia melangkah kembali sampai dimana dia memegang gagang pintu terdengar kembali suara Arsyila yg membuat Abizar terpancing "Aku akan pergi setelah ini dan terimakasih sudah menolong ku, setelah ini aku harap kita tidak bertemu lagi"


"jangan harap kamu bisa pergi!" sahut Abizar begitu dingin kemudian dia membuka pintu dan langsung menutup pintu kembali, tanpa Arsyila tahu Abizar sudah mengunci pintu dan tidak akan ada yg bisa membukanya kecuali dirinya sendiri.


*******


ERICKSON GRUUP


perusahaan ternama yg sudah sejak tahun ketahun namanya menjadi legendaris didunia bisnis yg terkenal dibidang properti dan mobil mewahnya.


ABEZAR ERICKSON


Penerus dari ERICKSON GRUUP yg kini telah dipegang oleh Abizar setelah beberapa tahun dia lulus dari Harvard University di AS, Dia terkenal dingin dan kejam dikalangan pegawai maupun patner bisnis dan lawan bisnisnya dan karna kepiawaian nya perusahaan semakin sukses dan memiliki cabang dimana-mana.


keberhasilan nya itulah yg membuat orang lain kagum dan menyukai kinerja Abizar padahal dia baru beberapa tahun meneruskan perusahaan.


namun segalanya bukan isapan jempol belaka Abizar memang orang yang sangat berbakat dan tekun dalam pekerjaannya.


"Presder..


Sapa semua karyawan yang ada menyambut kedatangan Abizar yg berlingngang masuk kedalam perusahaan nya diikuti sang sekretaris dan menunggu kedatangannya sejak awal.


Abizar hanya mengangguk pelan membalas sapaan para karyawan nya tanpa menatap satu orang pun dan setelah dia masuk kedalam lift baru semua karyawan dapat bernafas dengan lega.


"Sudah beberapa minggu presiden tidak masuk tetapi aku merasa sikapnya semakin dingin dan menakutkan" ucap salah satu karyawan yg bergidik merinding


"tapi kupikir dengan presder yg seperti ini terlihat semakin tampan" sahut salah satu pegawai


"haiiss kalian ini... apa kalian bosan bekerja disini?!" tegur salah satu karyawan yang pangkatnya lebih tinggi dari pegawai lainnya

__ADS_1


"Tentu saja tidak... di perusahaan mana lagi yg mau menggaji tinggi pegawai rendah seperti kami ini" kesal pegawai wanita yg baru saja mengatai Abizar


"Kalau begitu selesaikan pekerjaan kalian, jangan hanya bergosip"


"baek" sahut para pegawai itu dan bergegas pergi


*******


didalam kantor Abizar


"Apa obat ini kamu yg meresepkan?!" Abizar meletakkan obat yg Abizar ambil dan meletakkan nya disalah satu kantung plastik transparan


Romi yg melihat itu sedikit mengerutkan keningnya dia mengingat ingat dan merasa tidak pernah memasukkan obat itu


"Aku rasa bukan, aku hanya memberikan beberapa vitamin dan juga obat krim"


"periksa... aku menemukan nya dikantung yg berbida dari obat yg kamu berikan dan itu disimpan dalam botol berukuran sedang, aku pikir Arsyila sudah mengkonsumsi nya sejak lama" ungkap Abizar nampak khawatir saat mengetahui bahwa itu bukan obat yg Romi berikan dan itu artinya Arsyila sudah mengkonsumsi obat-obatan sebelumnya.


"tentu... akan aku lakukan"


"aku ingin tahu hasilnya secepatnya"


"baek... maka nanti malam kamu akan mendapatkan nya"


"terimakasih!"


"jadi kamu memanggilku kekantor mu hanya untuk ini?!"tanya Romi nampak tidak senang


"menurut mu?!"

__ADS_1


"aahhh.. kau ini tidak berubah sama sekali, aku pikir kau sedang sakit lagi sampai memintaku sepagi ini datang kemari, kau tahu?! aku sudah tidak tidur sejak kemarin" kesal Romi Abizar meminta dia untuk datang ke perusahaan nya, namun saat dia tiba Abizar saja masih belum tiba di perusahaan nya, beruntung seluruh pegawai tahu siapa Romi dan itu tidak menjadi masalah baginya untuk langsung masuk kedalam ruangan Abizar untuk istirahat sejenak.


__ADS_2