ARSYILA ABiZAR

ARSYILA ABiZAR
waktu begitu singkat


__ADS_3

Selesai acara syukuran kecil kecilan Abizar dan Arsyila dan sang mama kembali kerumah, dan di saat mlm harinya Arsyila mulai merapikan pakaiannya kembali kedalam koper.


"Apa malam ini aku tidur sendiri lagi?" tanya Abizar yg berdiri didepan pintu sambil bersedekap menatap Arsyila yg langsung terdiam setelah membereskan semuanya


"Lalu?!" tanya nya pura-pura tidak mengerti


"apa kamu lupa, kita sudah menikah" Abizar melangkah menuju ranjang dimana Arsyila kini tengah duduk sambil terus sibuk dengan ponsel miliknya


"Tidak.. aku ingat hanya saja...


"Apa?"


"aku belum terbiasa dan aku belum siap" kekehnya pelan menutupi kegugupan dalam hatinya


"Jika kamu terus menghindari ku kapan hubungan kita akan membaek?" tanyanya lembut..


"Maaf abi, walaupun kininkita sudah meninggal tapi aku masih belum bisa sepenuhnya melupakan apa yg pernah kamu lakukan denganku dan aku perlu waktu untuk bisa menerima ini semua"


"Aku mengerti bagaimana perasaan kamu, tapi tolong jangan menghindari ku"


Sejak kembali kerumah, Arsyila kembali diam dan terus menghindari Abizar dan ini sungguh membuatnya tak nyaman


"hhmm" hanya kata itu yg dapat Arsyila keluarkan dari mulutnya


"Aku tahu kesalahan yang aku torehkan bukan hal mudah untuk di maafkan dan aku sungguh ingin mengobati luka itu, dengan kamu memberikan aku kesempatan ini sudah sangat membuatku merasa beruntung karna kamu masih bisa berbesar hati mau menerimaku lagi"


"Abi apa kamu masih mencintai ku?!" satu pertanyaan yang mampu membuat Abizar bungkam seribu bahasa, lidahnya terasa kelu dan tak tahu harus berkata apa.


dia sendiri bingung dengan perasaan nya sekarang, apa yg dia lakukan ini hanya sekedar rasa bersalah atau iba atas apa yg menimpa keluarga Arsyila dimasa lalu sehingga dia merasa juga ambil andil dalam kesulitan 5tahun yg Arsyila jalani


"Aku mengerti... " setelah cukup lama diamnya Abizar, Akhirnya Arsyila mengambil kesimpulan nya sendiri


"Arsyila?!" Abizar langsung menarik pergelangan tangan Arsyila saat menyadari diam mungkin menyakiti perasaan Arsyila


"Kamu tidak harus menjelaskan apapun, jika kamu mau tidur bersama baiklah, tapi maafkan aku... jika mungkin kamu menginginkan hal lebih maaf aku tidak bisa" ucapnya sambil melepas pegangn tangan Abizar dan keluar dari kamar


Abizar terdiam dengan apa yg dia dengar, dia tidak bermaksud melukai perasaan Arsyila lagi, tapi dengan pertanyaan itu dia juga tidak ingin melukai perasaan Arsyila, tapi apapun yang akan dia katakan itu semua sama saja akan menyakiti perasaan Arsyila.

__ADS_1


"Mah besok abi dan Syila bakalan balik ke ibu kota, kenapa mama tidak ikut saja? mama pasti kesepian kalau sendiri dirumah" peluk Arsyila pada sang mama yg masih membersihkan dapur


"Sayang.... dengarkan mama, ini berbeda dari sebelumnya, sekarang kamu sudah menikah dan itu artinya kamu sudah memulai rumah tangga dan memulai hidup baru.


mama tidak mau kalau nantinya hanyar akan mengganggu masa-masa pengantin baru kalian" kekeh sang mama pelan tapi ada guratan kesedihan diwajah Arsyila saat mendengar ucapan sang mama


" Sama sekali tidak, malah dengan adanya mama mungkin akan menambah kebahagiaan itu mah"


"Iya... mama mengerti, tapi kamu juga harus mengerti sayang mungkin kamu tidak keberatan tapi bagaimana dengan suami kamu?! tuh lagian mama lebih suka disini daripada disana nggak enak" ucap sang mama di selangit dengan kekehan yg mampu membuat Arsyila tersenyum kembali


"Baiklah kalau begitu. . tapi mama harus ingat mama harus jaga kesihatan dan terus kabarin Arsyila yah"


"iya sayang"


Saat Arsyila kembali kedalam kamar sudah jam 10 malam dan Abizar nampak sudah terlelap, setelah mengurus pernikahan secara mendadak itu cukup membuatnya kelelahan, ditambah dia tidak membawa anak buahnya atau siapapun, dia berniat untuk mengurus segalanya sendiri.


Merika menikah secara sah, tapi dilaksanakan secara sederhana dengan hanya mengadakan akad dan jamuan alakadarnya, tapi Abizar sudah memiliki rencananya sendiri bahawa suatu hari nanti dia akan memberikan pernikahan yg layak untuk Arsyila dapatkan, tapi tidak untuk saat ini karna bagaimana pu Abizar masih belum tahu siapa yg sudah mengancam keselamatan Arsyila ditambah dengan hubungan dikeluarga Abizar yg masih tidak baek itu semakin membuatnya kekeh untuk menyembunyikan pernikahan merika untuk saat ini.


"Sudah selesai?!"


"Aku lelah" sahut Abizar lemah


"Mau ku pijat?"tawar Arsyila dia merasa kasihan melihat Abizar yg nampak kehabisan tenaga.


"Tidak perlu, kamu juga lelah istirahat saja nanti saat bangun juga sudah tidak apa lagi"


"Tapi..


"Tidak apa-apa" kemudian Abizar menepuk kasur di sebelah nya menyuruh Arsyila u tuk berbaring disampingnya


"kamu tidak perlu takut, aku tidak akan melakukan apapun"


"Hhmm ayu tidur" ucap arsyila yg langsung duduk lalu berbaring di sebelah Abizar namun dia berbalik memunggungi Abizar


Tapi bukan Abizar namanya kalau tidak memiliki seribu akal, dia perlahan melingkarkan tangan nya di pinggang Arsyila dan wajahnya dia benamkan dibalik rambutnya, euntak itu membuat Arsyila diam mematung


"Abi... cicitnya pelan

__ADS_1


"Aku hanya ingin tidur seperti ini, memeluk kami"


"tapi aku... aku tidak akan lari"


"siapa yg bisa menjamin? bahkan kamu pergi dariku selama 5tahun tanpa ada kabar" kekehnya pelan


"hay... yg lari itu kamu bukan aku" ucap Arsyila tidak terima lalu dia berbalik menatap wajah Abizar tidak suka


"enak saja kamu yang...


Cup


Satu kecupan lembut mendarat di dahi Arsyila yg langsung membuatnya terdiam "saat nya untuk istirahat nyonya Abizar, besuk kita akan kembali"


"Menyebalkan!!" kesal Arsyila dan langsung kembali berbalik dan menarik selimut sampai dada dan memejamkan matanya dia tidak mau lagi berbicara dengan Abizar bisa-bisa buka hanya jidatnya byg kena ciuman, bahkan pernah tahannya menjaga gawang juga bisa bubuk kalau terus dilanjutkan.


sedangkan Abizar hanya dapat tersenyum simpul melihat tingkah Arsyila, dia teringat bagaimana Arsyila yg begitu manjanya pada dirinya sangat berbanding terbalik dengan dia yg sekarang.


Waktu begitu singkat


Dalam 3hari berlalu begitu cepat dan merika juga harus kembali, pekerjaan Abizar yg tidak bisa ditinggalkan oleh nya dan Arsyila yg juga harus kembali bekerja tidak bisa membuat merika bisa santai begitu saja.


" Abi nanti jam 2 siang aku sudah harus masuk bekerja" ucap arsyila menatap Abizar yg fokus dijalan, saat ini merika sudah diperjalanan untuk kembali ke ibu kota


"eemm... aku akan mengantarmu, aku juga ada urusan"


"Kalau kamu sibuk aku bisa pergi sendiri"


"Tidak.. aku akan mengantarmu"


"Abi sebenarnya apa pekerjaan kamu?"


Abizar langsung menoleh pada Arsyila dan fokus kembali ke jalan tapi sesekali akan melihat lagi pada Arsyila merasa tidak nyaman akhirnya dia menepikan mobilnya


"Belum saat nya kamu tahu, suatu saat nanti kamu akan tahu dan aku sendiri yg akan mengatakannya, percayalah perkerjaan yg kulakukan halal dan kenapa aku tidak memberitahu kamu saat ini karena ada beberapa hal yang tidak bisa aku jelaskan"


"hhmmm aku mengerti" Arsyila buka gadis bodoh, dari apa yg dia tahu dan dari apa yg dia lihat pekerjaan Abizar bukanlah sembarangan dan apapun itu dia akan sepenuhnya percaya pada Abizar tanpa syarat apapun ditambah dengan dia meyakinkannya semakin percaya pula Arsyila pada Abizar

__ADS_1


__ADS_2