
Arsyila pergi bekerja tepat pada waktunya, saat dia ingin memulai pekerjaan nya dia tidak sengaja berpapasan dengan Romi yg nampak tersenyum berbeda dari biasanya
"Selamat atas pernikahan kalian" ucapnya mengulurkan tangannya
"kamu?!" Arsyila terperangah saat mendapati ucapan dari Romi, dia tidak pernah menduga bahwa Romi akan tahu secepat ini
"Sambut dulu uluran tangannya baru mau bicara" kekeh Romi dan langsung menarik tangan Arsyila untuk bersalaman
"Haiss... ssttt jangan berisik, nanti yg laen dengar, ini juga apa apaan?! bukannya kita sepakat kalau ditengah umum kita tidak saling kenal!" kesal Arsyila
"Ya mau bagaimana lagi, kalian curang tidak mengundangku" Romi pura-pura tidak senang
"Astagah.... Tuan direktur yg terhormat, saya pikir siapa saya harus mendapatkan kehormatan dengan mengundang anda di pernikahan yang biasa saja dan alakadarnya" ucap Arsyila geleng-geleng
"Hay... bagaimana pun aku teman kalian dan aku juga andil dalam hubungan kalian hingga sampai sekarang, bahkan kalian sekarang sudah menikah!!"
"ya tuhan... ssstttt,, tuan Romi tolong pelankan suara anda!! apa kamu mau semua orang dirumah sakit ini tahu kalau aku sudah menikah?!" ucap Arsyila berkacak pinggang setelah di menepuk jidatnya
Bookkk
"Aaww!!"
Kesal Arsyila menendang lutut Romi yg akhirnya loncat loncat kesakitan, dia hanya ingin menggoda Arsyila tapi ujung-ujungnya dia yg kena batunya.
"Ya tuhan... andai dia jadi istriku apa yg akan terjadi dengan tubuhku?! pantas saja merika berjodoh, merika sama-sama baja!!" gerutu Romi dia tidak tahu harus bagaimana antar menangis atau tertawa, pasangan yang satu ini benar-benar berbuat semaunya dengannya.
...****************...
Seusai mengantarkan Arsyila Abizar langsung berbalik arah menuju rumah lama kediaman mendiang ibunya dulu pernah menghabiskan waktunya dan sekarang tinggal sang kakak dan sang nenek saja yg berada disana sedangkan istri baru ayahnya tinggal di rumah berbeda, karna sang nenek tidak ingin cucunya sampai mengalami hal yang tidak di inginkan saat bersama ibu tiri merika.
"Wah tumben kamu pulang, baru inget rumah?! " kekeh sang kaka yg asik nonton acara TV diruang tengah
"dimana nenek?!"
__ADS_1
"Ada dikebun, sejak pagi terus mengurus tanamannya bahkan sesudah selesai makan siang nenek balik lagi kekebun"
"oohh" Abizar ingin beranjak pergi namun langkahnya terhenti saat mendengar ucapan sang kakak
"Hay aku punya teman disalah satu unit di apartement yg kamu tinggali, dia gadis yg baek loh kapan-kapan aku kenalin yah mau yah?!"
Abizar kehabisan kata-kata, sejak dulu sang kakak terus saja membicarakan hal tentang bagaimana cara agar adiknya tidak melajang lagi dan terus mencuba mendekatkan Abizar dengan gadis gadis yg entah dari mana datangnya.
"Noo!!" tulak nya
"Hay.... kamu akan menyesal jika tidak mengenal yg satu ini, ini LEMETED EDESYEN"
"Halah paling juga sama saja seperti yg sebelumnya" cibir nya
" Bilangnya LEMETED EDESYEN ehh tau taunya KAWE... mana mau aku" kekeh Abizar lalu berlalu begitu saja mencari sang nenek tercinta.
"yee awas saja kalau nanti ngebet mau dikenalin" kesal belia lalu mengambil ponselnya mengirim pesan pda seseorang
Sesampainya di perkebunan Abizar melihat sang nenek yg sedang memetik beberapa sayuran
"Abi.. kamu pulang nak?!"
"hhmm.. " Abizar duduk disalah satu kursi tidak jauh dengan sang nenek, tidak berselang lama sang nenek juga duduk di kursi itu juga dekat dengan Abizar.
"Ada apa?! tidak biasanya kamu pulang?"
"Apa abi tidak boleh pulang kerumah Abizar sendiri!" kekehnya
"ya aneh saja, biasanya kamu terlalu sibuk dengan pekerjaan kamu, kalau tidak nenek panggil mana mau kamu pulang apalagi disaat jam kerja seperti ini.
dan nenek lihat ada perubahan juga pada kamu"
"Benarkah apa itu?!"
__ADS_1
"Sepertinya kamu sedang bahagia"
"hehehe.. ini memang nenek Abizar" kekehnya pelan lalu Abizar berbaring dipangkuan sang nenek dengan manjanya.
"Aku ini nenek kamu, bagaimana nenek tidak mengenalmu dengan baek, abi nenek sudah menjaga kamu sejak masih sangat kecil sampai sekarang, bagaimana nenek tidak mengenal dan tidak tahu sedikit saja perubahan pada kamu"
"Dulu Abizar pernah jatuh cinta dan karena kebodohan Abizar, abi meninggalkan dia saat hidup nya benar-benar berantakan.
harusnya abi yg menjadi orang yang mendukung dan menguatkan hati nya menjaga dia, tapi malah abi lah orang yang paling menyakiti dia nek abi sangat menyesal" wajah Abizar nampak sangat sedih saat mengingat hal itu bahkan dipelupuk matanya mulai digenangi Air mata
"Lalu?!" Nenek terus mencuba menyimak dan mendengarkan apa yg di alami cucunya selama ini
"Sampai suatu hari abi kembali bertemu dengan dia lagi, tapi bukan sikap manis yg abi berikan untuk nya, melainkan perlakuan buruk kasar bahkan tak ayal abi menyulitkan dia nek"
Nenek menghembuskan napasnya berat dia tidak pernah menduga bahwa cucunya yg lembut dan penyayang akan bersikap seperti itu pada seorang anak perempuan, sang nenek mulai mengerti pantas saja selama beberapa tahun terakhir cucunya nampak berubah tidak seperti dulu lagi.
"Abizar nenek tidak pernah mengajari kamu bersikap seperti itu pada seorang wanita, apa lagi kamu juga punya seorang kakak perempuan harusnya kamu bisa bersabar dan belajar menghargai seorang wanita"
"ya nenek memang benar, tapi abi berjanji akan memperbaiki keadaan dan membuat dia bahagia"
"Dengan cara apa?!" tanya sang nenek ingin tertawa melihat keteguhan yg ada pada diri sang cucunya
"Nenek akan segera tahu, tapi tidak sekarang"
"Jadi kamu mau rahasia rahasiaan nih sama nenek?!" tanya sang nenek tertawa lepas
"Yah setidaknya Abizar tidak akan mempermainkan perasaan anak orang nek, Abizar ingin menebus kesalahan Abizar dimasa lalu"
"Itu bagus... lebih baek terlambat daripada tidak sama sekali, tapi kamu harus ingat jika kamu kembali hanya untuk menebus kesalahan dan merasa bertanggung jawab atas apa yg menimpa dirinya lebih baek kamu berhenti nak, itu sama saja kamu akan menyakiti dia untuk kesekian kalinya.
Tidak ada wanita yang mau jatuh ke lubang yg sama dan melukai dirinya terus menerus jadi nenek harap jika kamu kembali maka jangan pernah membiarkannya terluka lagi"
"Hhmm abi mengerti"
__ADS_1
Benar apa yg sang nenek katakan mungkin Arsyila terlihat Baek-baek saja dan kuat, tapi dia adalah susuk yg sangat rapuh dan jika luka lamanya tergores lagi maka tidak akan pernah ada yang bisa menjamin bahwa Arsyila akan Baek-baek saja termasuk Abizar sendiri...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...