
"hay... enak saja menyalahkan orang, jika tidak penting untuk apa aku mendesak kamu untuk menemukan ku!" kesal Dokter itu pada orang yang berada diatas ranjang
"Aku ingin pulang... aku bisa merawat diriku sendiri!" Dia ingin melepaskan jarum selang infus yg ada dipunggung tangannya namun segera mendapatkan penolakan dari dokternya
"Apa kamu pikir kamu bisa merawat diri kamu sendiri dengan tulang kaki kamu yg retak dan tangan yg terkilir itu? dengarkan aku kamu hanya akan diam seperti momi di Apartemen milikmu karena tidak bisa melakukan apapun, tapi disini berbeda setidaknya akan ada perawat yg menjagamu"
"Perawat?! aku tidak mau!!" tulaknya mentah mentah
"ABEZAR...
" kamu bisa merawatku!" potong nya acuh dan melihat kearah luar jendela dia masih sibuk dengan pikirannya sendiri.
"jangan kekanak-kanakan, Abe aku punya pasien yang menunggu untuk aku rawat dan obati bukan cuma kamu saja!" desahnya pelan
"Lalu siapa yg akan merawatku?! aku tidak ingin orang lain yang merawatku!"
Arsyila terkejut ini tidak seperti Abe yg dia kenal, Abe yg dia kenal beberapa tahun yg lalu dengan yg sekarang sangat berbanding terbalik tetapi dia tidak peduli dengan itu yg dia pedulikan saat ini adalah lari dan cepat pergi dari tempat ini dan mengundurkan diri dari pekerjaannya cepat kembali kebandung.
"dia yg akan merawat kamu" tunjuk nya pada Arsyila yg berada dibelakang nya sambil menggeser posisi dia berdiri hingga terlihat Arsyila yg berdiri kaku dengan menundukkan kepalanya, sedikit melirik Abe nampak terkejut saat melihat Arsyila, melihat poster tubuhnya terasa tidak asing tetapi dia kembali memalingkan wajahnya mana mungkin pikir nya dia orang yang sama dia hanya perawat biasa.
"Kamu bisa pergi! " usir Abe pada Dokter Romi sahabatnya itu
"___"
__ADS_1
"Kau selalu saja berbuat Semaumu'' Kesal Dr. Romi dan beranjak pergi dia tahu maksud ABEZAR mengusirnya dia juga pasti sudah tahu dan mengerti apa maksudnya sebelum nya menyuruh Abe untuk datang menemuinya di rumah sakit sebelum nya, tapi entah apa yg terjadi dengan Abe yg selalu berhati-hati tiba-tiba saat diperjalanan Abe mengalami kecelakaan dan harus menjalani penanganan yg cukup membuat Dr. Romi hampir tidak bisa bernafas, beruntung dia dapat melewati masa kritisnya...
" Arsyila.. jaga dia jika dia tidak menurut ikat saja dia!!" pesan Dr.Romi pada Arsyila yg menegang terdiam kaki nya terasa melemah saat mendengar Dr Romi menyebutkan namanya di hadapan Abezar
Deggh
ABEZAR langsung memalingkan wajahnya kembali menatap kearah Arsyila yg nampak semakin diam tak bergeming, Abe melihat pada Dr. Romi sahabatnya yg semakin menjauh dan menghilang saat dia sudah menutup pintu
"Aku haus!" Ucap nya tapi Abe sama sekali tidak lagi memandang pada Arsyila, Arsyila yg melihat Abe tidak memperhatikan dirinya merasa sedikit lega dengan pasti dia berjalan ke tempat dimana pengisian Air berada dan menuangkannya digelas dan membawanya ke Abezar menyerahkan nya dengan berdiri tepat disamping ranjang Abezar.
"Aahh... pekik Arsyila terkejut
Brakk
" Aku tidak salah mengenali orang!" ucap Abe begitu dingin menatap tajam sambil memegang masker penutup wajah Arsyila yg dia renggut secara paksa saat diwajah Arsyila.
"Apa maumu?" kesal Arsyila
"bukannya pertanyaan itu lebih tepat untukmu?!
Ledek Abezar sinis
" Aku tidak menginginkan apapun darimu, jika tidak ada lagi aku akan pergi " Arsyila melangkah mundur ingin pergi
__ADS_1
"Apa kamu akan membiarkan pecahan kaca itu tetap berhamburan disana? jadi seperti ini penanganan rumah sakit disini... sungguh buruk!"
"jika anda tidak suka, anda bisa mengeluh pada teman anda dan anda mungkin juga bisa mengusulkan untuk memecat saya dari rumah sakit disini" sahut Arsyila tidak kalah dingin yg membuat Abezar sedikit terkejut ini pertama kali baginya untuk mendengar perkataannya yg kasar.
"Aku tidak akan melakukan hal itu!"
"mengapa?!"
"karena... jika aku menyiksamu itu terasa lebih menyenangkan dari pada harus memecat mu dan mencari pekerjaan dilain tempat, bukankah itu terlalu mudah?! aku tidak suka itu!!" ucapnya begitu santai dia memperhatikan Arsyila yg berjungkuk dan mulai memunguti pecahan kaca di lantai.
Abe melirik Arsyila yg memungut pecahan kaca yg dia lihat sedikit menggores jarinya dengan mudah dan cepat dia membereskan semuanya dan membuang pecahan kaca ketempat sampah, setelah mencuci tangan Arsyila ingin pergi dari ruangan yang membuatnya merarasa tercekik hingga membuatnya terasa sulit bernafas.
"Mau kemana kamu?! "
"saya harus melakukan pekerjaan saya!"
"bukannya pekerjaan kamu adalah merawatku? aku bertanya tanya apa kamu benar-benar memiliki IQ yg tinggi yg selalu dibanggakan?"
"Apa maksud anda? "
"Aku sama sekali tidak menduga kalau kamu hanya akan menjadi perawat kecil tidak berguna" kekeh Abezar tertawa sinis
"Saya baru tahu kalau ternyata anda memiliki sipat yg sangat tercela, saya merasa lega bahwa saya dijauhkan dari orang seperti anda yg ternyata hanya menilai seseorang dari posisinya, terimakasih karena anda sudah mengingatkan posisi saya dan dari apa yg saya lihat sepertinya anda bukanlah orang yg sederhana biasa saja dari melihat ruangan yang anda tempati.
__ADS_1
dan saya bersyukur dengan pekerjaan saya, setidaknya saya tidak bekerja menjual diri dan mengemis dijalanan" Sahut Arsyila begitu lugas yg membuat Abezar menggerakkan giginya marah.