ARSYILA ABiZAR

ARSYILA ABiZAR
Apa masih berlaku


__ADS_3

Saat dipagi hari Arsyila memberiskan barang-barang miliknya ingin bersiap untuk pulang tiba-tiba kepala perawat datang menghampiri Arsyila.


"Arsyila direktur mencarimu, dia ingin kamu datang ke kantornya"


"Saya?" tanya arsyila menunjuk dirinya sendiri


"ya... sepertinya ada yg serius, tidak biasanya dia ingin bertemu dengan bawahannya terlebih lagi saat itu aku mendengar dia pernah mendatangi kamu"


Arsyila mengernyit bingung, kapan direktur pernah menemuinya dia merasa tidak pernah sama sekali karena dia masih baru bekerja di rumah sakit.


"ya sudah.. cepat, direktur bukan orang yg mudah, sebaiknya kamu cepat pergi dan ya ingat berhati-hati lah direktur sering dikatakan dingin dan pemarah salah sedikit bicara bisa saja dia akan memecat perawat rendah seperti kita"


Arsyila terdiam lagi, bukankah kepala perawat mencuba menakut-nakuti dirinya?


Arsyila merasa ingin tertawa, bukankah baek jika dia segera dipecat? itu ada baeknya jadi dia tidak lagi perlu susah payah mencari alasan untuk berhenti bukan?


Arsyila melangkah mantap menuju kantor direktur, walaupun dia sudah diwanti-wanti kepala perawat dia bukannya takut melainkan membuat semangatnya menguat, bukan kah itu adalah hal yg dia inginkan? tidak ada keraguan Arsyila mengetuk pintu dan masuk setelah mendengar sahutan dari dalam mempersilahkan dirinya untuk masuk.


"Apa ini nyata?" Arsyila terperangah saat melihat siapa yg duduk dimeja yg bertengger nama Direktur itu adalah Romi sahabat Abizar.


"kamu tidak sedang bermimpi" Sahutnya tertawa


"huhh... kamu menjadi Dokter dan direktur kamu berhasil sedangkan saya hanya menjadi perawat biasa tidakkah ini sedikit adil? dengan IQ saya yg berada lebih diatas anda ini seperti penghinaan terbesar kekeh Arsyila.


"memang benar-benar kamu... kamu masih tidak berubah sombong dan percaya diri sama seperti dulu, hanya saja semuanya sepertinya sudah merubah segalanya, apa sebenarnya yg terjadi?"

__ADS_1


"Maaf Direktur sepertinya saya tidak pantas membicarakan hal pribadi di tempat kerja" sahut Arsyila berbicara formal lagi seperti sebelumnya, Romi adalah teman terdekat Abizar dan tidak ayal Arsyila juga dekat dengannya ditambah dia adalah diatas tingkatan sesama calun dokter itu membuat Arsyila dan Romi sangat dekat hanya saja karena masalah yg menimpa Arsyila semuanya berubah yg membuat Romi tidak pernah bertemu lagi dengan Arsyila.


"Ayyu... kamu berbicara denganku seolah kita tidak saling mengenal, Arsyila kamu temanku bukan?!" kesal Romi walaupun dia sudah sukses dan menjadi direktur dirumah sakit dia tidak ingin dipandang tinggi oleh temannya yg membuat mereka seolah ada jarak diantaranya.


"yaaa... dulu iya.. tapi sekarang apa masih berlaku?" tanya Arsyila samar dia merasa lelah dan duduk disofa dekat meja kerja Romi


"Tentu saja iya!! walaupun kalian sudah berpisah itu tidak berarti pertemanan kita juga berakhir"


"Baek... itu lebih baek, jadi apa geran yg membuat direktur yg begitu sibuk itu ingin bertemu dengan perawat kecil seperti saya ini?!" kekeh Arsyila


"hhuupp... ayulah.. keluh Romi tidak senang dengan panggilan Arsyila


" Baeklah ayu serius" sahut Arsyila lagi nampak bersemangat


"ceritakan.. apa sebenarnya yg terjadi?" Romi bangkit dari duduknya dan duduk di hadapan Arsyila di Sofa yg sama


"kamu menghilang?!"


"Aku tidak menghilang" sahut Arsyila santai


"Gadis ini... maksudku kemana kamu selama 5tahun ini? bagaimana bisa kamu jadi seorang perawat? tidakkah kamu terlalu egois pergi tanpa memberitahu siapapun?!"


"Egois?? kata yg bagus" Sahut Arsyila menganggukkan kepalanya bermain bodoh


"bukan itu yg kumaksud" sahut Romi kesal

__ADS_1


"aku mengerti... Tapi bisakah aku memilih untuk tidak mengatakan apapun??" Arsyila menyilangkan kedua tangannya didepan dada


"ckckck... hal-hal selalu menjadi tabu jika tidak ada penjelasan sama sekali, bukankah ini terasa sedikit aneh?! kamu menghilang tanpa jejak dan tiba-tiba kamu datang lagi setelah 5tahun berlalu"


"Aneh memang tapi aku lebih memilih untuk tidak... Arsyila mengangkat kedua tangannya keatas tanda bahwa dia tidak ingin mengatakan apapun untuk saat ini.


" lalu bagaimana dengan Abizar?"


"No komen... !!! Arsyila memasang wajah cemberut dengan matanya yg dibuat menyedihkan sehingga membuat Romi ingin sekali tertawa namun apa yg dia tanyakan bukanlah hal biasa.


" Romi?!"


"Apa?!


" Aku tidak pernah menduga, bahwa orang yg pertama kali bertanya adalah kamu tentang dia" Pandangan Arsyila tidak lagi dibuat-buat dia nampak tenang.


"Raely?? Oh my God!! aku berharap semua nya tidak seperti yang aku bayangkan ayu aku ingin tahu semuanya"dbesak Romi bersemangat


"Aku terkejut bahwa setelah 5tahun berlalu kau berubah menjadi PENGGOSIP, aku bahkan mendengar kamu Direktur yg dingin dan pemarah"


"___"


"Sial... siapa yg berani mengatakan itu"


"Hahaha.... jika orang lain tahu kamu yg sebenarnya aku rasa pencitraan yg kamu buat hanya akan sia-sia" Arsyila tertawa lepas menertawakan Romi yg berwajah masam

__ADS_1


"Siapa yg peduli itu?! aku tidak peduli, saat ini yg aku peduli hanya kalian berdua, ayu katakanlah apa yg sebenarnya?! Rasa penasaran Romi semakin menjadi karena penulakan Arsyila


__ADS_2