
Setelah beberapa hari bekerja Arsyila memutuskan untuk meminta untuk mengambil Sip malam, dia berpikir bahwa dia hanya akan seperti biasanya tidak bisa tidur dari pada hanya uring-uringan dia memutuskan untuk tetap bekerja dimalam hari, dan semenjak hari itu arsyila tidak lagi pernah mau masuk kedalam ruangan Abezar.
Saat jam 10 malam Arsyila kembali dari luar membeli nasi goreng untuk dia makan dia melihat panggilan darurat dari kamar Abizar yg menandakan dia memanggil perawat.
"kemana semua orang?!" keluh arsyila bertanya-tanya dia sungguh tidak ingin lagi kembali kekamar itu walaupun dia tidak mendapatkan teguran karna tidak melakukan tugasnya untuk merawat Abezar.
Saat Arsyila mengetuk pintu dan membuka nya dia masuk perlahan dan melihat kearah ranjang yg terlihat abi sedang uring-uringan dan tidak menyentuh makanan yang dia miliki sama sekali.
"Apa anda perlu...
" bawa makanan ini pergi, aku tidak suka!" Gumamnya tanpa membiarkan Arsyila menyelesaikan ucapannya dan sama sekali dia tidak menoleh pada Arsyila
Arsyila tidak mengatakan Apa-apa dia melihat ke nampan yg berisi makanan yg cukup lezat namun sudah dingin tapi karena dia tidak menyukainya apa boleh buat dia harus membawanya pergi.
"Tunggu apa yg kamu bawa?" Abizar mencium aroma yg sudah sangat lama tidak dia rasakan dan itu membuatnya tertarik untuk melihat kekantong krisik bawaan Arsyila.
"ini hanya nasi goreng biasa"
"tinggal kan itu disini"
__ADS_1
"Apa?!" Arsyila tidak menduga bahwa Abi akan mengatakan hal itu
"Maaf... sepertinya anda salah disini, makanan anda ada disini bukan milik saya" Arsyila kembali meletakkan nampan ke hadapan Abizar dan ingin berlalu pergi membawa bungkusan miliknya
"jadi seburuk ini pelayanan rumah sakit disini? sungguh sangat buruk!" gumamnya
"maaf saya rasa bukan pelayanan rumah sakit ini yg buruk melainkan tempramen anda yg mungkin bermasalah disini"
"kamu... apa yg kamu cuba katakan?!" kesal Abizar tidak suka
"tidak ada... tapi maaf ini milik saya buka milik anda jadi terserah saya mau memberikannya ataupun tidak" kemudian arsyila berbalik dan ingin pergi dengan wajah tersenyum yg membuat Abizar terpana
Deggh
pertanyaan yang telah Abizar luntarkan bagaikan tusukan belati yg langsung menghantam lubuk hati terdalam Arsyila, dia langsung berbalik dan menatap tajam pada Abizar yg tertawa meremehkan menyiratkan sesuatu.
"sebagai seorang pria yang terhormat rasanya tidak pantas bagi anda untuk mencela yg hanya seorang perawat kecil seperti saya" gumamnya masih menahan rasa sakit hati
"Rasa hormat saya hanya ada untuk orang-orang yang tertentu, yg tentunya memiliki kepribadian yang baek dan tidak suka mempermainkan perasaan orang lain"
__ADS_1
"tahu apa anda tentang saya? jika anda hanya ingin memujukkan saya sebaiknya anda tidak melakukan hal itu" Arsyila masih bersikap sabar dalam nada bicaranya
"hahahaha... kamu masih mempertanyakan?! apa kamu sudah melupakan segalanya?! bagus... memang wanita seperti kamu memang pantas diberi penghargaan orang tidak setia!!" Abizar bagaikan burung gagak yang siap memangsa
"Anda ternyata masih membawa masa lalu bukan?!.. Setia atau tidaknya saya, hanya saya yg tahu itu, orang lain hanya akan berasumsi dan menilai apa yg mereka lihat dan memberikan komentar pedas tanpa ingin tahu apa yg sebenarnya.
Saya sudah terbiasa dengan itu, dan jika dikemudian hari anda akan tahu segalanya saya harap anda tidak akan menyesalinya karena semua tidak lagi sama" ungkapan Arsyila berhasil membungkam Abizar yg terdiam dengan kemarahan nya, Arsyila tahu perkataan nya mungkin akan melukai perasaan Abizar tapi dia juga tidak bisa terus dian dan membiarkan nya terus menerus dihinakan.
"hahaha.... Aku tidak akan pernah berpikir untuk kembali!!" gumam Abizar
"itu bagus...Saya juga tidak pernah mengharap akan hal itu lagi, yg paling saya sesali adalah kenapa saya menerima tugas ini dan memberi peluang untuk diri saya sendiri harus bertemu kembali dengan orang seperti anda?! jika saya bisa memilih saya lebih baek hidup di Desa terdalam daripada harus bertemu anda kembali"
"ide bagus... ada baeknya aku tidak melihat wajahmu lagi" Sahut Abizar
"____"
"buang buang waktu!!"
Arsyila tidak pernah merasa se depresi menghadapi Abizar yg ternyata memiliki mulut pedas seperti ini, dia dulu begitu lembut dan penyayang, perhatiannya lah yg membuat Arsyila begitu saja jatuh cinta dengannya, namun segalanya tidak lagi sama semuanya sudah berubah.
__ADS_1