ARSYILA ABiZAR

ARSYILA ABiZAR
Aku sudah Mati


__ADS_3

Ceklek


ceklek


ceklek


"hahh... apa yg salah?!" beberapa kali Arsyila mencuba untuk membuka pintu namun tidak jua bisa terbuka.


"Astaga... apa dia menguncinya dari luar?" Arsyila baru tersadar saat Abizar akan pergi dia mengucapkan kalimat yang menentang Abizar yg mungkin membuatnya marah dan mengunci pintu


"yaTuhan.. bodohnya aku" kesal Arsyila dia terduduk pasrah diatas sofa sambil berpikir apa yg harus dia lakukan, saat melihat ponselnya dia langsung mengambil nya dan memanggil seseorang.


"Ada apa?!"


"Romi tolong aku"


"Apa yg salah?"


"Abizar mengunci ku di apartemen miliknya, bisakah kamu menolong ku agar bisa keluar dari sini adalah aku yakin kamu pasti bisa?!" Romi langsung mengalihkan pandangannya pada Abizar yg berada didepannya saat mendengar penuturan Arsyila dia merasa ingin tertawa, dia tidak menduga ternyata Abizar sangat cepat bergerak


"eemmm begini Arsyila, aku minta maaf sepertinya kalau masalah ini aku tidak bisa membantumu" Romi menggaruk hidungnya bingung harus bagaimana sedangkan Abizar yg mendengar Romi menyebutkan nama Arsyila mengerutkan alisnya


"kamu keterlaluan abi" ucap Romi terkekeh pelan setelah mematikan sambungan panggilannya dengan Arsyila.


"Penghianat... bisa-bisa nya dia memanggilmu meminta pertolongan"


"Tentu saja.. siapa lagi yg akan dia panggil selain aku yg bisa membantu dia darimu"


"jangan harap" Abizar menatap kesal pada Romi yg terus tertawa menertawakan dirinya


"ngomong ngomong... kenapa kamu menguncinya? menjaganya bukan berarti harus mengurungnya dan menjadikan dia tahanan rumah bukan?!" tanya Romi penasaran


"Tidak semudah itu, kamu tahu hubungan ku dengan dia tidak lagi sama, jika aku tidak menahannya bisa saja dia sudah pergi jauh sama seperti sebelumnya" ucap Abizar mengingatkan


"yaaa... aku pikir kamulahah yg lari dari kenyataan" sambung Romi begitu santai

__ADS_1


"Sial!!! umpat Abizar "Jika aku tahu yg sebenarnya aku tidak pernah melakukan hal itu kau tahu saat itu aku benar-benar kehilangan akal sehatku"


"Jadi bagaimana sekarang? apa kamu mengakui bahwa kamu masih mencintai dia?!" selidik Romi menerawang raut wajah Abizar


"Aku tidak tahu, tapi yg aku rasa saat ini adalah penyesalan karena tidak mempercayai dia dan meninggalkan dia saat dia mengalami musibah yang sangat besar" Aku Abizar


"Yaaa... kita memang tidak pernah tahu apa yg akan terjadi kedepannya, namun dengan kejadian dimasa lalu jadikan itu satu pelajaran bahwa kepercayaan itu di atas segalanya dan kita perlu mendengarkan klarifikasi bukan hanya sekedar mempercayai apa yg kita lihat tanpa kita tahu kebenarannya" ultimatum Romi pada Abizar


"hhmm... ini semua tidak akan pernah aku lupakan" Ucap Abizar terlihat jelas kesedihannya yang telah dia lakukan dimasa lalu karena tidak mempercayai wanita yang pernah sangat penting dalam hidup nya.


*******


di sore harinya Abizar menepati perkataan nya dan pulang tepat waktu, saat dia membuka pintu Apartement terlihat sangat sepi seperti tidak ada pergerakan sama sekali, dia meletakkan bahan makanan yg dia beli saat diperjalanan kembali dan meletakkan nya di dapur, kemudian dia naek keatas menuju kamarnya untuk berganti pakaian.


Saat melewati kamar Arsyila Abizar melihat pintunya tidak tertutup rapat, karna belum melihat Arsyila sejak dia kembali Abizar mendekati pintu dan sedikit mengintip dan melihat Arsyila yg nampak berbeda dari yg dia lihat sebelumnya, yg biasanya nampak kuat dan angkuh tapi kali ini yg Abizar lihat Arsyila terlihat sangat rapuh dan ada kesedihan dari raut wajahnya yg hanya diam melihat kearah kaca transparan.


kini Abizar mulai mengerti, selama ini Arsyila Yelah menyembunyikan segala nya sendiri dan tidak pernah membagi ataupun memperlihatkannya pada orang lain.


aku tidak pernah tahu kamu memiliki sisi dimana kamu menyimpan perasaan ini sendiri dan tidak pernah mau membagikan luka dihatimu pada siapapun dan memperlihatkannya.. Maaf


hanya kata itu yg dapat Abizar luntarkan dalam benaknya namun tak pernah keluar dari mulutnya


"apa jangan bohong kamu?!" Abizar mendapat kejutan luar biasa saat menerima panggilan saat dia tengah fokus dengan pekerjaan nya dirumah kerja.


"Baek... aku mengerti"


Kemudian Abizar mematikan panggilan dan duduk diam untuk sementara waktu dia menatap diam ponselnya untuk menenangkan pikirannya karena berita dari panggilan yg dia dapatkan.


Setelah beberapa waktu berlalu Abizar mulai merasa tenang dia beranjak berdiri dan keluar dari ruang kerjanya mencari sesuatu yg membuat dirinya benar-benar merasakan sesak didada.


"Kamu sudah kembali?" Arsyila yg juga baru keluar dari kamarnya terkejut karena tidak menyadari bahwa Abizar sudah pulang


"Hhmm...


Dengan cepat Abizar melangkah mendekati Arsyila dan tanpa persetujuannya dia langsung menariknya dan memeluk Arsyila begitu erat sehingga Arsyila terlujak kaget diam mematung

__ADS_1


"hay... apa yg kamu lakukan!!" marah Arsyila dan memberuntak ingin lepas dari delakapan Abizar dan mendorong dadanya dengan keras hingga Abizar terlepas dari pelukannya dan mundur beberapa langkah namun tidak berselang lama tiba-tiba sesuatu yg keras menerpa wajahnya.


Plaakk


"Beraninya kamu!!!"


Braakk


Arsyila langsung berbalik masuk kedala kamar membanting pintu dengan amarah yg meluap dan tanpa berpikir panjang dia langsung memberiskan barangnya kedalam tas dan membawa nya bergegas dia kembali membuka pintu yg ternyata Abizar masih berdiri mematung sambil memegangi wajahnya yg terasa panas karena tamparan keras Arsyila yg tiba-tiba.


Tanpa mengatakan apapun Arsyila berlalu begitu saja melewati Abizar dan menurunu tangga dengan tergesa-gesa sebelum Abizar mencegahnya lagi, ini kesempatan baginya karena Abizar masih belum tersadar dari keterkejutan, bahkan Arsyila sendiri merasa terkejut dan merasakan tangannya gemetaran karna sebelum nya dia tidak pernah kasar apalagi sampai memukul seseorang, terlebih lagi dia adalah Abizar seseorang yang sangat berharga di hidup nya sebelum nya.


"Jangan pergi"


Abizar yg menyadari bahwa Arsyila berniat untuk pergi segera berlari menuruni anak tangga mengejar Arsyila yg sudah hampir membuka pintu, dia langsung memeluk Arsyila dari belakang dan membenamkan wajahnya diantara bahu dan leher Arsyila.


"Maaf... aku hanya terbawa suasana dan membuatmu terkejut, aku berjanji setelah ini tidak akan melakukannya lagi tanpa persetujuan dari mu"


"Hahahaha.. atas dasar apa aku harus percaya denganmu" Arsyila tertawa namun tawanya terdengar begitu memilukan membuat Abizar merasakan betapa menyakitkan nya jalan hidup yg Arsyila rasakan selama ini.


"Aku tahu.. kamu tidak aka percaya dengan ku, tapi ku Mohon jangan pergi, kau tahu diluar sana seseorang sedang mengincari kamu untuk melukai kamu dan aku tidak bisa membiarkan hal itu terjadi"


"Bukankah lebih baek jika aku mati lebih cepat, tuh tidak ada lagi yg membuatku ingin bertahan, aku sudah mati sejak 5 tahun yg lalu"


Deg


Sesak perih sakit bagai ditikam diulu hati Abizar menutup mata mengeratkan pegangannya memeluk Arsyila yg ada didepannya.


ternyata ini tidak sebanding dengan rasa sakit saat melihat Arsyila 5tahun yg lalu saat aku berpikir dia menghianati ku, aku telah memberi luka yg tidak akan dapat aku obati dengan cara apapun.


aku tidak hanya melukai hatinya namun batinnya, hingga akhirnya dia menjadi seperti ini, maafkan aku karna kebodohan ku aku membuat orang yg sangat penting dalam hidup ku menjadi seperti ini


"Lalu bagaimana dengan ibumu apa kamu tidak menyayangi nya lagi? apa kamu mau meninggalkan dia sendiri didunia ini" ucapan Abizar mampu membuat Arsyila bungkam tanpa dia sadari pertahanan yang dia buat begitu kukuh hancur begitu saja dia melemah dan langsung terduduk, beruntung Abizar masih memeganginya sehingga Arsyila tidak jatuh dengan keras dilantai.


"Aku tahu dunia ini kejam, tapi kamu tidak harus merasa sendiri dan menutup mata, percayalah semuanya akan berlalu, tapi kumohon jangan mencuba pergi dari ku"

__ADS_1


Arsyila tidak mengatakan apapun dia mendengarkan apa yang Abizar katakan, namun dia hanya bisa menangis dan terus menangis dia lupa bahwa masih ada yg membutuhkan dirinya ya itu orang tuanya satu-satunya


__ADS_2