
Saat Romi masih menenangkan Arsyila yg masih terisak dalam dekapan nya tiba-tiba pintu masuk kedalam kantornya terbuka dengan suara yg cukup keras.
BRAAKK
"Romi rumah sakit macam apa yg kamu miliki bahkan makanan disini tidak enak sama sekali... Abizar terdiam saat melihat sahabatnya itu tengah berpelukan dengan seseorang di dalam ruangannya bahkan itu terlihat canggung dengan wanitanya yg tenggelam dalam pelukan Romi.
Sedangkan Romi dan Arsyila yg tersadar ada orang lain diruangan itu langsung melepaskan pelukan mereka dan melihat kearah suara yg tiba-tiba datang
Deggh
Abizar sangat terkejut saat melihat siapa orang yang dipeluk Romi saat ini, tiba-tiba wajahnya berubah dingin menatap tidak suka pada Arsyila " Sepertinya aku datang diwaktu yg salah" Abizar ingin berbalik pergi dengan kursi roda nya yg didurung salah satu perawat namun suara serak dan halus menghentikan gerakannya.
"Tunggu... biar saya yg pergi"
"Bukankah jam kerja mu sudah berakhir?" tanya Romi pelan menghentikan langkah Arsyila
"Hhmm sudah, aku akan pulang..
" Berhati-hatilah "
''hhmm.. terimakasih " Kemudian Arsyila berlalu pergi tanpa melihat kearah Abizar yg mentapnya dingin
"Sepertinya aku meliwatkan sesuatu?!" Abizar mendurung kursi rodanya
"Apa itu?! kamu berpikir aku memiliki hubungan dengan Arsyila?! Abi belajarlah untuk mendengarkan penjelasan dari orang lain dulu baru kamu mengambil kesimpulan, kau tentu tahu aku mengenal Arsyila jauh sebelum dirimu dan tentu aku sangat mengenalnya"
"Apa maksudmu?!" Abizar merasa Romi sedang menyindir dirinya secara halus
"Abi aku berharap semua nya akan baek saja"
"Tentu aku baek, tapi itu sebelum dia kembali dan muncul lagi dihadapan ku! dan sekarang dia sepertinya mulai mendekati kamu"
__ADS_1
"Hahahaha... kamu berlebihan, jika ada kesempatan mungkin aku yg akan mendekati dia, kalau perlu akan kujadikan istriku jika perlu" ya itulah yg Romi harapkan tapi dia tahu Arsyila mungkin tidak akan suka itu
"SIALLLL... jadi kamu menginginkan penghianat itu?" kesal Abizar
"Abizar... berhenti menyebutnya sebagai penghianat" Tegur Romi nampak tidak senang, setelah dia tahu yg sebenarnya walaupun Arsyila tidak menjelaskan sedemikian detail namun dari kesimpulan yang dia ambil Arsyila memang benar-benar tidak bersalah.
*****
sedangkan Arsyila yg nampak berjalan guntai dengan wajah lelahnya terus melangkah dipinggiran jalan tanpa dia sadari dia menabrak seseorang hingga terjatuh
"Aduh...
" Maaf... saya tidak sengaja " Arsyila panik dan segera membantu wanita yg dia tabrak untuk berdiri kembali
"tidak apa-apa, kamu harus lebih berhati-hati tidak baek berjalan sambil melamunkan sesuatu, kamu bisa saja tertabrak Mobil untung saja yg kamu tabrak itu saya'' Arsyila menatap Kagum pada wanita cantik yang berada dihadapan nya entah mengapa dia merasakan nyaman seperti kakaknya sendiri dan saat melihat wajahnya dia merasa tidak asing.
''hay... kamu melamun lagi" tegur nya sambil mengayunkan tangannya didepan wajah Arsyila
"sepertinya kamu kelelahan habis bekerja, ayu kita minum bersama" dia melihat Arsyila yg masih mengenakan baju perawat miliknya sudah tentu pasti dia yakin bahwa arsyila kelelahan karena dia bergadang semalam, tanpa persetujuan Arsyila dia menariknya menuju rumah makan yg berada diseberang Rumah sakit dia bekerja.
"hay.. tunggu" arsyila ingin menulaknya namun wanita itu terus menarik arsyila tanpa mau mendengarkan Penolakannya
"Ayu kita sarapan saja sekalian, kebetulan aku belum sempat sarapan tadi" celutihnya tanpa menghiraukan penolakannya Arsyila.
Arsyila tidak dapat berkata-kata dia hanya bisa tersenyum dan memesan makanan nya.
"oh ya kita belum berkenalan sebelumnya, aku Belia " dia mengulurkan tangannya pada arsyila yg disambut Arsyila dengan senyumnya
"Arsyila"
"Arsyila? aku seperti pernah mendengarnya nama yg tidak asing, tapi aku lupa itu dimana" ucapnya sambil mencuba mengingat ingat
__ADS_1
"mungkin kebetulan saja, bukankah seringkali kita bertemu dengan orang yang berbeda dengan nama yang sama?'' Arsyila terkekeh
" hhmm... kamu benar!" sahutnya ringan
"aku lihat kamu memakai baju perawat, apa kamu bekerja dirumah sakit disini?''
" iya... saya perawat dirumah sakit dan saya baru bekerja beberapa hari ini, rasanya sangat tertekan harus kembali ke kota ini dan bekerja dirumah sakit yg membuat saya harus bertemu dengan masa lalu" ucapnya lugas tanpa ada niat dihati Arsyila untuk menyembunyikan apapun, dia merasa sudah cukup dia memendam segalanya sendiri dan dia merasa wanita yg ada dihadapannya saat ini benar-benar baek.
"Mengapa?!" Belia mulai tertarik dengan arah pembicaraan Arsyila yg sepertinya cukup menarik untuk topik pembicaraan mereka saat ini, dari awal Belia melihat Arsyila dia merasa gadis ini cukup menarik, baek dan cucuk dijadikan teman.
"ini sangat rumit" hanya kata itu yg mampu Arsyila katakan
"hhmm... aku mengerti, sepertinya ini tentang bagaimana percintaan yg kandaskan??" tanya-nya penasaran sambil menganggukkan kepalanya.
"tepat..!! sahut Arsyila tersenyum " tapi tidak hanya itu, bahkan keluarga saya juga menjadi hancur saat berada dikota ini juga, karna itulah saya merasa datang kekota ini kembali seperti merobek luka lama yg sudah tertutup rapat" sesal Arsyila
"Maafkan saya.. saya tidak bermaksud untuk membuat kamu mengingat kenangan buruk kamu lagi" Belia merasa menyesal sudah membuat Arsyila teringat masa lalunya lagi
" tidak apa-apa, itu sudah berlalu dan saya sekarang sudah baik-baik saja, rasanya terasa ringan sedikit membagi luka lama yg sudah lama dipendam" ucapnya tersenyum kecil
"itu lebih baik.. kamu harus membagi semua yg ada dalam hatimu, setidaknya beban kamu akan berkurang dengan cara kamu membaginya"
"Anda benar... bahkan sejak kejadian itu saya tidak pernah bisa tidur nyenyak dan merasakan lagi bagaimana rasanya tidur dengan nyaman"
"Saya rasa kamu perlu pergi konsultasi dengan psikiater, saya punya teman yg mungkin bisa membantu kamu" usul Belia
"itu tidak perlu.. Arsyila tersenyum lembut, "yg sebenarnya adalah saya adalah seorang dokter dan saya tahu bagaimana menangani penyakit saya sendiri anda tidak perlu reput"
"kamu seorang Dokter?!" Belia sedikit terkejut dan hampir meludahkan minuman yang ada dimulut
"itu terdengar mengerikan bukan?" Arsyila tersenyum masam melihat reaksi Belia, sebelumnya dia tidak sama sekali pernah mengatakan pada siapapun identitas dirinya pada siapapun dan hari ini entah mengapa Arsyila dengan mudahnya mengungkapkan semua tentang dirinya.
__ADS_1
"Tidak sama sekali, saya melihat ada sesuatu yg berbeda dari diri kamu dan itu rasanya aneh jika kamu hanya seorang perawat biasa, saya pikir saya merasa melihat ada sesuatu yg sangat berbeda dari diri kamu saat saya melihat kamu pertama kali nya" ungkap Belia begitu lugas dan nampak senang mengetahui bahwa gadis yg ada dihadapannya ternyata memang tidak biasa dia terpikirkan sesuatu yg sangat besar dalam hatinya dan merasa Arsyila adalah gadis yg tepat.