ARSYILA ABiZAR

ARSYILA ABiZAR
Aku pulang


__ADS_3

Arsyila memutuskan untuk kembali bekerja dirumah sakit, satu minggu ijin sakit dan berdiam diri di apartemen membuatnya merasa bosan setengah mati, apalagi tempat itu terlalu besar dan bukan tempatnya.


Arsyila merasa tidak leluasa untuk bisa bergerak dan melakukan apapun.


Seperti biasanya dia akan berkeliling memeriksa pasien bersama dengan dokter bahkan kadang dia harus berjaga di IGD karena pergantian tugas.


"Arsyila bagaimana keadaan kamu" Melia menghampiri Arsyila yg sedang duduk mengisi data pasien yang dia rawat hari ini


"Sudah lebih baek, kamu lihat tidak ada lagi lebam di wajahku kan" tunjuk nya pada wajahnya yg terlihat lebih segar


"Tunggu.. kamu memakai riasan di wajahmu? " Melia baru menyadari ada yg berbeda dari sahabatnya


"Ssttt... Arsyila menaruh tangannya didepan bibir, dia malu jika yg laen mendengar


" Hehehe ternyata benar " kekeh Melia tertawa


"Ada apa?! "


"Aku hanya mau mencarimu, sudah lama aku tidak melihatmu"


"Maafkan aku.. aku masih belum sempat berkunjung kerumahmu"


"Ya tidak apa-apa, laen kali juga bisa"


Selama perbincangan merika tidak banyak hal yg darurat terjadi karna itu merika dapat sedikit bersantai menikmati waktu.


hingga sore hari menjelang waktunya Arsyila untuk kembali, namun saat dia berada di depan Rumah sakit tiba-tiba maybach hitam berhenti tepat dihadapan Arsyila begitu saja dan saat kaca jendela terbuka seseorang sudah tersenyum padanya.


"Aku pulang" ucapnya lembut dan membukakan pintu mobilnya dari dalam


"Ka kamu...


"masuklah"


Arsyila hanya mengangguk dan saat dia menoleh ke kanan dan kekiri tidak ada yg mengenal dirinya, Arsyila langsung masuk dan menutup pintu


Masih dengan keterkejutan nya Arsyila langsung mengubah posisi duduknya menghadap kearah Abizar dengan matanya yg membulat sempurna.


"Kapan kamu kembali?! "


"Baru saja, aku baru tiba di bandara dan langsung kesini" jawabnya santai

__ADS_1


"ya Tuhan apa kamu tidak lelah?"


"Apa kamu mau mampir ke suatu tempat?!" bukannya menjawab pertanyaan Abizar malah bertanya balik


"hehh?? tidak tidak, aku sudah lelah seharian bekerja badanku terasa remuk" Arsyila menggeleng pelan


"Baiklah kita pulang" ucap nya, Abizar masih belum menyadari perubahan Arsyila karna terlalu fokus pada jalanan dan saat merika tiba diparkiran turun dari mobil baru dia menyadari sesuatu saat Arsyila yg berjalan lebih dulu didepannya.


Abizar tersenyum bahagia saat menyadari dengan perubahan penampilan Arsyila ini dia memang menyukai Arsyila yg berpenampilan apa adanya, namun saat dia berpenampilan begitu dengan riasan tipisnya Abizar selalu saja tidak bisa mengalihkan perhatian nya dan terkadang salah tingkah.


sama seperti dulu saat dia jatuh cinta pada Arsyila dan sepanjang jalan merika dilurung dan di dalam lift Abizar senyam senyum sendiri.


Cek lek


Abizar menutup pintu Apartemen miliknya saat merika sudah masuk kedalam dia masih terus mengikuti langkah Arsyila yg ada didepannya


"Kapan kamu memutungnya?! " pertanyaan Abizar menghentikan langkah Arsyila yg kini merika sudah berada diruang tengah


"Apa?! " Arsyila berbalik bingung dengan pertanyaan Abizar


"Rambutmu"


"kamu membelikan bajuku?! " Abizar terkejut mengetahui bahwa ia juga dibelikan baju oleh Arsyila, padahal dia sendiri yang memintanya agar Arsyila mau menerima kartu yg dia berikan


"hhmm... Ada di kamarmu, aku bahkan belum mengeluarkannya dari paperbag" Sahutnya


Tanpa mengatakan apapun Abizar bergegas mendorong kopernya dan naek ke lantai atas menuju kamarnya, saking semangatnya dia bahkan berlalu begitu saja melewati Arsyila hingga membuat Arsyila menggeleng pelan.


Saat membuka pintu kamarnya senyum Abizar semakin mengembang tak ada lagi rasa lelah yg dia rasakan karena terus bekerja dia langsung duduk dan membuka paperbag yg ada diatas ranjangnya yg berjumlah sekitar 5


"Selera kamu tidak pernah berubah" gumamnya pelan, saking semangatnya Abizar langsung mencuba beberapa pakaian yang Arsyila belikan, yg tentunya menggunakan uang Abizar sendiri.


"Sempurna!! "


Betapa senangnya Abizar melihat penampilan dirinya, dengan Arsyila yg mau membelikan keperluan dirinya itu membuktikan bahwa Arsyila masih peduli dengannya pikirnya.


bahka dia mau memasak untuknya tanpa sepengetahuan nya beberapa hari yg lalu.


"Kamu sudah mencuba? " Arsyila yg tengah memasak didapur mengangkat pandangannya kearah Abizar yg melangkah kedapur dan duduk dibar


"hhmm... sudah"

__ADS_1


"apa kamu menyukainya? mungkin seliraku buruk, jika kamu tidak menyukainya aku bisa mengembalikannya" ucap Arsyila yg melihat raut wajah Abizar yg biasa saja, tanpa Arsyila tahu Abizar kegirangan bukan maen saat mendapatkan pakaian itu.


"Tidak perlu itu sudah cukup, terimakasih"


"Kenapa harus berterima kasih? aku membelinya dengan uang kamu juga, jadi kamu tidak perlu mengatakan apapun"


"Kamu sudah bersusah payah mencarinya makanya aku berterima kasih"


"oohh begitu.... sahut Arsyila mengerti


" Dengan siapa kamu pergi "


"Dengan teman, dia sangat baek padaku bahkan dia mentraktir ku makan dan membelikan beberapa pakaian juga, bahkan dia juga yg membawaku ke salon"


Uhhukkk uhhukkk uhhukkk


Abizar tersedak minumnya, dia tidak menyangka kalau Arsyila akan pergi dengan seseorang, ditambah lagi dari cara perhatiannya sepertinya seseorang itu adalah seorang pria, secepat kilat mut Abizar runtuh seketika.


"laki-laki atau wanita" tanyanya lagi


"tentu saja wanita" sahut Arsyila begitu senang tanpa dia sadari Abizar menghembuskan nafasnya lega


"oh ya benar!! dia mengatakan adiknya juga tinggal di sini dan dia bilang ingin mengenalkanku pada adiknya itu"


"___"


"Apa adiknya laki-laki? " selidik Abizar mulai tidak suka, sepertinya dia akan memiliki saingan


"hhmm sepertinya begitu, pasalnya dia mengatakan adiknya itu sangat dingin apalagi dengan seorang wanita"


kekehnya, saat Arsyila melangkah ingin mendekati Abizar dia sangat terkejut dan hampir menjatuhkan teplon yg dia pegang saat melihat tatapan tajam Abizar padanya.


"Ya Tuhan!! '


"Awas hati-hati" Abizar yg tersadar bergegas menuju Arsyila yg hampir menjatuhkan bawaannya dan memegangi tubuh Arsyila hingga dia berdiri tegap kembali.


"kenapa kamu cerubuh sekali? bagaimana nanti kalau kamu terluka?! "


Abizar merebut teplon yg Arsyila bawa dan menyalin makanan yang dia masak ke dalam piring bahkan dia tidak membiarkan Arsyila melakukan apapun lagi dan menyuruhnya untuk duduk.


Walaupun Abizar terlihat marah-marah, tetapi Arsyila tidak sedih dia merasa hangat dihatinya ini adalah satu hal bentuk perhatian Abizar yg selalu membuat Arsyila tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2