
Setelah beberapa waktu berlalu hubungan Abizar dan Arsyila semakin membaek, bahkan tidak terdengar lagi Arsyila yg ingin kembali ke tempat tinggal lamanya, setiap harinya dia akan menjemput dan mengntar Arsyila pergi bekerja tepat pada waktunya.
Bahkan dirumah sakit bakat dan kemampuan Arsyila semakin dikagumi para koleganya yg tak ayal para dokter sangat menyayangkan jika kemampuannya hanya menjadi seorang perawat biasa dan karena itu pula para dokter mengusulkan agar Arsyila melanjutkan pendidikan Arsyila untuk menjadi Dokter.
Tapi satu hal yg merika tidak ketahui bahwa Arsyila yg sebenarnya adalah seorang dokter, hanya saja karena masalah dimasa lalu menjadikan dirinya kehilangan nama baeknya dan gelar seorang dokter yang ditahan pihak oleh pihak Universitas.
Sesudah menyelesaikan pekerjaannya Arsyila membereskan barang-barang miliknya bersiap untuk pulang dan saat didepan rumah sakit dia baru menyadari bahwa sore ini ternyata hujan cukup deras membasahi kota dan dia lupa membawa jaketnya.
"Arsyila kamu menunggu jemputan? " tanya salah satu teman perawatnya juga
"hhmm..temanku akan menjemput hujannya sangat deras mungkin dia terjebak macet"
"oohh.. baiklah kalau begitu aku duluan hati-hati'' ucapnya menepuk lengan Arsyila dan berlalu pergi dengan payungnya
"kemana dia?!" Cukup lama Arsyila menunggu kedatangan Abizar, sesekali dia akan melihat pergelangan tangannya melihat jam, tidak biasanya dia Abizar seperti ini.
Duduk di salah satu bangku didepan IGD Arsyila masih setia menunggu bahkan hari sudah mulai gelap, tetapi tidak ada tanda-tanda akan datangnya Abizar, beberapa kali dia juga mencuba memanggilnya tetapi tetap saja sama ponselnya mati.
Sedangkan Abizar berdecak kesal dan marah dia sudah terlambat menjemput Arsyila karena terjebak masalah dikantor dan saat diperjalanan karna hujan yg begitu derasnya terjadi kecelakaan yg mengakibatkan terblokirnya jalanan.
Dan sesampai dirumah sakit Abizar nampak merasa sedih saat melihat Arsyila yg duduk seorang diri sambil memeluk tubuhnya kedinginan menunggu kedatangannya, sejak sore sampai jam delapan malam, dia tetap setia menunggu kedatangannya.
Turun dari mobilnya Abizar melangkah cepat sambil melepaskan jasnya dan sesampai di hadapan Arsyila dia langsung menaruh jasnya diatas tubuh Arsyila "Maaf aku terlambat"
Arsyila mendungak dan tersenyum saat melihat wajah Abizar yg nampak sedih "Tidak apa-apa aku juga baru selesai dan baru duduk disini"
"Wajahmu sangat pucat dan dingin bahkan menggigil, dan kamu masih ingin berbohong?!" Dari kejauhan Abizar sudah melihat Arsyila yg duduk termenung sendirian memeluk tubuhnya kedinginan, lalu dia mengatakan bahwa dia baru saja selesai bekerja sungguh kebohongan yang tidak bisa Abizar toleran.
"Aku sedikit ada masalah dikantor dan saat diperjalanan ada kecelakaan makanya aku terlambat" ucapnya menjelaskan
"hhmm... tidak apa-apa, seharusnya kamu memberitahukan nya, aku bisa pulang sendiri jika kamu masih ada pekerjaan dan tidak harus meninggalkan nya"
"Sudah tidak lagi... ayu kita pulang, aku akan memasakkan sesuatu untukmu" kemudian Abizar menggandeng tangan Arsyila dan membawanya masuk kedalam Mobilnya tanpa merika ketahui seseorang sedang memperhatikan gerak gerik mereka bahkan mengambil beberapa foto.
*******
"Ma... siapa sebenarnya pria yg mama bilang itu? sejak kemarin aku mencari tahu tentang lelaki yg dekat dengan Arsyila tapi aku masih belum menemukan apapun!! " rengekan yg begitu menyebalkan terdengar disalah satu ruangan dimana terdapat ibu dan anak yg nampak fokus dengan masalah baru merika
"Luna sayang... bukankah kamu bilang sebelum mama bertemu dengan nya kamu juga bertemu dengan Arsyila"
"iya.. Lalu apa hubungannya dengan itu"
__ADS_1
"dengan siapa dia pergi"
"dengan seorang wanita yang wajahnya sangat familiar, dia seorang Belia Erickson"
"lupakan tentang pria yg bersama Arsyila kemarin!! Bukankah Belia Erickson seorang yang sangat tersuhur?! bahkan adiknya yg misterius juga tidak ada yg tahu seperti apa dia
mama berpikir kenapa tidak kamu dekati dia saja? dia lebih menguntungkan daripada pacar kamu itu.
dibandingkan dengan kekayaannya dia tidak ada apa-apa nya dengan keluarga Erickson sayang dan kamu bisa menjatuhkan Arsyila dan kekasihnya yang tidak berguna itu!! "
"Mama apa-apaan!! aku sudah menyukai jastin sudah sejak lama bagaimana aku bisa meninggalkan dia begitu saja!! ditambah lagi Pria dari keluarga Erickson itu sangat aneh, kenapa harus menyembunyikan diri seperti hantu.. "
"Sayang.. dengarkan mama, perbedaan antara Jastin dan keluarga Erickson itu sangat besar, jika kamu menikah dengan keluarga Erickson bayangkan saja, semuanya yg kamu inginkan akan tercapai dan terpenuhi.
ditambah lagi perusahaan papa kamu akan melambung tinggi dan semakin besar, bukankah itu yg kita inginkan selama ini?! " Nyonya Vanesa mencuba untuk mempengaruhi putrinya agar dia mau mengubah prinsipnya yg bertahun-tahun mengejar pria yg tidak terlalu banyak memberikan keuntungan dikeluarga nya
"tapi bagaimana aku bisa mendekati pria itu, sedangkan wajahnya saja tidak ada yang tahu seperti apa? bisa saja dia pria cacat yg buruk rupa, atau lumpuh ma!! " rengeknya
"Tidak mungkin!! mama sudah banyak mendengar tentang tuan muda Erickson itu dia dikatakan sangat sempurna, hanya saja tidak ada yg bisa menaklukkan hati nya"
"benarkah?! itu bagus.. dulu jastin bertekuk lutut denganku dan setelah ini aku pastikan pria ini juga akan melakukan hal yg sama" Luna tersenyum bahagia mengingat bagaimana para pria yg datang mendekati dirinya dan dia juga yakin jika dia yg berinisiatif untuk maju lebih dulu pria dari keluarga Erickson itu akan dengan mudahnya jatuh hati.
*******
"Apa yg kamu mau makan?! "
"Aku tidak pemilih, apapun yang kamu masak abi" gumam Arsyila sambil melangkah menuju Apartemen Abizar
"Baiklah.. maka kamu mandi dulu setelahnya baru turun" ucapnya lembut dan membuka pintu masuk ke dalam Apartemen
Setelah Arsyila selesai mandi dan berganti pakaian dia mengambil ponselnya dan turun ke lantai bawah dimana Abizar tengah sibuk memasak beberapa hidangannya, saat Arsyila ingin duduk dia melihat ponsel Abizar yg sedang di isi daya nampak bergetar ada panggilan masuk beberapa kali.
"Abi.. ponselmu"
"Tunggu... Abizar mematikan kompor dan melangkah mendekati Arsyila lalu duduk dan menarik Arsyila kepangkuan nya sambil mengambil ponselnya
"Abizar..apa yg kamu lakukan?!" Arsyila terkesiap ingin segera bangkit tetapi Abizar menahannya dengan memeluk tubuhnya
"Ada apa?! " bukannya menjawab dia malah melakukan panggilan sehingga Arsyila hanya bisa diam membungkam
____
__ADS_1
"Belum waktunya cepat atau lambat merika akan tahu"
____
"hhmm" Setelahnya Abizar mematikan panggilan dan kedua tangannya memeluk perut Arsyila dari belakang
"terjadi sesuatu" ucapnya lembut dan mengendus endus aruma harum rambut Arsyila yg baru dikeramas, Arsyila yg mendengar itu menoleh kesamping mengarah ke Abizar
"Ada apa?! apa ini tentang pekerjaan? "
"Bukan.. ini saudara papa kamu"
"Merika lagi?! apa yg merika inginkan sekarang? apa masih belum puas menghancurkan keluargaku?!
"merika sekarang mengincar keluargaku dan seperti nya merika mencari tahu tentang masalah pribadi ku, sepertinya merika merencanakan untuk menggaitku untuk menjadi menantu merika" kekeh Abizar
"Keterlaluan!! merika benar-benar serakah! " kesal Arsyila bahkan wajahnya menjadi cemberut dan itu membuat Abizar semaki mengulas senyuman
"Jadi bagaimana? apa aku biarkan saja merika tahu siapa aku?!" guda Abizar dia ingin tahu sejauh mana Arsyila akan bertindak
"Jangan harap.. sedikit saja kamu memberikan peluang aku akan angkat kaki" Arsyila langsung berdiri danghadapi Abizar dengan wajah garangnya
"Kamu Cemburu? " kekeh Abizar tertawa menikmati perubahan Arsyila
"Enak saja siapa juga yg cemburu!! Kamu harus tahu merika semua rakus dengan kemewahan dan status sosial, bahkan keluargaku sampai seperti ini itu semua ulah keluarga merika hanya saja jika aku punya bukti aku sudah memenjarakan merika sejak dulu"
"Kamu tahu itu?! " tanya Abizar terkejut
"Abizar... seberapa mengenali aku kamu? apa kamu pikir aku sebodoh itu sehingga tidak menyadari segalanya?! " Arsyila semakin kesal dengan pertanyaan Arsyila
"oh.. benar aku lupa, kalau Arsyila ku ini adalah spesies berbeda dia cantik dan memiliki IQ tinggi yang orang lain tidak miliki" kekehnya
"Jadi kamu menyamakan aku dengan hewan? Abi pria macam apa kamu?"
"Tentu saja aku pria dengan sehuta karisma dengan segala hal yg pria laen tidak miliki, bahkan aku lebih hebat jika di atas ranjang" kekehnya namun itu berhasil membuat wajah Arsyila berubah merah seperti udang rebus dia benar-benar membenci candaan Abizar ini
"___"
"Keterlaluan!! abi aku bersumpah ingin membunuhmu! " Arsyila hampir jatuh dengan perdebatan yang membuatnya tidak bisa membalasnya, jika masalah suami istri rasanya sangat canggung jika membicarakan nya diantara merika yg tidak memiliki ikatan apapun
"Hahahaha.. aku hanya bercanda, ayulah jangan marah" Abizar kembali menariknya dan memeluk Arsyila begitu erat dan sesekali menggelitikinya hingga dia tertawa terus menerus.
__ADS_1