
Arsyila keluar dari kamar rawat Abizar dengan wajah tersenyum namun setelah dia berada diluar kamar wajah Arsyila berubah menjadi benar-benar murung bahkan dia tidak menyadari saat dia terus berada dijalur jalannya ada seseorang yang sedang memanggilnya berkali-kali
"Arsyila...
"hah... ya?" tepukan dipundak nya menyadarkan Arsyila dari lamunannya
"huhh... ternyata benar-benar kamu" desahnya lega
"Amira kamu Amira?" Arsyila terkejut saat menyadari bahwa itu adalah teman lamanya dimasa kuliah dulu.
"hhmm... ya aku, siapa lagi kamu pikirkan? tunggu apa kamu bekerja disini? kenapa kamu tidak pernah memberiku kabar? dimana saja kamu selama ini apa kamu tidak sayang lagi denganku ayu katakan" tanya Amira bertubi-tubi
"ya ampun sudah sangat lama tapi kamu masih saja seperti dulu... kalau nanya bisa nggak satu-satu?" Arsyila tertawa kecil mutnya sedikit terangkat saat melihat siapa yg ada disamping dirinya
"tidak bisa.. kamu temen macam apa sih ngilang nggak ada kabar?"
"Amira... aku akan cerita tapi nanti.. okey?" ucap Arsyila menarik temannya pergi dari tempat itu dengan langkah cepatnya.
"ya tentu.. kamu berhutang penjelasan begitu banyak denganku, bahkan untuk satu hari aku rasa tidak cukup untukmu memberitahu aku segalanya bukan?!"
"Hhmm... kamu benar!" sahut Amira antusias
__ADS_1
Arsyila belum terlalu hapal seluk belum rumah sakit tempat dia bekerja karena Amira yg lebih tahu dia membawa Arsyila pergi ke kantin dan mulai minum disana
"Jadi... dimana kamu selama ini? sudah 5tahun kamu menghilang dan sekarang kamu tiba-tiba muncul lagi tidakkah ini membuat aku hampir gila?!!"
Arsyila tersenyum ringan sambil mengaduk Coffee yg sudah dia pesan pandangan matanya tidak lepas dari adukan coffee yg berada di dalam gelas miliknya
"Amira... aku tinggal di bandung selama ini, kau tahu tentang peristiwa itu bukan?!" Dia tidak menutupi luka dimasa lalunya saat berhadapan dengan Amira karena Arsyila tahu Amira teman yg berbeda walaupun dia ceroboh dan banyak bicara dia pandai dalam menyimpan masalah serumit apapun.
"hhmm... aku tahu dan saat berita itu menyebar aku mencari kamu di mana-mana bahkan kerumahmu tapi aku tidak menemukan siapapun" Desah Amira merasa sedih untuk temannya itu
"Aku diberhentikan setelah dekan mengetahui masalah itu, mereka tidak memberiku toleransi dan tidak mau mendengar penjelasannya.
aku tidak punya bukti apapun sampai saat ini... Amira apa kamu percaya bahwa aku tidak sama sekali melakukan hal itu?! Tanya Arsyila melihat Amira penuh harap dia tahu tidak seharusnya dia bertanya hal itu tapi tetap saja dia melakukan nya
"Tapi dia tidak mempercayai ku" Arsyila tersenyum masam jika teringat tentang hal itu ditambah lagi sekarang mereka harus bertemu kembali
"hahh?? jadi selama ini kalian... perkataan Amira terhenti saat dia melihat anggukan Arsyila yg sudah jelas menyiratkan sesuatu yang pasti
" Hari itu adalah ulang tahun ku dan dimana aku kehilangan segalanya... Arsyila menatap kearah laen dia tidak ingin memperlihatkan bahwa dia yg sebenarnya benar-benar sangat rapuh tapi dia tidak pernah menampakkan itu
"Syila... Amira menarik tangan Arsyila dan menggenggam nya " Sebesar apapun masalah kamu seharusnya kamu mencariku dan tidak sendiri menghadapi segala nya
__ADS_1
Arsyila hanya diam tertunduk, sedangkan Amira tidak memaksa untuk mendesar Arsyila untuk menceritakan segalanya untuk sementara waktu ada baek nya dia lebih menghibur Arsyila dibandingkan membuatnya semakin sedih.
*******
Sedangkan di dalam kamar rawat Abizar Romi menatap heran pada Abi yg masih diam dia bertanya-tanya apa yg sedang dia pikirkan sejak bertemu dengan Arsyila, dia tahu selama ini sahabat nya itu tidak pernah bisa lepas dari bayangan tentang mantan kekasihnya itu yg terus membuat Abi menjauhi wanita manapun dan saat dia tahu salah satu perawat yg dipindahkan dirumah sakitnya adalah Arsyila dia sengaja ingin memancing emosi Abizar apa dia benar-benar masih mencintai nya atau hanya trauma dan tidak bisa bangkit dari masa lalu kelam nya dulu.
"Apa yg akan kamu lakukan?" tanya Dr Romi pada Abi sambil melangkah dan duduk disofa dekat ranjang Abizar
"Kamu masih bertanya?! aku tahu sekarang apa maksudmu memanggilku saat itu... bukan?''
" aku hanya melakukan apa yg aku pikirkan " Sahut Romi sambil menaik turunkan bahunya
"Kau tahu selama ini aku tidak pernah mau melihat nya lagi" ucap Abizar dingin
"Abizar... kamu harus menghadapi segala sesuatu yang seharusnya kalian selesaikan"
"Aku tidak memiliki apapun untuk dikatakan atau dilakukan... hubungan kami sudah berakhir 5tahun yg lalu dan aku tidak menginginkan untuk bertemu dengan dia lagi"
"Abizar... aku tahu tapi tidakkah kamu berpikir ini sedikit aneh?! kau tahu Arsyila bukan Gadis biasa dia pintar dan cakap rasanya sedikit aneh jika dia tiba-tiba hanya menjadi seorang Perawat biasa, bukannya dulu dia kuliah di kedokteran dan ya dia dulu sangat tergila-gila denganmu rasanya tidak mungkin dia tiba-tiba berpaling darimu?!"
Abizar termenung lagi setelah mendengar penuturan Romi apa yg dia katakan ada benarnya, Saat Abizar larut dalam pikiran nya dia tersadar dan segera menepis segala yg ada dalam pikiran nya
__ADS_1
"itu bukan urusan ku!!" Abi kembali berbaring dan menutupi sebagian tubuhnya dengan selimut dan membelakangi Romi dia tidak ingin lagi mendengar tentang seseorang yang sangat ingin dia lupakan itu.