
Abizar mengepalkan genggaman tangan nya dia tidak pernah tahu semua yg terjadi dan terus menutup kata dan telinga tanpa mau tahu apa yg terjadi.
"Lalu bagaimana dengan kejadian di kamar hotel itu? kamu berpikir itu rekayasa? Romi aku melihat dl segalanya dengan mataku sendiri" ucapnya menatap tajam, bayangkan hari itu terasa masih sangat jelas di ingatan Abizar
"Saat kamu tiba apa Arsyila sedang bercumbu? apa dia bertelanjang? apa kamu melihat pria itu ada disana dan saling tindih menindih?"
"Tidak...
" Lalu kesimpulan apa yg membuat kamu begitu percaya bahwa dia benar-benar menduakan kamu abi?! " kesal Romi mulai geram
"Malam itu aku menunggu dia di restoran hotel itu untuk merayakan hari ulang tahunnya, tapi berjam-jam aku tidak juga mendapatkan kabar darinya dan saat aku membuka pesan aku menemukan pesan yg menyuruhku datang kekamar hotel disana dan saat aku tiba di depan kamar itu aku berpapasan dengan seorang pria yg pergi berlari dengan cepat.
aku tidak sempat untuk menangkap nya, namun yg berada didalam kamar itu menarik perhatian ku dan aku sangat terkejut saat mengetahui bahwa itu adalah dia" sesal Abizar nampak terluka
"Apa kamu sudah memeriksa rekaman?!
" Sudah... dan rekaman itu sudah ada yg merusaknya!"
"Kapan kamu melihat rekaman itu?! "
"Kemarin, aku menyuruh seseorang untuk menyelidiki semuanya"
"Itu jelas bahwa seseorang berencana untuk memisahkan kalian berdua, seingatku Arsyila dan keluarganya tidak tahu status kamu yg sebenarnya siapa saat itu, aku menebak itu dari pihak kamu Abizar"
"Apa maksudmu?! "
"Abi.... belajarlah dari pengalaman kamu dimasa lalu, itu artinya ada seseorang yg menargetkan kamu bahkan kamu lihat beberapa hari yg lalu setelah Arsyila bertemu kamu kembali ada yg berencana untuk melenyapkan dia, itu artinya seseorang tidak menginginkan kalian untuk bersama karna orang itu merasa usahanya untuk memisahkan kalian sudah tidak berguna dan satu-satunya cara hanya membunuh dia saja"
"Akkhh.... BRENGSEKNYA!!! " Abizar sangat geram dan mengepalkan genggaman tangan nya sangat kencang dia benar-benar menyesal karna sudah menganggap segalanya biasa saja tapi segalanya tidak sesepeli yg dia pikirkan dibalik jebakan yg menjerat Arsyila mengaitkan segala kemungkinan besar yg mungkin ada sangkut pautnya dengan pertikaian perebutan kekuasaan di keluarganya selama ini"
__ADS_1
"Abizar... apa yg akan kamu lakukan setelah ini?!" tanya Romi mulai merasa lega bahwa Abizar mulai tahu kebenarannya
"Apa aku pantas meminta maaf atas segala? Romi ini mungkin perbuatan Keluarga ku"
"Ada baeknya kamu memperbaiki keadaan Abi bagaimana pun Arsyila yg sesungguhnya sangat rapuh dia membutuhkan kamu, aku takut karna guncang yg begitu hebat itu akan mempengaruhi mentalnya dan kamu melihatnya sendiri dia membutuhkan perlindungan dan orang yang bisa melindungi dia hanya kamu saja, jika orang yang menargetkan dirinya benar-benar adalah keluarga kamu, maka itu sesuatu yg harus kamu perjuangan untuk terus melindungi dia"
"menurutmu seperti itu?!"
"ya... sual bukti kebenaran dia tidak bersalah kita memang tidak tahu kapan kita akan mendapatkan nya, tetapi dari kesimpulan apa yg kamu dapatkan itu sudah cukup membuktikan bahwa Arsyila sama sekali tidak bersalah dia hanya korban dari skandal ini"
"hhmmm...
"Abizar aku percaya bahwa Arsyila hanya akan aman dan bisa bahagia dengan kamu.. dan ingat kepercayaan dalam setiap hubungan itu sangat penting.
Belajarlah dari kejadian dimasa lalu dan jangan sampai hal serupa membuat kalian terpisah kembali" Romi menepuk pundak Abizar dan berlalu pergi saat ini merika berada di dalam Apartemen mewah milik Abizar
dirumah sakit
Arsyila melepaskan jarum infos yg ada dipunggung tangannya, walaupun dia merasa sedikit lemah dia tidak tahan untuk terus berada dirumah sakit terbaring diam tidak melakukan apapun dia memutuskan untuk pulang dan beristirahat dirumah.
"Apa yg kamu lakukan" Tiba-tiba suara yg begitu sangat arsyila kenali terdengar berat di pendengaran nya dia langsung menolehkan kepalanya terkejut melihat Abizar sudah berjalan masuk dan menarik tangannya untuk dia lihat.
"Berdarah" ucapnya mengerutkan kening tidak senang mengambil tisu diatas meja dan membersihkannya
"Tidak apa-apa" sahut Arsyila dan menarik tangannya kembali dia merasa heran dengan perubahan Abizar yg tiba-tiba seperti ini, apa karena kejadian malam itu pikirnya
Abizar merasa tidak enak hati mendapat sikap dingin Arsyila, dia tahu semua ini salahnya jika dia mau mendengarkan penjelasan Arsyila saat itu mungkin segalanya tidak akan berubah menjadi seperti ini.
"terimakasih banyak karena sudah menolong saya malam itu"
__ADS_1
"Apa kamu Baek-baek saja?!" Abizar bukan membalas ucapnya malah bertanya hal laen
" Sudah tidak apa-apa, bengkak nya sudah mulai mengecil dan luka mekarnya tidak akan lana juga akan hilang"
"syukurlah kalau begitu... kemana kamu akan pulang?"
"Saya tinggal dikost tidak jauh dari sini" kemudian arsyila mengamankan tasnya bersiap untuk pergi
"Apa itu aman? kamu tahu seseorang sedang menargetkan kamu tinggalah bersama denganku untuk sementara waktu sampai keadaannya sudah membaek".
Arsyila terdiam saat mendengar ucapnya, dia sadar memang ada kemungkinan orang itu akan datang lagi ditambah lagi jelas orang itu menargetkan dirinya.
tidak ada kemungkinan bahwa Arsyila masih berada dalam bahaya, tapi siapa dia mengapa harus tinggal di tempat orang asing pikirnya.
"Tidak terimakasih... saya bisa menjaga diri saya sendiri"
"Apa kamu yakin?! kau lihat kondisi kamu sekarang bahkan ditempat yg jelas ada orang lain pun kamu masih dalam bahaya"
mendengar penuturan Abizar Arsyila merasa tidak tahan lagi dan menatap lekat wajah Abizar yg terlihat tidak seperti sebelumnya penuh kebencian "Saya rasa anda berlebihan, ini masalah pribadi saya walaupun nyawa saya memang harus berakhir ditangan orang itu, itu tidak akan menjadi masalah untuk anda.
Saya bisa menjaga hidup saya sendiri terimakasih karena sudah menolong saya sebelumnya"
"Aku tahu kamu akan seperti ini" ucap Abizar lalu dia melangkah pasti kearah Arsyila yg berubah waspada, namun dia tidak pernah menduga bahwa Abizar keras dengan pendiriannya tiba-tiba berjungkuk dan langsung menggendong Arsyila di pundaknya.
"aahhhh... apa yg kamu lakukan?!"
"menculik kamu" sahutnya tertawa dan berlalu pergi meninggalkan ruangan rawat Arsyila, Romi yg melihat ini tertawa kecil sambil memperhatikan dari kejauhan alangkah baiknya jika merika kembali bersama.
Arsyila yg mendengar itu terdiam dan sangat bingung mengapa dia merasa Abizar terasa seperti dirinya yg dulu lagi.
__ADS_1