
Sesampainya dirumah Arsyila nampak ragu ingin turun dari mobil, dia nampak linglung dan merasa berat untuk mengangkat kaki, sedangkan Abizar dia sudah lebih dulu turun dari mobilnya dia mengedarkan pandangan mata nya keseluruh sekitaran rumah yg sejak 5tahun terakhir ditinggali Arsyila bersama sangat mama.
Ada rasa yg begitu sulit untuk Abizar ungkapkan saat melihat kondisi kehidupan wanita yang pernah dia cintai semasa mudanya itu, hidup bergelimang harta dan serba berkecukupan yg pernah Arsyila rasakan berbanding terbalik dengan kehidupan Arsyila yg selama 5tahu ini dia jalani bahkan dia sendiri seperti kehilangan jati dirinya dan disinilah Abizar berjanji pada dirinya sendiri bahwa dia akan mengembalikan apa yg pernah hilang dari hidup Arsyila termasuk kehormatan dan gelar doktor terhormat yg telah dirusak oleh para orang yang tidak bertanggung jawab.
Rumah yang ditinggali Arsyila bersama mamanya terbilang cukup nyaman dan sederhana dengan kebun sayuran kecil disamping tumah, ruang tamu sedang dan 2 kamar yg tersedia cukup untuk merika tinggal bersama yg dibeli arsyila sisa dari simpanan tabungannya
"Sampai kapan kamu tetap disana" tanya Abizar saat menyadari bahwa Arsyila masih duduk diam terpaku didalam mobil..
Arsyila tersadar dari lamunannya dan segera turun, dia menatap Abizar yg sudah menenteng 2koper miliknya dan juga milik Arsyila, entahlah rasanya ini seperti mimpi dia kembali lagi ketempat ini dimana sang mama tinggal sendiri.
"arsyila kamu pulang nak?" tanya salah satu tetangga yg melihat kedatangan nya
"iya bibi.. mama ada?"
"barusan pergi kepasar, mungkin sebentar lagi pulang" sahutnya tapi pandangan sang tetangga tidak lepas dari seluit Abizar yg berdiri tepat disamping arsyila
"ooh.. iya Terimakasih" Setelah orang itu berlalu dia tiba-tiba tertawa melihat wajah Abizar yg sibuk sendiri dengan ponselnya
"Apa yg salah?" tanyanya menaikkan sebelah alisnya dia meraba wajahnya
"orang itu terus melihat kamu, mungkin dia tertarik" kekehnya pelan
"Enak saja, sudah tua begitu masih melirik daun muda" sahutnya tidak senang
"Bukan untuk bibi itu, mungkin dia tertarik untuk menjodohkan kamu dengan putrinya, putri bibi itu cantik luh" canda Arsyila
"Dihh... memang kamu mau calun suami kamu dinikahi perempuan lain?" guda Abizar balik yg direspon kesal oleh arsyila yg inginnya menggoda Abizar berubah menjadi dirinya yg kesal sendiri
"enak saja, emang cowok di dunia cuma satu sampai harus ngambil calun laki orang!"ucap arsyila yg beranjak pergi meninggalkan Abizar yg tertawa geli melihat kelucuan Arsyila
__ADS_1
"Kamu mau masuk tidak?" kesalnya sambil membuka pintu setelah mengambil kunci cadangan di dalam tas miliknya
"ya masuklah" abi hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Arsyila, dulu dia sangat lembut ceria dan mudah tersenyum, tapi sekarang berbeda dia berubah menjadi gadis pemarah dingin dan cuek setelah pertemuan merika kembali, tapi entah mengapa itu menjadi hiburan tersendiri untuk Abizar dia sendiri sadar atas kesalahannya tapi dia berjanji akan memperbaiki segalanya.
Saat mama Arsyila kembali dari pasar dia bingung tiba-tiba sudah ada mobil mewah yang terparkir didepan pekarangan rumahnya dan pintu rumahnya juga sudah terbuka lebar, dia bergegas melangkah menuju ke dalam rumah untuk memastikan siapa yg sudah datang dan membuka pintu rumahnya begitu saja.
"Syila kamu pulang nak?!" ucap sang mama saat melihat itu ternyata Arsyila yg sedang menaruh segelas kopi di atas meja
"iya mah Syila pulang" Arsyila langsung melangkah mendekati sang mama dan memeluk nya
"Syila kangen mah" ucapnya lembut
"iya mama juga kangen" merika saling berpelukan sampai lupa kalau ada Abizar diantara merika berdua
"Akhemm....
Arsyila tersadar dan langsung melepas pelukannya melihat kearah Abizar yg terlihat diam tanpa suara, hnya Berdehem kecil sudah cukup untuk menyadarkan Arsyila.
"Mama lupa?" tanya Arsyila
"Mama seperti ingat tapi dimana pernah bertemu?" Arsyila menyentuh dahinya setelah mendengar ucapan sang mama dan Abizar serasa ingin tertawa sendiri.
"Maa ini Abizar... Abi mah" ucap arsyila yg juga ingin tertawa
"ya ampun abi?... sudah lama sekali bagaimana mama bisa lupa maaf ya nak mama sampai tidak mengenalmu"
"Tidak apa apa mah" Abizar langsung berdiri kemudian juga memeluk mama arsyila seperti sebelumnya, ya seperti inilah Abizar walaupun dulu tidak ada yang tahu seperti apa status sebenarnya Abizar tapi keluarga Arsyila tidak pernah memandang rendah dan selalu menerima kehadirannya.
"Tuh...kan waktu Arsyila mau pergi ke kota katanya dia kehilangan semua kontak temannya, tapi ini apa tiba-tiba pulang sudah bawa kamu" kekeh sang mama ceria
__ADS_1
"ya arsyila beneran mah" sahut arsyila merasa malu
"Iya kami juga baru bertemu mah" tambah Abizar
"uuhh.. begitu, lalu kenapa tiba-tiba kalian kemari? apa tidak bekerja, syila kamu baru pindah sayang jangan sampai kamu dipecat hanya karena ingin pulang?"
"Syila sudah ijin 3hari mah dan..
"Kami kemari ingin minta ijin mah, Abi ingin menikahi Syila mah" potong Abizar sebelum Arsyila dapat menyelesaikan perkataan nya
"Alhamdulillah... mama seneng dengernya, mama pikir Syila bakalan jadi perawan tua, soalnya nggak pernah tuh cerita atau deket sama anak cowok" kekeh sang mama bahagia sekali
"Mamah kuk ngomong nya gitu" Cemberut Arsyila merasa malu pada Abizar
"Ya karna cuma Abi yg selama ini ada dihati Syila mah" sahut Abizar lagi yg membuat Arsyila benar benar malu
"Enak saja" kemudian Arsyila berlalu masuk kedalam meninggalkan Abizar bersama sang mama yg masih berbicara tentang rencana Abizar yg menikahi Arsyila
...****************...
ke esokan harinya acara pernikahan diadakan disalah satu mesjid yg tidak jauh dari kediaman Arsyila secara sederhana, Arsyila benar-benar tidak pernah menduga bahwa ia akan menjadi seorang istri dalam waktu yang begitu cepat bahkan hanya dalam hitungan jam dan saat ini Abizar yg asalnya sangat membencinya tiba-tiba sudah sah menjadi suaminya begitu saja.
Memang terasa mustahil tapi kenyataan nya Abizar saat ini benar-benar telah menyandang status suami dari seorang Arsyila Fadillah yg dulunya hidup bergelimang harta, tapi setelah kejadian 5tahun silam segalanya merubah hidup Arsyila berbanding terbalik.
"Selamat"
Satu kata yg mampu membuat Arsyila tersenyum bahagia, dia tidak pernah tahu siapa Abizar tapi dia percaya bahwa Abizar tidak akan pernah menipu dirinya dari dulu hingga sekarang.
"Selamat juga untukmu" sahut Arsyila pada Abizar. .. merika saling tersenyum
__ADS_1
"Selamat ya untuk kalian berdua" ucap sang mama yg mendekati putrinya
"Terimakasih mah" Arsyila memeluk sang mama sambil menitiskan Air mata