
ke esokan harinya, Abizar tidak langsung bekerja dia menunggu siang hari untuk berangkat karena masih ada yang ingin dia bicarakan dengan Arsyila, karena Arsyila akan bekerja siang sampai malam.
dia juga masih ada di apartemen, tetapi dia bangun tidak sepagi seperti sebelumnya.
Saat Arsyila duduk dibalkun sambil melihat Ponselnya Abizar datang dan juga duduk di samping nya sambil menyerahkan segelas kopi
"Ada satu hal yg ingin aku katakan padamu, tapi aku harap kamu jangan bersedih" ucap Abizar
"Apa itu?! "
"Saat kita bertemu dengan nyonya Vanesa hari itu, aku meminta Jimmy untuk menyelidiki segalanya, bahkan aku juga menaruh beberapa orang ku dirumah dan juga perusahaan papa kamu"
"Abizar hentikan semua ini, ini akan membahayakan kamu"
"Tidak ini tidak akan terjadi.. Merika tidak akan bisa melawan ku"
"Kamu sangat percaya diri, aku hanya tidak mau kamu sampai terluka seperti keluargaku" kesal Arsyila
"Kamu tahu sesuatu?! " tanya Abizar menelisik, melihat bagaimana reaksi Arsyila seperti nya dia tahu sesuatu.
"Ya sedikit banyaknya aku sudah tahu seluk beluk bagaimana cara culas Om Farhan"
"Lalu apa kamu juga tahu kalau saat ini, perusahaan papa kamu hanya cangkang kosong? merika hanya menunggu waktu kebangkrutan terjadi diperusahaan papa kamu"
"Apa?!! apa sebenarnya yg terjadi? " Arsyila terkejut setelah mendapat kabar ini dia sama sekali tidak tahu apapun
"Gaya hidup nyonya Vanesa dan Anaknya yang suka menghamburkan uang dan gila judi membuat Om kamu tidak bisa berbuat apapun dan dengan bantuan beberapa orang dalam dia berhasil menggelapkan uang perusahaan ditambah lagi dia juga punya simpanan yg sudah jelas dia memerlukan lebih banyak uang"
"Keterlaluan..!! merika benar-benar tidak dapat di maafkan" Arsyila tidak pernah menduga kalau keluarga ini ternyata lebih menyedihkan dari yg dia duga.
"Jika aku ingin mengambil alih kekuasaan diperusahaan papa kamu, apa kamu mengijinkannya"
"Apa bisa?! " tanya Arsyila lemah, dia tidak tahu harus bagaimana lagi
"jika kamu mengijinkannya apapun bisa aku lakukan" ucapnya lembut
"Maka tuan Abizar, seberapa kaya dan berkuasa nya dirimu?! " canda Arsyila tergelak tawa
"Aku tidak harus menjelaskannya, jika kamu berkata ya maka aku akan melakukannya"
__ADS_1
Abizar begitu sangat lembut belum waktunya bagi Arsyila mengetahui siapa Abizar yg sebenarnya, sedangkan Arsyila tidak dapan memungkiri bahwa Abizar lah pria terbaek yg pernah dia kenal sebelum nya
"Abi... aku mohon tolong jangan biarkan perusahaan itu hancur, papa begitu banyak melakukan pengurbanan dan bersusah payah mendirikan perusahaan itu bagaimana bisa aku membiarkan nya hancur didepan mataku sendiri, aku tidak akan mampu"
"Baek akan aku anggap ini adalah persetujuan dari kamu dan apa aku boleh meminta sesuatu juga darimu?! "
"Apa itu"
"Menikahlah denganku"
Deggh
lagi Abizar membuat Arsyila gugup dan merasa ini seperti sebuah mimpi yg tidak pernah dia bayangkan sama sekali
"kenapa harus menikah?! "
" ada beberapa hal yg sulit untuk dijelaskan dan ini adalah tanggung jawab yg sangat besar dan bereseku!! dan aku tidak akan leluasa melakukan apapun jika aku tidak memiliki kendali apapun untuk mengambil kembali perusahaan papa kamu, kamu adalah kuncinya.
Bagaimana pun kamu adalah ahli waris yg sebenarnya, setelah aku berhasil mendapatkan kembali perusahaan papa kamu maka aku akan menyerahkan nya untuk mu dan tentang pernikahan, bukan hanya ini alasanku.
aku memiliki alasanku sendiri ingin menikah denganmu dan kamu harus tahu sekali menikah maka sampai kapanpun aku tidak akan pernah melepaskan ataupun mempermainkan karena kita tahu pernikahan bukanlah sesuatu permainan, aku bersungguh-sungguh ingin menikahimu "
disatu sisi satu-satunya peninggalan sang papa terancam hancur dan disisi lainnya dia masih belum tahu siapa Abizar yg sebenarnya. dia adalah pria yg misterius, sejak awal merika bertemu Abizar terus menyembunyikan siapa dirinya yg sebenarnya, tetapi kepercayaan yang Arsyila miliki untuknya entah bagaimana begitu kuat, bahkan saat dia pernah meninggalkan dirinya dan memberikan luka, begitu mudahnya Arsyila dapat memaafkannya begitu saja.
"Abizar... Aku mau menikah dengan kamu"
Deggh
Abizar langsung menoleh ke arah Arsyila dan menatapnya penuh keraguan, apa dia salah mendengar? dia ingin mendengar nya sekali lagi untuk memperjelas pendengaran nya.
"Aku mau menikah dengan kamu Abizar, alasan ku adalah aku percaya dengan setiap keputusan yang kamu buat, aku tidak peduli dengan siapa kamu, apa pangkat dan status kamu, yg aku yakin adalah kamu benar-benar baek untuk ku dan bisa menjagaku itu sudah cukup membuatku merasa Aman dan terlindungi, dan aku akan melakukan peranan layaknya seorang istri seperti seharusnya "
Jawaban Arsyila yg begitu lugas dan penuh dengan pengertian membuat Abizar merasa hatinya diliputi dengan penuh kebahagiaan dia langsung menarik Arsyila kedalam dekapan nya dan menghujani keningnya dengan kecupan
"Terimakasih.. aku tahu cuma kamu wanita yg paling mengerti aku!! " Mata Abizar nampak berbinar bahagia, rasa bahagia nya melebihi saat mendapatkan tinder Miliaran, sungguh rasa bahagia nya tidak dapat dia ungkapkan dengan kata-kata.
*******
Abizar tidak membuang waktu dia memutuskan untuk membawa Arsyila besok ke Bandung untuk menemui Orang tuanya dan menikahinya langsung disana dia tidak ingin menunda-nunda lagi, sudah cukup perpisahan 5 tahun lamanya bagi merika berdua.
__ADS_1
"Aku akan menjemput kamu nanti malam" Abizar mengantarkan Arsyila kerumah sakit bersamaan akan pergi bekerja juga
"Tidak perlu.. aku bisa naek taksi online, kamu pasti lelah" tolak Arsyila tersenyum
"Tidak akan, bagaimana bisa aku membiarkan calun istri ku pulang sendiri dimalam hari naek taksi, itu berbahaya" tolak Abizar tidak mau kalah, dia paling tidak menyukai jika ada penolakan apa lagi orang itu Arsyila.
"hahaha... Baiklah nanti malam jam 8 pekerjaan ku selesai, jika keadaan darurat aku bisa saja tidak bisa tepat waktu" dia memperingati Abizar sambil tertawa
"Bukan masalah, aku akan menunggu"
"Baiklah aku turun, kamu Hati-hati dijalan"
"hhmm"
Arsyila turun begitu saja dengan Abizar yg terus mengamati di dalam mobil sampai Arsyila masuk kedalam rumah sakit, tidak ada kata romantis atau kecupan hangat tapi dengan cara seperti ini sudah membuat Arsyila dan Abizar merasa puas.
Cara merika memperhatikan satu sama lain itu sudah dari kata lebih dari cukup, melebihi sekedar kata-kata ataupun kecupan
apa lagi saat ini merika masih belum memiliki ikatan apapun dan Abizar sangat menghargai wanita, terlebih lagi Arsyila yg sangat dia hargai dia bukan wanita yang mudah dan akan dengan mudahnya dekat dengan seseorang apalagi seorang laki-laki.
Sesampainya Abizar di dalam ruangan nya Jimmy memeberikan amplop coklat besar untuk Abizar dan disambut Abizar dengan anggukan pelan
"Semua yg anda inginkan ada didalam amplop ini tuan muda"
"Bagus... lalu bagaimana dengan para pemilik saham? setidaknya aku harus memiliki 60% dari sahamnya agar aku bisa menjatuhkan pria tua itu"
"Tuan Farhan memiliki 40% sedangkan nyonya Vanesa memiliki 20% dan sisanya milik para pemegang saham tuan muda, kita bisa menekan merika dengan memberikan tahu bahwa perusahaan sudah diujung tanduk"
"tidak aku punya caraku sendiri.. kita mulai dari Nyonya Vanesa setelahnya pria serakah itu dengan itu Om Farhan tidak akan bisa berbuat apapun dan harus memberikan kembali apa yg sudah dia ambil"
"Tapi tuan muda, anda akan mengeluarkan dana yg tidak sedikit, dan perusahaan itu sudah diambang kehancuran"
"Uang bukan masalah.. tapi jika perusahaan itu kembali ketangan yg benar dan seharusnya memiliki hak penuh itu akan kembali berkembang dan membaik"
"Anda benar tuan muda"
Jimmy merasa salah karena sudah meragukan Abizar, dia lupa bagaimana seorang Abizar yg diusia mudanya sudah menjadi seperti ini.
dengan bakat dan kemampuannya bahkan perusahan yg sudah dinyatakan bangkrut bisa berdiri tegak kembali dengan berjalan nya waktu, tapi sayang tidak ada yang bisa mengetahui bahwa Abizar lah orang yang selama ini dicari orang-orang dari keluarga Erickson, bahkan Arsyila yg begitu lama dekat dengan nya pun tidak pernah tahu.
__ADS_1