
Siangnya Arsyila kembali terbangun, perasaannya lebih nyaman saat ini setelah mengeluarkan keluh kesahnya, dia juga sedikit bingung bagaimana bisa dirinya tertidur dengan sangat pulas belakang ini.
"Kamu sudah bangun" Arsyila mengalihkan pandangannya ke asal suara yg terlihat Abizar membawa nampan yg berisa makan dan meletakkannya disamping Arsyila yg sudah duduk bersandar di sandaran tempat tidur.
"Hhmm..
"Makan dulu.. sejak semalam kamu tidak makan apapun, bukannya sembuh kamu bisa makin sakit tinggal disini karna tidak diberi makan apapun"
"Terimakasih" sahutnya dan mulai mengambil senduk untuk menyantap makanan yg ada.
"eemmm.. enak" ucap Arsyila
"bagus.. kalau begitu makan lebih banyak" Abizar tersenyum dan hanya membiarkan Arsyila terus menyuap makanan kedalam mulutnya
"Apa kamu memasak sendiri? aku ingat tidak ada siapapun dirumahmu"
"Hhmm...
"Aku tidak tahu kamu bisa memasak" ucap Arsyila tapi dia terus menundukkan wajahnya tak mau menatap Abizar
"Aku tidak biasa merepotkan orang lain, terlebih aku pernah bercita-cita jika suatu hari nanti aku menikah, aku tidak akan membiarkan istriku memasak, aku tidak suka tangannya tergores atau sampai melepuh karena pisau dan api.
bagiku tangannya sangat berharga dan aku tidak akan bisa membiarkan hal itu terjadi"
Deeggghh
Entah mengapa mendengar penuturnya Arsyila merasa sakit, bukankah sangat beruntung wanita yg akan menikah dengan Abizar kelak? bahkan untuk hal yg wajar dilakukan seorang istri saja dia tidak akan membiarkan nya melakukan hal itu, hanya karena takut dia akan terluka.
"Dia pasti sangat beruntung"
"hhmm.. tentu" sahut Abizar tersenyum
"Apa kamu tidak takut kekasihmu akan marah jika dia tahu kalau kau membawaku tinggal di apartemen milikku? Abizar jangan membuat masalah dalam kehidupan kamu hanya karena kita pernah menjalin hubungan, aku tidak ingin menjadi orang yang akhirnya membuat hubungan kamu berantakan"
Abizar tertawam mendengar penuturannya jika Arsyila tahu bahwa selama ini Abizar tidak pernah menjalin hubungan dengan siapapun apa reaksinya "Kamu tidak perlu memikirkan hal itu, dia tidak akan marah dia pasti akan menyukai kamu" ucapnya lalu beranjak berdiri tetapi Kata-kata Abizar yg menyiratkan bahwa dia memiliki seorang kekasih membuat Arsyila merasa semakin tidak enak.
"Aku sudah baikan.. sebaiknya aku pulang saja"
"Tidak aku sudah memutuskan, maka dari itu jangan lagi kamu mengatakan hal itu dan berpikir pergi, aku melakukan ini untuk mu juga"
__ADS_1
*******
disore harinya
"Apa yg akan kamu lakukan selanjutnya" Abizar dan Romi tengah bertemu dan mendiskusikan tentang arsyila disalah satu Caffe langganan merika
"Belum.. Aku masih menyelidiki segalanya dan yg membuatku lebih penasaran adalah tentang keluarga Arsyila yg mengalami kecelakaan tragis dan tuduhan penggelapan, aku yakin semua hanya rekayasa" Abizar sudah menceritakan segalanya pada Romi
"hhmm.. aku juga berpikiran begitu, ada baeknya kamu jangan sampai lengah, karena itu akan memberimu kesempatan.
orang itu masih ada dikegelapan dan orang yang mengincar Arsyila tidak hanya satu" jelas Romi yg diangguki setuju oleh Abizar
"aku setuju dengan yg kamu katakan"
"Lalu bagaimana dengan Hubungan kalian apa ada perkembangan?!"
tanya Romi menaik turunkan alisnya, bukannya dia tidak lagi mencintai Arsyila tapi dia tahu batasnya, Arsyila berhak bahagia dengan orang yg dia cintai dan Abizar adalah masa lalu yg selalu ada dalam kehidupan Arsyila begitu juga dengan Abizar merika saling terikat satu sama laen walau sempat terpisah lama dan Romi sangat menyadari hal itu, dia memutuskan akan tetap mencintai dalam diam dan bahagia melihat wanita yg dia cintai bahagia.
"dia tidak lagi sedingin sebelum nya, tapi masih menjaga jarak mungkin dia perlu waktu untuk kembali terbiasa" tersirat kesedihan dalam perkataan Abizar dan Romi dapat melihat ini
"Bersabarlah.. kamu sendiri tahu luka Arsyila sangat berat dan kamu meninggalkan dia disaat dia benar-benar berada di titik terendah nya saat itu, tentu saja dia memendam kebencian"
"Aku pikir orang yang bisa membantu dia adalah kamu, kamu cuba temani dia terus menerus dan jangan biarkan dia sendiri.
ajak dia berbicara apapun atau tentang bagaimana keseharian kalian selama tidak bersama, terutama disaat malam hari kamu cuba untuk menemani dia untuk tiduk.
mungkin saja dengan adanya seseorang disisi dia dia akan merasa lebih aman"
Abizar diam sejenak dan teringat, beberapa kali Arsyila tertidur saat dirinya ada bersama dengannya, tersirat dalam pikirannya apakah dirinya pengobat penyakit yang arsyila derita karena setiap bersama dengan dirinya tidak akan sulit bagi Arsyila untuk terlelap begitu saja beberapa hari terakhir.
"hhmm.. akan aku cuba" sahut Abizar setelahnya, merika terus berbincang mengenai berbagai hal, Romi adalah sahabat Abizar yg selalu ada bersama dengan dirinya, namun ada juga beberapa tapi merika terlalu sibuk hingga jarang bagi merika untuk dapat berkumpul bersama.
.
.
.
Abizar kembali disaat malam hari, saat dia membuka pintu dia mencium aroma harum menyeruak diseluruh ruangan, dan itu membangkitkan selira makannya.
__ADS_1
dengan cepat Abizar melangkah menuju dapur dan benar saja dugaannya Arsyila tengah berjinjit ingin mengambil sesuatu di dalam lemari namun tidak sampai.
Dengan Cepat Abizar mendekat dan berdiri tepat dibelakang Arsyila dan mengambilnya dan menyerahkannya pada Arsyila, dia tidak segera pergi melainkan masih berdiam tepat dibelakang Arsyila yg terlihat terdiam.
"Abi masakannya bisa hangus" Arsyila mengalihkan perhatiannya mengurangi rasa gugup didadanya
Tiikk
Dengan mudahnya Abizar mematikan kompor yg masih menyala, kemudian ia mengurung Arsyila yg masih membelakangi dengan kedua tangannya "Kenapa kamu memasak? kamu bisa menunggu aku datang" Abizar tidak senang mengetahui apa yg Arsyila lakukan bukan dia tidak menyukai masakannya hanya saja dia tidak ingin Arsyila lelah dan sampai terkena cipratan minyak apapun itu apa lagi sampai terluka.
"Aku hanya tidak nyaman terus diam tanpa melakukan apapun"
"kamu bisa membaca buka atau menggunakan leptop ku yg ada diruang kerja" tambahnya lagi
"Tapi itu privasi kamu, aku tidak mungkin masuk seenak nya kedalam ruangan kerja kamu tanpa seijin kamu"
"Bukankah aku sudah mengijinkannya?!"
"Kapan?" tanya Arsyila bingung, seingat nya Abizar tidak mengatakan apapun sebelum nya
"Barusan"
Plakkk
"ihh... kamu keterlaluan!!" kesal Arsyila berbalik dan memukul lengan Abizar, namun setelahnya dia tersadar dan langsung menundukkan wajahnya malu dengan apa yg dia lakukan
"maaf" cicitnya pelan tapi masih didengar Abizar karena jarak merika yg sangat dekat, dengan lembut Abizarenarik tangannya dari meja dimana Arsyila bersandar dan memeluk pinggangnya posesif.
"Kenapa harus minta maaf?! kamu tidak salah, aku hanya khawatir denganmu kamu masih terluka dan belum pulih aku tidak mau terjadi sesuatu lagi dengan mu" kekehnya pelan
"aku tidak selamah itu!"
"hhmm... aku tahu Kamu wanita terkuat"
"bisa kamu lepaskan aku?"
"Sebentar lagi" sahut Abizar dan membenamkan wajahnya dalam di tengkuk leher Arsyila
"Kau tahu selama ini aku tidak pernah bisa tidur dengan tenang, walaupun aku selalu mengatakan aku membenci kamu, tapi hati dan pikiran ku selalu terarah denganmu"
__ADS_1
"tunggu... Arsyila mencuba melepaskan pelukan Abizar