
Arsyila sedikit merasa lebih lega setelah bertemu dengan Belia sudah cukup lama dia memendam segalanya sendiri dan merasa tidak aman setiap dia ingin membagi kisahnya,.
Setelah beberapa waktu berlalu dan dirasa waktunya sudah cukup untuk berbincang Arsyila dan Belia memutuskan untuk berpisah dan akan bertemu pagi di laen waktu.
Sesampainya ditempatkan Kost Arsyila langsung merebahkan dirinya tanpa niat membersihkan tubuhnya terlebih dahulu dan itu seperti bukan gayanya sama sekali yg selalu mengutamakan kebersihan.
******
Di sebuah Restoran ternama seorang pemuda tengah duduk bermain pianonya dengan sangat santai menikmati indahnya alunan nada yg begitu Romantis dengan seorang gadis yg tengah duduk disalah satu meja makan yg tidak jauh darinya, mendengarkan dengan seksama menikmati alunan dari setiap melodi yg dia dengar, sungguh dia begitu terpesona dengan pria yang telah memikat hatinya dan begitu memanjakan diri nya.
"kamu suka?!
Suara serak nan lembut mengejutkan nya bahwa pertunjukan nya sudah selasai dan pria yg selalu dia pandangi sejak dia awal bermain pianonya sudah berada di sisi nya.
" Hahh??
pria itu tersenyum melihat kekasihnya yg terlalu menikmati suasana tanpa sadar bahwa dirinya sudah berjalan kearahnya dan saat ini sudah berada tepat disamping dirinya yg tengah duduk dimeja mereka untuk makan malam.
"Sayang... aku sudah sangat lama bermain musik tapi kamu sama sekali tidak memperhatikan nya?" tanyanya berpura-pura kesal padahal dia tahu bahwa kekasihnya itu sejak awal dia bermain pianonya dia terus memperhatikan dirinya
"Hahh?! apa yg kamu katakan? tidak... bukan seperti itu, aku mendengarkan nya jangan salah paham hanya saja aku terlalu menikmati suasana sampai aku tidak sadar kalau kamu sudah berhenti bermain pianonya" gadis itu nampak gelagapan takut melihat wajah kekasihnya yg terlihat kesal keciwa dengan dirinya.
"Hahaha... kamu masuk perangkap ku sayang... gelaknya tertawa beruntung didalam restoran tersebut tidak ada siapapun karena tempat itu sudah di boking oleh sang pria khusus untuk mereka berdua saja jadi tidak akan ada yg mempermasalahkan kebisingan yg ada.
" Apa maksudmu?" tanya nya semakin bingung
Abizar melangkah kebelakang kekasihnya dan memeluknya dari belakang..
"Syilaku sayang.. aku tahu!! sejak awal kamu terus memperhatikan ku, aku tahu aku tampan dan kamu tidak akan pernah bisa berpaling dariku karena aku sudah mengikat dan mengunci hatimu hanya milik Abizar saja" ucapnya penuh kebahagiaan seraya sambil mengecup pipi Arsyila penuh kasih sayang.
__ADS_1
"oohh... benarkah?! aku tidak yakin! " kesal Arsyila menoleh kebelakang karena merasa telah dipermainkan oleh Abizar
"Tentunya itu benar... karena aku tahu pria pertama dan terakhir yang hanya akan mengisi disetiap relung hatimu itu tidak akan pernah ada yg bisa mengisinya selaen Abizar" ucapnya begitu percaya diri
"Hahahaha... kamu memang narsis!! kita lihat saja apakah itu benar? " tawa Arsyila yg begitu ceria membuat Abizar merasa puas
"Tentu!!
********
" Abiii....
Arsyila terbangun dari tidurnya dengan keringat yg sudah membasahi seluruh bajunya, bahkan rambutnya terasa basah kuyup.
dia terduduk dia atas ranjangnya yg seukuran hanya untuk satu orang saja, dia meremaskan kedua tangannya dia atas kepalanya, baru beberapa saat dia tertidur dan dalam hitungan beberapa menit saja dia langsung terbangun lagi ada perasaan yang begitu sakit tak terlukis yg Arsyila rasakan dalam hatinya, namun dia sungguh tidak berdaya dengan segala sesuatu yang telah terjadi bahkan untuk berbicara saja dia tidak memiliki apalagi untuk menjelaskan segalanya dan lebih memprihatinkan sejak perpisahan merika Arsyila benar-benar tidak pernah bisa melupakan segalanya apa lagi untuk membuka hati untuk laki-laki laen.
Arsyila menghardik dan menertawakan dirinya sendiri yg begitu tenggelam dimasa lalu bahkan luka yg dia Terima mengakibatkan dia trauma hingga akhirnya mengidap insomnia berkepanjangan tanpa dia bisa atasi hingga sekarang, setiap dia mulai terlelap bayangan masa lalu pasti akan menghampiri nya.
Malam harinya Arsyila kembali kerumah sakit dan memulai pekerjaannya, Sesekali dia menoleh kearah ruangan Abizar yg nampak begitu tenang tidak seperti biasanya dia yg selalu cerewet dan menyusahkan orang lain.
Brakkk
tiba-tiba Terdengar sesuatu yg keras terhempas kelantai hingga mengakibatkan Arsyila terperanjat kaget di ikuti seorang perawat yg lari ketakutan keluar dari ruangannya
"Apa yg salah?!" tanya nya pada salah satu koleganya yg hampir menangis ketakutan
"aku menyerah, aku tidak bisa Arsyila aku pikir cuma kamu yg bisa menangani pasien ini, dia terlalu menakutkan" ucapnya sambil berlalu pergi meninggal Arsyila yg tercengang
dengan lemahnya dia menghembuskan nafas dan berjalan perlahan menuju ruangan Abizar dia tidak memiliki pilihan selain pergi untuk membersihkan segalanya dan merawat Abizar.
__ADS_1
perlahan Arsyila membuka pintu dan sekilas melihat Abizar yg duduk membelakangi sambil menatap diam kearah kaca, tanpa mengatakan apapun Arsyila masuk dan mulai memungut pecahan kaca yg sudah berserakan dilantai.
"Keluar!!
Tanpa menoleh dan tahu siapa Abizar langsung berkata kasar mengusir orang yang berada dikamarnya saat dia mendengar ada suara pergerakan, Arsyila yg awalnya tidak ingin meladeni merasa sudah tidak tahan lagi dan mulai bersuara
" Sudah cukup...
Abizar mengangkat sebelah alisnya saat mendengar suara yang sangat dia kenali dia langsung berbalik dan menatap tidak senang saat melihat Arsyila yg memunguti beling dilantai
"tidak bisakah kamu berhenti bersikap kekanak-kanakan? berapa sudah umurmu?"
"kekanak-kanakan?! ucapnya tidak senang
"ya... hanya anak-anak yg selalu berbuat ulah dan menyusahkan orang lain"
"ohh.. apa yg salah? bukankah itu pekerjaan kalian? tidak ada yg salah disini!"
"Cek kamu ini sungguh.... Aauuuu!!
Arsyila langsung memegang tangannya yg terguris pecahan kaca tanpa sadar Abizar yg melihat itu langsung turun dari ranjang tanpa menghiraukan rasa sakitnya dan langsung merebut tangan Arsyila yg dia pegangi menahan rasa sakit dan langsung mengisap darahnya kedalam mulutnya.
" Apa yg kamu lakukan?! kamu selalu cerubuh, bagaimana jika lukanya terinfeksi dan meninggalkan bekas?!" marahnya sambil terus memperhatikan tangan Arsyila yg masih mengeluarkan darah, Arsyila terdiam dia menatap Abizar kosong seolah dia melihat Abizar nya yg dulu yg selalu memperdulikan dirinya, Arsyila merasakan buliran bening mulai memenuhi pelupuk matanya dan dia mulai tersadar dan langsung menarik tangannya dari tangan Abizar.
"tidak apa-apa... terimakasih" Arsyila langsung bangkit dan melangkah keluar dari kamar Abizar tanpa menoleh dia takut kalau Abizar melihat nya dan hanya akan Mencimuhnya karna terbawa suasana berpikir dia masih memiliki perasaan untuknya.
Abizar yg melihat Arsyila yg sudah menghilang dari hadapan nya dia tercengang menyadari sikapnya sendiri yg kehilangan kendali.
"Akkhh... Sial!!!!
__ADS_1