ARSYILA ABiZAR

ARSYILA ABiZAR
Sepupu


__ADS_3

Rahang arsyila hampir jatuh saat melihat penampilan dirinya yg berbeda setelah melihat pantulan dirinya didepan cermin, setelah berbelanja Belia bahkan membawanya ke Salun untuk perawatan dan lebih dari yg Arsyila harapkan dia benar-benar berubah tidak seperti dirinya 5tahun belakangan ini, dia bertanya pada dirinya sendiri kapan terakhir kali dia melihat dirinya yg berpenampilan begitu mewah seperti ini.


"woooo... ternyata aku baru sadar, ternyata kamu benar-benar sangat Cantik Syila" puji Belia begitu terkejut bahkan setelah Arsyila memutung sedikit rambutnya dan dengan mengenakan sedikit riasan kecantikannya benar-benar Alami.


"Jangan katakan itu"


"Hahaha.. kenapa apa kamu malu"


"Tentu saja.. ayu kamu harus membantu ku mencari sesuatu" kemudian Arsyila mengajak Belia keluar dari salun begitu saja sudah beberapa kali merika masik toko dan membeli sesuatu tapi Belia tidak membiarkan Arsyila mengeluarkan satu rupiah pu di dalam dompet miliknya


"Kau tahu Belia aku seperti memiliki sugar dedy" canda Arsyila


"Benarkah?! jadi apa sudah seperti om om" kekeh Belia tertawa


"ya bisa jadi begitu"


"Lalu terus manfaatkan aku, aku tidak pernah menghabiskan isi Dompetku sebelumnya" tawa belia


"Dengan senang hati sayangku" dua wanita cantik itu terus bercanda riang tanpa memperdulikan orang lain bahkan merika sampai lupa waktu


Saat melihat toko baju Pria dan melihat baju yg dipajang di patung langkah Arsyila langsung terhenti dan membuat langkah Belia utumatis terhenti juga


"Ada apa?!"


"aku suka baju ini" sahut Arsyila


"Heehh?! untuk siapa"


"Temanku.. dia berpesan agar aku membelikan beberapa pakaian baru untuk nya karena dia tidak sempat untuk berbelanja"


"Wuu sepertinya dia sangat spesial untuk mu"


"bukan begitu.. hanya saja dia sangat berjasa dan sudah menolong ku belakangan ini, hanya membelikan saja dan membayar dengan uang dia sendiri"ucap Arsyila dan mengeluarkan Black kart yg ada di tas miliknya yg baru dibelikan Belia tadi.


"astaga.. Sepertinya temanmu cukup kaya" Ucap Belia saat melihat kartu yg ada ditangan Arsyila


"Sepertinya" sahut Arsyila dia sendiri juga tidak tahu seberapa kaya nya Abizar yg jelas dia memiliki banyak uang pikir Arsyila

__ADS_1


"Kalau begitu tunggu apalagi, ayu kita bungkus pakaian ini" Kemudian Arsyila dan belia langsung masuk kedalam toko, dengan Arsyila yg berjalan ke kanan sedangkan Belia kekiri mencari-cari kalau ada sesuatu yang bagus membantu Arsyila.


Saat Arsyila begitu Asiknya melihat lihat dia tidak menyadari bahwa seseorang sudah memperhatikan dirinya sejak dia masuk kedalam toko, tatapan matanya begitu menyelidik saat melihat penampilan Arsyila yg begitu cantik dan modis, bukan ini yg dia harapkan saat bertemu dengan dirinya.


setelah cukup lama tidak bertemu kenapa dia harus semakin cantik dari dirinya, bukankah dia sudah menjadi orang jalanan? kenapa dia bisa seperti ini pikirnya.


"Nona aku mau pakaian seperti yang ada dipatung" ucap Arsyila pada spg yg tidak jau darinya


"Baek Nona" sahut Spg itu lalu berlalu pergi meninggalkan Arsyila yg masih melihat lihat hingga langkahnya terhenti saat melihat seseorang yang sudah sangat lama tidak dia temui


"Sepupu... lama tidak bertemu" sapanya tersenyum meremehkan menatap Arsyila dari ujung kepala hingga ujung kaki, dia yakin Arsyila mendapatkan semua ini dengan cara menjual dirinya pada kekek tua untuk menghangatkan ranjangnya.


"hhmm.. sudah cukup lama" sahut Arsyila dia seperti enggan saat melihat orang yang ada dihadapannya itu


"ada apa?! kamu tidak senang melihatku?"


"Tidak.. bukan seperti itu" sahut Arsyila


"Kau terlihat Baek-baek saja, bahkan baju dan tasmu edisi terbatas yg baru tren bulan ini" ucapnya sambil terus melirik pada apa yg ada pada tubuhnya, membuat Arsyila merasa tak nyaman dipandang seperti ini


"Arsyila... Arsyila... darimana kamu mendapatkan uang sebanyak itu? yg aku tahu kamu dikeluarkan dari Universitas dan kamu bahkan tidak memiliki pengalaman apapun tentang Bisnis, apa kamu pikir aku bodoh? kamu pikir aku tidak memahami dari mana kamu mendapatkan uang"


"Ckckckck... aku pikir hanya maling yg akan berteriak maling" ucap Arsyila begitu tenang, tapi ucapannya mampu membuat sepupunya itu langsung merasa geram menahan amarah


"Kamu...


"Ada apa?! apa aku benar?!" tanya Arsyila memotong perkataan nya


"Arsyila sejak kapan kamu menjadi bermulut tajam?!"


"hahh... apa yg aku katakan? apa aku menyinggung perasaan mu?"


Arsyila bahkan terkikik geli, betapa memalukan nya memiliki keluarga seperti orang yang ada dihadapannya.


Arsyila tidak begitu bodohnya dan tidak memahami apa yg terjadi selama ini, dia bisa menyimpulkan bahwa adik sang papa sudah memanipulasi keuangan dan menipu papanya dengan memindahkan segalanya ketangan sang adik tanpa menyisakan apapun.


Arsyila tidak habis pikir, bagaimana bisa papanya memiliki adik yg begitu kejam sampai begitu tega menghianati sang kakak, bahkan saat merika mendapatkan musibah bahkan merika tak sedikitpun iba dan mau menolong keluarga nya

__ADS_1


"Luna... Luna... berhentilah berpura-pura seolah kamu seorang peri baek hati yg selalu menabur kebaikan" pandangan Arsyila tidak lagi lembut bahkan berubah menjadi dingin dan tajam


"Apa lagi yg kamu maksud?!"


"Aku tahu segalanya" bisik Arsyila memajukan badannya dan kemudian dia mundur lagi menjauh dari Luna sepupunya itu


"******... tahu apa kamu tentang keluargaku!!" Luna sangat geram pada Arsyila, ingin sekali dia menjambak dan mencakar wajah cantik Arsyila, dia begitu marah kenapa harus Arsyila yg memiliki segalanya bahkan kecantikan dan keberuntungan selalu berpihak pada dirinya dulu dia hanya bersikap baek pada Arsyila hanya karena Arsyila selalu memperlakukan dirinya seperti adiknya sendiri dan tanpa merasa marah sedikitpun saat dia meminta apapun barang miliknya sekalipun itu barang pembelian Abizar, tetapi Arsyila tidak pernah marah.


"ada apa ini?!" tiba-tiba suara seseorang yg datang melangkah dari belakang Luna menghampiri


"baby...


"wah... Jashin lama tidak bertemu" sapa Arsyila saat mengenal siapa yg ada disamping Luna saat ini


"Arsyila?!" ucapnya terkejut bahkan dia sampai tidak mengedipkan matanya saat melihat dengan benar siapa ada dihadapannya


"ya ini Arsyila.. jadi sekarang kalian bersama?!"


Arsyila sangat ingi tertawa, dulu saat Arsyila masih berada bersama keluarganya Jastin selalu melakukan segalanya untuk bisa mendekati Arsyila walau dia tahu Abizar sudah bersama dengannya dan selalu menghina Abizar, namun setelah kejadian itu tiba-tiba dia menghilang begitu saja dan sekarang Arsyila mengerti ternyata Jastin mendekati dirinya hanya karena sesuatu.


Jastin nampak salah tingkah, pertanyaan Arsyila seolah membuatnya tidak bisa berkata apapun dan melihat Arsyila yg nampak lebih cantik dan dewasa sulit baginya untuk mengalihkan perhatian nya


"Jastin.. Jastin!!" panggil Luna kesal dia sangat marah saat melihat Jastin yg tidak mengalihkan perhatian nya sama sekali dari Arsyila yg ada dihadapannya.


"ya Baby.. ada apa?!"


"Ayu bayar belanja an nya kita pergi dari sini"


"kalian mau pergi?! aku pikir minum segelas kopi akan sangat menyenangkan" ucap Arsyila memancing dia yakin Luna akan sangat ketakutan jika Jastin mendekati dirinya lagi


"Tidak terimakasih aku tidak mau makan sesuatu dari uang harammu" marahnya


"hay... Nona Hati-hati dengan mulut anda" tiba-tiba Belia datang dan menyambar ucapan Luna sudah cukup dia melihat dari sudut apa yg terjadi dan belia yakin Luna adalah salah satu orang yang mencuba menyakiti Arsyila


Deggh


Luna dan Jastin merika langsung terdiam saat melihat siapa yang tiba-tiba muncul dan berdiri disamping Arsyila, merika langsung saling memandang penuh pertanyaan dan bingung.

__ADS_1


__ADS_2