
"Kau tahu selama ini aku tidak pernah bisa tidur dengan tenang, walaupun aku selalu mengatakan aku membenci kamu, tapi hati dan pikiran ku selalu terarah denganmu"
"tunggu... Arsyila mencuba melepaskan pelukan Abizar, namun Abizar semakin mengeratkan pelukannya.
"jangan... kamu akan pergi lagi" ucap Abizar parau seperti sedang menahan sesuatu yang mungkin akan membuat Arsyila terkejut
"baek aku tidak akan melepaskan tapi apa kamu bisa menjawab pertanyaan ku!"
"Apa?!"
"Kenapa tiba-tiba kamu berubah?!"
Deggh
bahkan tentang Abizar yg sudah tahu segalanya pun masih ragu untuk mengatakan bahwa dia sudah tahu kebenarannya sebelum nya walau Arsyila sudah menceritakannya pagi hari ini
"Aku sudah tahu bahwa selama ini akulah yg salah, dengan bodohnya aku percaya dan tidak mendengarkan penjelasan dari kamu dan lebih percaya dengan apa yg aku lihat"
"kenapa baru sekarang kamu menyadari nya?!" Tiba-tiba derayan Air mata mulai membasahi wajah Arsyila
"Aku tahu aku terlambat untuk menyadari segalanya dan membiarkan kamu sendiri menghadapi segala nya membuatku semakin merasa aku sangat pengecut hari itu"
"Apa kamu menyesal?!"
"Sangat" sahut Abizar dia tidak berani sama sekali menatap wajah Arsyila
"jika aku bisa mengulang waktu, aku ingin memperbaiki keadaan dan terus mempercayai bahwa kamu tidak akan melakukan hal itu"
"Tapi segalanya telah berubah Abizar, 5tahun bukanlah waktu yang sebentar bahkan kehidupan yang aku miliki berbanding terbalik dari apa yg aku miliki sebelum nya"
"Tapi bagiku kamu tetap Arsyila yg dulu lembut dan sederhana"
"kamu salah Abizar"
Kemudian Arsyila melepaskan pelukan merika dan masuk kedalam kamar mandi yg ada disamping dapur dia mencuci wajahnya yg sembab karena menangis, sedangkan Abizar dia hanya diam memandang punggung Arsyila yg hilang memasuki kamar mandi.
__ADS_1
"Ayu makan dulu" Abizar menutupi kecanggungan dengan menyuruh Arsyila makan, saat Arsyila di dalam kamar mandi Abizar bergegas menyiapkan makanan yang sudah Arsyila masak, dia melihat Arsyila yg wajahnya sembab namun tidak mengatakan apapun dia tahu Arsyila pasti kembali bersedih karena dirinya.
"Aku kenyang"
"Jangan begitu, kamu sudah lelah memasak dan kenapa harus membiarkan makanan nya tanpa dimakan, bukankah kamu tidak suka jika kita membuang makanan?"
"Baiklah" Arsyila menurunkan niatnya untuk kembali kekamar dan mulai menyenduk nasi untuk piring Abizar dan dirinya dan tentu saja Abizar senang akan hal itu.
"Makan sayuran yg banyak, lihat tubuhmu sangat kurus" ucap Abizar sambil menyenduk beberapa sayuran dan ikan kedalam piring Arsyila
"Jadi kamu mengataiku kurus"
"Tidak bukan begitu... lebih ketipis" sahut Abizar dan tentu saja itu mengundang tawa merika berdua, yg sebelumnya saling menangis dan setelahnya tertawa bersama
"Aku pikir tidak ada bedanya dengan apa yg kamu katakan abi"
"Yaa ada perbedaan dari kata saja" sahut Abizar
"yayayaya... kamu benar"tawa merika pecah lagi setelahnya.
.
.
.
Abizar berjungkuk dan mengecup lembut kening Arsyila dan mengusap rambutnya pelan dia tersenyum, Arsyila yg dulu sangat dia cintai sama sekali tidak berubah, walaupun penampilannya yang tidak lagi menggunakan pakaian bermerek atau perawatan apapun, tapi sama sekali Arsyila tidak ada perubahan, pakaiannya yg sederhana malah membuatnya terlihat semakin cantik anggun dan lembut.
Abizar yakin jika saja Arsyila sedikit lebih berisi itu akan semakin membuatnya terlihat lebih Cantik dan imut...
"Kamu sudah bangun?" Arsyila menggeliat pelan merasa seseorang sedang menyentuhnya
"Hhmm...
"Bagaimana aku bisa tertidur dan ada disini?" Arsyila mulai duduk dan bersandar sedangkan Abizar dia duduk disisi ranjang sambil menghadapi Arsyila
__ADS_1
"Tadi malam kamu tertidur di depan TV, aku yg membawamu kekamar"
"Aneh... seingatku setelah ikut denganmu kesini aku selalu mudah tertidur" Arsyila mengerutkan keningnya bingung
"itu berarti kamu ditempat yg tepat" sahut Abizar dia menarik tangan Arsyila dan mengusapnya dengan lembut
"mana ada" ucap Arsyila mengejek sambil mengerucutkan bibir nya hingga mengundang senyum diwajahnya Abizar
"Arsyila... panggil Abizar lembut
"hhmm"
"Menikahlah denganku"
Arsyila mendelik kaget membulatkan matanya menatap Abizar terkejut, apa dia sedang bermimpi? dia baru saja terbangun bahkan mencuci wajahnya saja belum dan tiba-tiba Abizar mengajaknya untuk menikah,
dia berpikir bahwa Abizar kepalanya sedang terbentur sesuatu saat mandi.
Dia langsung menarik tangannya dan tiba-tiba Arsyila menyentuh dahi Abizar dia berpikir mungkin dia sedang demam
"Aku tidak sedang sakit" ucap Abizar lemah tak berdaya menatap Arsyila yg tidak percaya dengan apa yg dia katakan, semalam Abizar berpikir dengan keras dan jalan keluarnya mungkin hanya mengikat Arsyila dengan pernikahan agar dia tak berpikir pergi lagi.
Dia sendiri masih ragu apa perasaan yang dia miliki masih sama atau sudah berubah, atau hanya karna merasa bersalah dan iba saja karena kondisi Arsyila yg sekarang.
dan Semakin membuat rasa takut Abizar menjadi besar bahwa sesuatu bisa saja terjadi kembali, mengingat apa saja yang sudah dilalui Arsyila dan penyerangan terhadap nya terakhir kali.
"Ohh.. maaf" ucap Arsyila bingung menggigit bibirnya hingga semakin merah yg membuat Abizar meneguk ludahnya
"Bagaimana?!"
"Ak akuuu.. tidak bisa" jawab Arsyila tertunduk lemah
"mengapa?" pertanyaan itu semakin membuat Arsyila tertuhuk
"Abizar.. segalanya tidak lagi sama dan aku bukanlah wanita yg layak dan pantas menjadi istri seorang pria sepertimu" Abizar terdiam mendengar penutur an Arsyila, bukan ini yg dia inginkan jawaban ini seolah mengembalikan dirinya pada masa lalu dimana dia yg berstatus orang biasa mendekati Arsyila.
__ADS_1
"kenapa kamu berpikir seperti ini, aku masih sama seperti yg dulu lalu kenapa kamu mempermasalahkan nya?"
Arsyila tertawa masam walau Abizar belum menjelaskan siapa sebenarnya dirinya, tapi dari apa yg dia lihat sejak pertemuan merika kembali, Arsyila tahu Abizar bukanlah pria biasa bahkan Apartemen mewah ini saja sudah menjelaskan segalanya baginya