ARSYILA ABiZAR

ARSYILA ABiZAR
Perubahan dalam hidup Arsyila


__ADS_3

Abizar duduk diam terpaku menatap wajah sayu Arsyila yg terbaring lemah diatas ranjangnya, Dia teringat saat malam hari tidak sengaja dia melihat Arsyila yg tengah mengkonsumsi obat melebihi batas yg seharusnya dan itu sangat membuat Abizar penasaran hingga tanpa sepengetahuan Arsyila dia diam-diam mengambil beberapa pil dan memberikannya pada Romi untuk memastikan obat apa itu.


Dan saat mengetahui bahwa obat yg dikonsumsi Arsyila adalah obat penenang, Abizar mulai mengerti bahwa selama ini dia sudah ketergantungan dengan obat itu.


dia tahu Arsyila tidak memiliki riwayat penyakit apapun sehingga membuatnya curiga bahwa semuanya berkaitan dengan 5 tahun yg lalu awal segalanya yg membuat Arsyila terlihat baik-baik saja namun berbeda dengan apa yg orang lain lihat.


Abizar mengedarkan pandangan mata nya dan saat pandangan matanya tertuju pada tas yg selalu Arsyila bawa dia langsung beranjak berdiri dan mengambil nya.


setelah membuka tas dan memeriksa apa yg dia cari, namun Abizar tidak menemukan apapun tidak ada yg mencurigakan di dalam tas Arsyila seolah dia tahu bahwa tidak akan aman menyimpan sesuatu yang tergolong penting di dalam tasnya.


.


.


.


Sedangkan Arsyila dia terus terhanyut dalam alam bawah sadarnya, dia bermimpi dimana dia berada dimasa lalu betapa bahagianya hidupnya saat itu.


dimana keluarganya masih utuh dan Abizar yg selalu ada bersama dengan dirinya bahkan tak ayal setiap Arsyila akan pergi berangkat kuliah Abizar akan selalu datang bersama motor metic yg setia menemaninya dan itu bukan masalah bagi Arsyila.


dia lebih rela meninggalkan Mobil mewah nya dan lebih menyukai naek motor Abizar melewati cuaca panas ataupun hujan sekalipun.


"Syila.. ?"


"hhmm?!" sahut Arsyila yg duduk dibelakang Abizar sambil memeluk pinggang dan bersandar di bahunya


"Apa kamu tidak malu dengan Teman-temanmu pergi kekampus hanya diantar dengan motor butut ini" ucap Abizar sambil terus menjalankan motornya melirik Arsyila yg terus menikmati perjalanan menuju rumahnya


"untuk apa aku malu, kita tidak mencuri ataupun melakukan kesalahan lalu bagaimana aku harus malu?" sahutnya santai


"Bukan itu maksudku" Abizar memperlambat laju kendaraannya dan menghentikannya dipinggir jalanan


"Aku mengerti maksud kamu dan itu bukan masalah bagiku, bukankah kamu menyayangiku tanpa syarat?" tanya Arsyila tersenyum lembut


"Hhmm...


"Lalu teruslah lakukan itu, kau sudah tahu bagaimana perasaan ku dan seperti apa keluargaku, merika tidak pernah mempermasalahkan hubungan kita.


Maka dari itu tutup mata dan telinga mu, dan jangan dengarkan apa yg orang lain katakan, yg terpenting adalah aku mencintaimu dan keluarga ku menerima kamu apa adanya.


kau tahu segalanya tidak kekal kadang yg kaya bisa jadi miski dan yg miskin bisa saja menjadi kaya, kita tidak pernah tahu seperti apa masa depan kita.


Bisa saja suatu hari nanti kamulah yg akan membawaku dan menyelamatkan aku dari tebing kehancuran dan kemiskinan"


"Ssttt!!! jangan katakan itu sayang"


Abizar langsung menutup mulut Arsyila dengan jari telunjuknya dia merasa tidak enak hati karena sudah menyembunyikan statusnya yg sebenarnya dari Arsyila, tapi dia berpikir ini bukanlah waktu yg tepat baginya untuk memberitahu yg sebenarnya.


"Maaf aku tidak bermaksud begitu"


"Sudah tidak apa-apa ayu hari sudah mau hujan apa kamu mau kehujanan lagi dan jatuh sakit? kamu rentan terkena hujan kalau kamu sakit nanti aku yg reput" ucap Abizar begitu santai suntak dia mendapatkan tinju Arsyila di bagian perut nya.

__ADS_1


"Aahhh!!"


"Rasakan.. siapa suruh kamu bilang aku begitu? jadi selama ini aku merepotkan kamu ya?!" kesal Arsyila merajuk


"Hahahah... tentu saja tidak!! ayu cepat naek" Abizar mengusap lembut kepala Arsyila dan menarik tangannya agar naek kembali keatas motor yg sebenarnya bukan miliknya, melainkan motor temannya yg selalu dia pinjam di pagi dan sore hari saat menjemput Arsyila pulang pergi kuliah.


"Abi... bi...bi...


igau Arsyila lemah, Abizar yg saat itu memberiskan kamar itu menoleh ke arah ranjang saat melihat Arsyila yg mengigau memanggilnya, itu adalah panggilan Arsyila dulu pada dirinya.


dengan cepat Abizar melepas apa yg dia pegang dan beranjak berdiri melangkah mendekati Arsyila dan duduk disisi ranjang.


"Tenanglah aku disini" ucapnya lembut dan membelai kepala Arsyila hingga tidak terdengar lagi igauan nya dan kembali tertidur.


*****


Pagi hari nya Arsyila terbangun dari tidurnya mengerjabkan mata beberapa kali , saat menoleh kesamping dia mendapati Abizar yg nampak tertidur pulas dengan posisi yang sangat tidak nyaman.


"Abizar.. panggil nya lirih


"hhmm?!" Abizar merasa ada yg memanggilnya namun tidak beranjak bangun


"kembalilah kekamar mu, punggung mu akan sakit kalau terus begini"


"Kamu sudah bangun?" Abizar menggeliat pelan dan mulai menegapkan tubuhnya duduk dengan benar.


"hhmm.. terimakasih sudah menjagaku"


"Apa aku boleh bertanya sesuatu?"


"Tentang apa?!" tanya Arsyila sedikit heran


"Dari yg aku tahu sebelum nya, kamu tidak pernah memiliki riwayat penyakit apapun, kamu selalu menjaga kesehatan kamu karna kamu seorang calun Dokter... Abizar diam sejenak lalu menatap wajah Arsyila lekat


"Lalu?!"


"Mengapa kamu mengkonsumsi obat-obatan itu?! kamu seorang calun dokter sudah semestinya kamu tahu reseku dari mengkonsumsi obat-obatan itu terus menerus akan membahayakan tubuh kamu"


"eemmm.... Arsyila menggigit bibirnya bingung harus mengatakan apa, jika Abizar berprilaku seperti ini dia tidak akan bisa menyembunyikan apapun darinya, sekecil apapun dia akan dapat menemukan kebohongan yang dia buat.


"berapa lama?" tanyanya lagi


"Sudah 5 tahun...


Deggh


Sekali lagi dada Abizar terasa ditikam, 5tahun silam lagi dan lagi, segalanya telah merubah hidup seorang Arsyila Fadillah, dengan pelan Abizar mengambil tangan Arsyila dan mengusapnya dengan lembut.


"Katakan semuanya, bagilah keluh kesah, rasa sakit yg selama ini kamu pendam sendiri.


jika kita pernah menjadi pasangan kekasih dan setelahnya menjadi musuh maka maafkan aku, jadikanlah aku temanmu jika itu bisa mengurangi beban dihatimu.

__ADS_1


aku tahu luka yg telah aku tanam dihatimu tidak akan mudah aku obati dan dengan mudah kamu maafkan, tapi aku disini untuk menebus segalanya yg pernah aku lakukan"


Hening.... tidak ada suara.


Arsyila hanya diam, dia mengalihkan pandangan mata nya ke arah lain


"Segalanya dimulai dari Malam saat aku diculik, hari itu aku pergi untuk menemuimu.


kau tahu betapa bodohnya aku saat itu, aku berpikir dengan kamu yg mengajakku makan direstoran mahal dihotel berbintang itu akan menguras dompet mu Hingga habis hanya untuk merayakan hari ulang tahun ku.


Dengan semangat tinggi aku pergi begitu saja tanpa memperhatikan seseorang sedang menargetkan aku, hingga saat aku terbangun dengan kesadaran yg masih belum pulih sepenuhnya kamu berdiri dengan amarah yg tak terbendung disisi ranjang dimana aku berbaring, aku melihat ada aura ingin membunuh dimatamu padaku saat itu.


tapi kamu tidak melakukannya dan hanya pergi begitu saja tanpa menghiraukan panggilan ku lagi.


Saat aku benar-benar pulih dari keterkejutan aku baru menyadari bahwa ternyata aku telah dilecehkan dan difitnah oleh seseorang yang aku yakin orang itu menginginkan kebersamaan kita berakhir"


Abizar semakin mengeratkan genggaman tangan nya begitu kencang tubuhnya mulai bergetar menahan amarah


"Kau tahu Abizar... setelah aku pergi dari kamar hotel aku tidak pulang... melainkan aku pergi untuk mencari keberadaan kamu yg bodohnya aku tidak tahu dimana rumah kamu dan siapa Teman-teman kamu saat itu.


Sepanjang malam aku berjalan bagaikan mayat hidup dengan air mata yg terus mengalir mencari susuk pria yg saat itu menghiasi hari-hariku tanpa aku peduli seperti apa latar belakangnya dan hal itu pula yg membuatku menyesal karena tidak pernah bertanya kepada kamu saat itu.


Saat aku berpikir untuk kembali kerumah karena menyadari bahwa keluarga ku mungkin khawatir karena aku tidak kembali aku langsung berpikir untuk pulang, tapi sesuatu yg besar terjadi lagi, didepan mataku sendiri aku menyaksikan Mobil papa melayang dan terbalik ratusan meter sampai membuat aku histeris melihat kakak dan papaku meninggal ditempat kejadian.


Tuhan benar-benar tidak adil padaku, satu minggu setelah kejadian itu aku kembali masuk kampus dan ternyata desas-desus tentang video aku melakukan hal tidak senunuh tersebar sehingga mengakibatkan aku harus dikeluarkan dari Universitas.


dan saat aku pulang aku mendapati seluruh aset keluarga ku jatuh ke tangan adik papa yg katanya papa sudah menggelapkan dana perusahaan dan menyalah gunakan peralata medis untuk keperluan pribadinya.


Setelah kejadian itu, Mama menjadi depresi karena tidak dapat menerima kenyataan bahwa papa dan kakak ku sudah tiada bahkan untuk mengenalku saja dia tidak ingat aku kehilangan segalanya Abizar, semuanya seakan gelap aku harus bertahan hidup tapi jiwaku terasa sudah mati aku memutuskan untuk meninggalkan kota ini dimana sejuta kenangan pahit telah melanda keluargaku.


Namun yg tidak aku sadari saat aku sudah tinggal di bandung dan memulai awal yg baru aku menemukan sesuatu yang sangat menyiksa ku selama 5tahun terakhir"


"Apa itu?!" tanya Abizar menatap bola mata Arsyila yg sudah sejak lama dipenuhi dengan buliran bening yg sudah mulai tidak terbendung lagi


"Aku Trauma... rasa sakit karena kejadian dimasa silam membuatku harus menanggung siksaan yg tidak ada akhirnya, Aku mengidap insomnia sejak 5 tahun yang lalu


Degghh


Jantung Abizar terasa berhenti berdetak, 5tahun bukanlah waktu yang singkat betapa tersiksanya menjalani hidup tanpa bisa memejamkan mata tanpa beristirahat.


"setiap aku memejamkan mataku bayangan bayangan itu selalu datang dan membuatku terbangun dengan ketakutan yg aku sendiri tidak sanggup untuk mengatasi nya.


aku terpaksa harus menggunakan obat-obatan itu, tapi itu tidak terlalu banyak membantu hanya dapat membuat aku terlelap sebentar dan akan terbangun karena mimpi buruk lagi"


Arsyila menarik tangan nya dari genggaman Abizar dan langsung menutupi wajahnya, pertahanan nya selama ini runtuh dihadapan Abizar dia merasa benar-benar lemah setelah bertemu kembali dengan nya.


Seluruh keluh kesah yg selama ini dia pendam sendiri akhirnya terungkap dan dapat dia keluarkan, Arsyila menangis sejadi-jadinya hingga kelelahan dan terbaring lemah diatas ranjang dengan bantuan Abizar yg membaringkan dirinya.


Setelah memenangkan Arsyila menyelimuti dan memberikan kecupan kecil dipuncak kepalanya Abizar keluar meninggalkan Arsyila yg mulai terlelap karena kelelahan.


Namun raut wajahnya berubah seketika, aura dingin menusuk rasa membunuh terpancar dari aura Abizar yg menahan amarahnya, sudah cukup baginya apa yg dialami Arsyila dia akan mencari orang yang sudah mencuba menghancurkan dirinya dan keluarganya.

__ADS_1


__ADS_2