ARSYILA ABiZAR

ARSYILA ABiZAR
Berwajah palsu


__ADS_3

''Jaga ucapan Tante" Arsyila menahan amarahnya saat mendengar penghinaan nya, sudah cukup baginya untuk terus menghina dirinya, dia merasa benar-benar muak dengan keluarga yang satu ini.


"Apa aku salah?! Arsyila Arsyila.. kamu benar-benar pintar menggunakan Kecantikan, aku tidak pernah menduga kalau suami ku memiliki keponakan hina seperti kamu"


"Nyonya saya bisa saja mengajukan ini dipengadilan atas tuduhan tidak berdasar yg anda luntarkan pada kekasih saya" tiba-tiba suara Abizar yg begitu dingin dan tajam menghentikan semua sikap arogan Nyonya Vanesa pada Arsyila.


Dia mentap Abizar dari atas sampai bawah, sikapnya yang dingin memancarkan ketegasan dan kewibawaan pada dirinya, ditambah parasnya yg tampan dan karismatik membuat kesombongan nyonyah Vanesa sedikit guyah


"Siapa kamu?! sebaiknya kamu tidak usah ikut campur dan aku beritahu kamu sejak sekarang tinggalkan saja wanita ini kalau kamu tidak ingin kekayaan kamu habis dia renggut" ucapnya mengingatkan Abizar, dia masih kekeh ingin menjatuhkan Arsyila didepan umum.


"Tante cukup!!" ucap Arsyila begitu dinginnya


"Mengapa?!! kamu tidak terima? aku hanya memberitahu dia agar dia berhati-hati dan tidak sampai rugi nantinya"


"Sayang... sepertinya sudah cukup sarapan kita, ayu kita pergi" Abizar tidak ingin dari setiap perkataan wanita tua yg ada dihadapannya membuat Mental Arsyila yg masih belum sepenuhnya pulih terguncang lagi, apa lagi saat ini kepercayaan dirinya benar-benar sedang dititik terendahnya dan membuat Arsyila guyah lagi dan ingin pergi darinya.


"Hay anak muda.. lebih baek kamu mendengarkan aku atau kamu akan menyesal" ucap nyonya Vanesa memperingatkan namun tanggapan Abizar sungguh membuatnya diam bungkam seribu bahasa.


"Karena anda tidak menghiraukan ucap saya, maka jangan menyesal jika satu hari nanti andalah yg jatuh dan tidak memiliki apapun lagi nyonya!!" Abizar melangkah menuju Arsyila yg masih berdiri terpaku, dia menarik pinggang Arsyila memeluknya dan menuntunnya untuk pergi, bahkan tas Arsyila juga Abizar yg membawanya.


Abizar sangat khawatir dengan perubahan Arsyila yg langsung terdiam seperti ini dan sepertinya ini bukanlah waktu yang tepat untuk memberikan dia kejutan karna dia yakin Arsyila akan berpikir berbeda dari yg dia harapkan karna baru saja mendapatkan guncangan ini.


Setelah Arsyila masuk kedalam Mobil dan menutup pintu dia tidak langsung masuk, melainkan Abizar mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.


"Jimmi aku ingin kamu menyelidiki kasus keluarga Fadillah secepatnya!!" Lalu dia menutup panggilan nya setelah mendapat persetujuan dari Jimmi diseberang panggilan.


"Kamu Baek-baek saja?"

__ADS_1


"Hhmm..


"jangan dengarkan apapun yang dia katakan, dia hanya mencuba mempermalukan kamu Syila"


"Aku tahu itu dan beberapa hari yg lalu aku juga bertemu dengan Luna putrinya, merika sama-sama menghina ku"


Arsyila tertawa hambar mengingat bagaimana sikap saudara dan istri Omnya itu setelah kematian orang tuanya, dulu merika bersikap sangat patuh dan sopan kepada Keluarganya bahkan tak jarang keluarganya juga yg selalu memberikan bantuan dan uang untuk keluarganya itu, tapi setelah apa yg menimpa keluarga Arsyila Om nya juga berubah dan tidak menghiraukan kesulitan yg menimpa keluarga Arsyila hingga sampai saat ini.


"Jadi kamu juga sudah bertemu sepupu mu itu?!" Abizar kembali teringat dengan Luna yg dulu selalu menghina Abizar karena motor bototnya jika Arsyila tidak ada dan dia sangat tahu seperti apa Luna yg sebenarnya sejak dahulu yg memanfaatkan kebaikan Arsyila


"iya bahkan yg sangat mengejutkan dia bersama dengan Jastin"


"Jastin?! pria yg selalu mengejarmu dulu'?!" ucap Abizar terkejut dia sangat tahu pria itu yg mati matian mengejar kekasihnya


"hhmm..


"hhehh... Merika benar-benar pasangan yang sangat cucuk, sama-sama berwajah palsu" ledek Abizar


"iya tidak lagi... aku mohon apapun yang orang lain katakan kamu jangan memasukkan nya kedalam hati" Abizar mengambil tangan Arsyila dan mengecup punggung tangannya lembut


"Hhmm....


Tidak terasa merika sudah sampai di rumah sakit, Bahkan Abizar mengantarnya tepat didepan rumah sakit hingga menjadi perhatian Orang-orang yang ada, karena maybach Abizar cukup mencolok dan menarik perhatian orang.


********


Selepas mengantar Arsyila Abizar langsung pergi ke perusahaan menuju kantornya dan saat diluby tidak sengaja dia berpapasan dengan sang kakak yg menurutnya soper cerewet dan banyak bicara.

__ADS_1


kadang Abizar juga merasa khawatir karena dia sangat mudah percaya dan bergaul dengan orang lain, dan kebaikannya itu akan dimanfaatkan orang lain.


"Hayy boy.. kamu sudah tiba?!"


"Ada apa kakak datang kesini?!"


Abizar berlenggang masuk kedalam lift khusus bersama sang kakak dan juga Jimmi yg sudah sejak awal menunggu kedatangan dirinya dipintu masuk perusahaan.


"Tentu saja untuk melihatmu, bukannya kamu baru kembali dari luar kota? apa kamu Baek-baek saja?! kamu mempercepat proses dan kembali lebih awal aku khawatir kamu akan sakit karena kelelahan"


Abizar langsung menatap tajam pada Jimmi Asisten nya, dia yakin sang kakak tahu segalanya dari mulut besar jimmi ini.


"Kakak lihat sendiri bukan aku sehat segar bugar!!" Abizar mengangkat kedua tangannya dan berputar dengan santainya hingga mendapatkan anggukan dari sang kakak


"itu bagus!!" ucapnya begitu senang, namun tatapan nya terasa terganggu.


dia seperti mengenal pakaian yang Abizar kenakan dan seperti pernah melihatnya, tapi dia lupa dimana tepatnya


"Tunggu.. kakak seperti pernah melihat setilan kamu ini" ucapnya melihat kedepan dan belakang Abizar meneliti


"Kak Belia Jagan asal bicara, aku tidak akan menggunakan pakaian pasaran!" kesal Abizar menyibakkan bibirnya dia tidak akan Terima pakaian yang arsyila belikan dianggap murahan


Belia adalah Saudara kandung Abizar dan setelah kematian ibunya sang ayah kembali menikah dan kemudian merika kembali memiliki seorang adik perempuan yg begitu cantik dan lembut, hanya saja dia masih berkuliah diluar negeri.


Dan setelah kepergian mendiang ayahnya seluruh aset jatuh ke tangan Abizar hingga membuat hubungan dengan sang ibu tiri merenggang sampai saat ini.


Tetapi hubungan persaudaraan merika terikat sangat baek, bahkan sang adik tak kalah dekatnya dengan Belia sang kakak dengan Abizar, hanya saja merika terpisah jarak dan waktu saat ini.

__ADS_1


Sedangkan Belia dia memiliki bisnisnya sendiri yg tentu Abizar juga memiliki bisnis Pribadi nya sendiri juga akan tetapi tak ayal merika akan saling membantu jika adaasalah, namun yg menjadi masalah adalah peninggalan sang ayah yg jatuh ke tangan Abizar yg akhirnya menyebabkan pertikaian rahasia yg terjaga, beruntung Abizar memiliki Belia yg mau menggantikan dirinya disetiap pertemuan.


dan dengan cara ini pula Abizar mulai tahu siapa saja yg bersekongkol melawan dan ingin menjatuhkan dan yg mana yg benar-benar orang setia pada ayahnya.


__ADS_2