
dimalam hari Saat dia bersiap memberiskan barangnya dia mendengar beberapa perawat yg baru tiba bergosip begitu nyaring hingga ke pendengaran Arsyila "Pria yg bersama dengan Direktur Sangat tampan aku penasaran siapa dia ya"
"Aku juga baru melihatnya.. sepertinya merika teman baek"
"Tapi kamu lihat bagaimana sikapnya bahkan saat Kita menyapa Direktur dia sama sekali tidak menoleh pada kita, dia terlalu kaku dan dingin"
"Kamunya saja yg Cari-cari perhatian" Celetuk salah satu perawat yg tertawa mengejek teman kerjanya
"enak saja.. bahkan kamu sendiri tidak berkedip melihat orang itu"
"hahaha.. iya sih, semoga nanti aku bisa bertemu dengannya lagi" do'a nya
"jangan harap, aku yakin dia sudah punya kekasih, kamu liht sendiri bukan bahkan melirik kita saja dia tidak mau, aku yakin dia pasti menjaga hatinya"
"Haleeh... selagi janur kuning belum melengkung berarti masih ada kesempatan"
"Ceyeee.. ada yg jatuh cinta nih.. hahahaha" gelak tawa para perawat yg memasuki ruang penyimpanan memenuhi seluruh ruangan itu, bahkan Arsyila yg ada disana juga ikut tersenyum mendengar perbincangan para perawat mudah yg masih magang itu.
"Kak Arsyila sudah mau pulang?!" tanya salah satu perawat itu
"iya.. jam kerjaku sudah habis, waktunya untuk pulang" sahutnya tersenyum ramah
"Hati-hati ya kak"
"eemm.. tentu!!" Kemudian Arsyila berlalu pergi
__ADS_1
"Kak Arsyila itu sangat Cantik bahkan bodynya itu luh wah, kita yg lebih muda saja tidak secantik dia, kadang aku iri bagaimana bisa dia secantik itu"
"Iya ya... dia itu lebih cucuk jadi model saja bukan perawat biasa seperti kita"
"benar... nanti kita usul begitu saja"
"mana bisa,,jangan aneh aneh kalian jangan katakan itu, kita bisa menyinggung perasaannya, aku lihat Perawat Arsyila sangat menikmati peranannya seperti nya memang seperti ini lah provisi yg dia sukai"
"hhmm.. kamu ada benar nya" tambah yg satunya lagi, lalu merika berpisah ketempat pekerjaan merika masing-masing,
Arsyila yg melangkah ke luar Rumah sakit dikejutkan dengan tepukan seseorang yang tiba-tiba muncul di samping nya
"Astaga!!"
"Kamu terkejut?" kekehnya dan mensejajarkan langkah nya dengan Arsyila
"Aku dari ruangan Romi!!"
"Oohh... aku pikir apa, jadi kamu datang ke sini bukan untuk menjemput ku?!"
"Tentu saja menjemput kamu yg paling penting, aku meminta ijin untuk kamu 3hari libur bekerja mulai besok" Abizar mencuba menjelaskan
"oohh... Benar aku lupa kalau besok kita akan kebandung" kekehnya pelan
"jadi Kamu lupa?! Arsyila besok adalah hari yg sangat penting, bagaimana kamu bisa lupa?!" Abizar nampak terlihat kesal yg dibuat-buat membuat Arsyila menyibakkan bibirnya cemberut.
__ADS_1
"Maafkan aku... hari ini pekerjaan ku sangat banyak sampai aku lupa waktu dan tidak mengingat apapun"
"ya.. kamu memang selalu seperti itu" keluh Abizar yg mulai bersikap lembut lagi pada Arsyila, dia sendiri bingung dengan sikapnya walaupun dia sudah tahu kebenarannya tapi dia sendiri masih bingung perasaan apa yg dia miliki tapi satu hal yg sudah pasti dia yakini adalah ingin selalu menjaga nya
********
"Syila
" Tunggu sebentar lagi" sahut Arsyila dari dalam kamar, pagi ini merika akan pergi kebandung untuk menemui orang tua Arsyila, terkesan mendadak memang tapi apa mau dikata Abizar tidak bisa menunda waktu hal hal tidak mudah ditebak apa yg akan terjadi.
"Ayu" ucap Arsyila kemudian saat dia keluar dari kamar sambil menarik koper miliknya
"Biar aku saja" kemudian Abizar berlalu pergi meninggalkan Arsyila yg baru saja dikejutkan Abizar yg tiba-tiba merebut koper miliknya
Saat diperjalanan Arsyila sedikit gelisah dan ragu apa harus bertanya atau tidak dan Abizar dapat merasakan kegelisahan Nya
"ada apa?"
"abi apa kamu tidak salah mengabil keputusan?" tanya nya sedikit ragu dan takut
Sedangkan Abizar menoleh sejenak lalu kemudian fokus kearah jalan"apa yg kamu pikirkan? Syila kita sudah membicarakan tentang ini dan jika aku sudah membuat satu keputusan maka aku tidak akan pernah mundur lagi, Kita sudah dewasa Syila dan sudah seharusnya kita memang menikah"
Hati arsyila terasa mengelus begitu saja ada rasa manis dan asam yg dia rasakan, baru beberapa waktu lalu Abizar nampak begitu membenci dirinya dan setelah dia tahu segalanya tiba-tiba dia memutuskan untuk menikah dengannya, bukankah sedikit tidak adil bagi arsyila, rasanya jika dia sedikit mempermainkan perasaan Abizar dan membuatnya mengerti bagaimana rasanya sendiri dan ditinggalkan mungkin itu terasa lebih baek.
"Tapi...
__ADS_1
"Kita sudah sepakat Syila dan aku tidak ingin mendengar perubahan apapun lagi dan sebentar lagi kita akan sampai" potong Abizar, dia tahu dan sangat mengerti bagaimana perasaan Arsyila setelah musibah yg menimpa keluarga nya dia berubah menjadi susuk tidak percaya diri.
"Aku tahu" sahut arsyila lemah