
"Romi?!"
panggil Arsyila dia tidak lagi bercanda dia mentap lekat wajah tampan Romi yg juga memfokuskan pandangannya pada Arsyila, ada kelembutan tiada tara yg dia berikan nya untuk Arsyila yg begitu sangat lama sudah tidak dia temui selama ini bahkan dia tidak menyangkal bahwa dia juga merindukan nya.
Saat dia kembali melihatnya untuk pertama kali nya setelah sekian lama ternyata apa yg dia rasakan masih sama seperti dulu yg dia rasakan Romi masih menyimpan rapat perasaan yang telah dia beri dinding kukuh untuk dia tutup agar tidak pernah ada yg tahu bahwa dia juga sangat mencintai Arsyila seperti Abizar namun cara Romi mencintai arsyila berbeda dari Abizar dia akan lebih bahagia jika orang yang dia cintai bahagia bersama dengan orang yang dia cintai, awalnya dialah yg mengenal arsyila lebih dulu dan memperkenalkan dirinya pada Abizar namun dia tidak pernah berpikir bahwa mereka akan saling menyukai dan pada akhirnya Romi memilih untuk mundur.
sepersekian detik setelah melihatnya lagi bukannya Romi mengalami hal biasa melainkan perasaannya sendiri semakin mendalam, dengan Arsyila yg semakin dewasa menunjukkan bahwa dia benar-benar murni cantik apa adanya, dia terlihat berpenampilan biasa namun jika dilihat dengan benar ada sesuatu yang berbeda pada diri Arsyila yg tidak diketahui kebanyakan orang.
"Kamu ingin aku berbicara sebagai temanmu atau untuk dia?" tanya Arsyila mengguyahkan lamunan Romi
"untuk Teman-teman ku!!" sahut Romi mantap
"okey.. baek!! satu pertnyaan untuk mu jika suatu hari kamu menemukan bahwa pasangan kamu berselingkuh apa yg akan kamu lakukan?!"
"Itu mudah... aku akan memaafkannya jika itu kamu" Sahut Romi lugas dia terkekeh pelan
__ADS_1
"Berhenti... aku tidak lagi bicara!!" Arsyila sudah mencuba menetralkan emosinya dan ingin mulai terbuka namun Romi malah bercanda dengan nya padahal dia juga yg ingin tahu apa sebenarnya yg terjadi antara dirinya dengan Abizar
"Yayaya... Maaf aku akan serius! " Romi menghentikan tawanya dan menatap serius pada Arsyila lagi
"Apa yg akan kamu lakukan saat kamu mengetahui bahwa kekasih kamu tiba-tiba tidur dikamar hotel bersama pria lain?! "
"Mungkin aku akan membunuh nya" Sahut Romi inting namun itu membuat arsyila tersenyum pahit
"Sudah ketebak" Sahut arsyila membuang nafas beratnya "Romi kadang-kadang hal-hal tidak seperti yang terlihat, hanya sedikit orang yg berpikir bahwa apa yg mereka lihat mungkin tidak seperti yang mereka pikirkan.
Bisa saja pasanganmu itu telah dijebak dan tidak tahu bahwa dia telah dibius dan saat terbangun ada pria asing disamping nya"
"BRENGSEK... !!!
" Jadi kamu dijebak? siapa yg melakukan nya?! Romi tidak lagi dapat duduk tenang dia bangkit berdiri dan memikirkan sesuatu sambil terus menatap Arsyila yg tidak mau menatap dirinya
__ADS_1
"Aku juga tidak tahu yg pasti orang yg sudah menjebak ku menginginkan kami untuk berpisah"
"Lalu apa kamu pernah mencuba menjelaskan bahwa kamu tidak bersalah? "
"Tidak... dia tidak pernah memberikan kesempatan untuk ku"
"Apa kamu masih ingin menjelaskan yg sebenarnya terjadi? Arsyila Abi berhak tahu yg sebenarnya"
"Dia tahu atau tidak.. itu sudah tidak penting lagi, sudah 5tahun itu sudah dimasa lalu dan aku tidak ingin terus menerus tenggelam dalam kesalahan yg tidak pernah aku lakukan"
"Apa kamu sudah menyerah pada Abi?! "
"Ya... sejak dia pergi dan menghilang aku tidak lagi pernah mengharapkan dia kembali, itu adalah hari terberat dalam hidupku Romi, aku dikeluarkan dari kampus dan dihari itu juga Keluargaku hancur Papa dan kakaku meninggal dalam kecelakaan dan Mama ku hampir gila karena pukulan keras karena kehilangan dua orang yg dia cintai dan setelah kematian Papa seluruh hartanya juga habis disita karena Papa dituduh korupsi menyalah gunakan uang perusahaan Farmasi miliknya sendiri.
Romi tidakkah ini sangat berat hanya untuk seorang wanita seperti ku?! Aku telah salah menilai Dia, aku pikir dia mencintai ku dan mempercayai diriku tapi ternyata dia pengecut rasa cintanya hanya sebuah bualan saja!!
__ADS_1
Saat ada masalah datang dia lari dan pergi meninggalkan aku yg sesungguhnya hanya korban dan sedang terpuruk saat itu" Buliran bening air mata yg tidak pernah Arsyila perlihatkan pada orang lain kini mulai mengalir deras dipelupuk matanya luka lamanya kembali terkuyak dia terisak kecil sambil menutupi kedua wajahnya sambil duduk disofa memeluk kedua lututnya, Romi yg melihat ini sungguh tidak tahan dia langsung duduk dan menarik Arsyila kedalam dekapan nya agar Arsyila merasa sedikit lebih tenang.
"Maaf... Maafkan aku, aku sungguh tidak tahu apa yg terjadi saat itu aku berada diluar negeri dan aku kehilangan kontakmu" Jika bukan karena dia tidak tahan melihat kebahagiaan Arsyila dan Abizar saat itu, mungkin Romi tidak akan memilih untuk tinggal di luar negeri Melanjutkan studinya.