ARSYILA ABiZAR

ARSYILA ABiZAR
Kamu layak dan pantas


__ADS_3

Selesai makan dan membersihkan dapur Arsyila tidak langsung naek keatas ke kamar nya, dia duduk disofa didepan TV untuk menonton drama, sedangkan Abizar dia langsung masuk kedalam ruang kerjanya setelah selesai makan.


Saat jam 10malam Abizar kembali turun


"Kamu tidak lelah? " suara Abizar yg datang mengalihkan perhatian Arsyila


"Aku belum mengantuk" sahutnya padahal Arsyila tidak menyadari susah untuk tidur lagi setelah Abizar pergi beberapa hari terakhir


"Kalau begitu aku temani kamu"


"tidak apa-apa, kamu juga leleh beberapa hari ini"


Abizar duduk disamping Arsyila dan menaruh paperbag kecil di pangkuan nya


"Apa ini? "


"buka saja, semuga kamu suka"


Saat Arsyila membukanya tidak sengaja tangannya tergores dan berdarah dan langsung mengayunkan tangannya


"astaga!! "


"Hati-hati" Abizar langsung menarik tangan Arsyila yg bergetar karena terkejut dan mengambil tisu dimeja untuk membersihkannya


"Kenapa kamu ceroboh sekali, berapa kali kamu sudah terluka hanya berselang beberapa waktu" kesal Abizar dia mengambil kotak p3k dibawah meja dan memberikan plister ditangan Arsyila yg terluka.


"Aku tidak sengaja" sahutnya lemah, dia merutuki dirinya sendiri mengapa disetiap dekat Abizar dia mudah sekali melakukan kesalahan dan melukai dirinya sendiri


"Biar aku saja yg membukanya" Abizar kembali mengambil paperbag ditangan Arsyila yg tidak terluka dan membukanya sendiri


"Ponsel?! "


Arsyila menatap bingung pada Abizar saat melihat dia mengeluarkan kotak ponsel dan terlihat itu seperti model terbaru yg baru rilis bulan ini dan Abizar sudah bisa mendapatkan nya.


"Mana ponselmu"


"Mau apa?! " Arsyila langsung menyembunyikan ponselnya dan menaruhnya dibawah pahanya


"Astagaaa...Syila aku tidak akan menghancurkannya" Abizar terperangah melihat tingkah Arsyila


"Lalu mau apa?! "


"Sinikan dulu ponselnya, kamu akan tahu" Abizar mengulurkan tangannya dan menunggu Arsyila untuk memberikan ponselnya

__ADS_1


Dengan terpaksa Arsyila mengambil ponselnya dan memberikannya pada Abizar, tanpa mengatakan apapun lagi Abizar mengeluarkan kartu dan memasukkan nya kembali kedalam ponsel yang baru.


"Sudah selesai"


Abizar kembali menyerahkan ponselnya tetapi bukan ponselnya yg lama melainkan yg baru ke tangan Arsyila


"Kenapa kamu memindahkan nya, ponselku masih bagus dan bisa digunakan apa harus diganti seperti ini dan juga ponselnya sangat mahal aku tidak pantas memakai itu" keluh Arsyila merasa sedih


"Sudah Jagan bersedih, aku melakukan nya juga untukmu karena kamu pasti memerlukan ini untuk keperluan kamu nanti dan ya nanti aku juga punya kejutan lainnya"


"Apa itu!?! "


"Kalau aku memberitahu, itu namanya bukan kejutan.. besok kamu juga akan tahu"


"Terimakasih Abi" mata Arsyila nampak berbinar menatap lekat wajah Abizar


"hhmm sama-sama" Abizar mengusap lembut wajah Arsyila dan tersenyum


"Abi.. bisakah aku memelukmu?! " pertanyaan yang mengejutkan ini membuat Abizar terdiam sejenak lalu dia langsung menarik Arsyila kedalam dekapan nya


"Kamu tidak perlu meminta ijin dariku, jika kamu menginginkan nya maka lakukanlah" dia mengusap lembut pucuk kepala Arsyila dan memberikan kecupan juga disana, Abizar merasa begitu Damai dan lega dalam hatinya karena Arsyila sudah mulai mau melembut dan tidak dingin lagi dengan dirinya.


Cukup lama Arsyila dalam dekapan Abizar dan terus menonton film, saat Abizar menoleh kebawah untuk melihatnya ternyata Arsyila sudah tertidur pulas, senyum Abizar kembali mengembang mendapati hal ini.


5hari bekerja terus menerus membuatnya benar-benar lelah, dia tidak ingin terlalu lama meninggalkan dirinya dan mempersingkat pekerjaannya diluar kota


********


Pagi harinya Arsyila terbangun lebih dulu dan menggeliat pelan, dia merasa ada aruma yg berbeda saat membuka matanyaperlahan.


Arsyila terkejut saat melihat siapa yg ada tepat di depannya sambil masih memeluk tubuhnya dengan cepat dia menutup mulutnya terbelalak tak percaya dengan apa yg terjadi.


Arsyila memandang wajahnya begitu lekat dan dalam yg masih terpejam dengan nafasnya yg berhembus tenang, sepertinya Abizar masih larut dari alam mimpinya.


"Kamu terlalu sempurna" gumamnya pelan, Arsyila terbayang masa lalu merika yg begitu indah dan tidak ada masalah apapun bahkan pertengkaran pun sangat jarang merika dapatkan


"Tapi segalanya tidak lagi sama Abizar, kau sangat sulit untuk bisa dijangkau aku sendiri merasa bukanlah seseorang yang layak untuk kamu, apalagi bisa bersanding denganmu"


"Siapa yg mengatakan itu? kenapa kamu lebih memilih mendengar apa yg orang lain akan katakan? aku sudah punya segalanya, yg aku inginkan adalah dirimu.


jika kamu beranggapan bahwa kamu tidak pantas maka kamu salah besar, kamu adalah satu-satunya yang layak untukku, kamu pintar, cantik dan memiliki bakat yg orang lain tidak miliki walaupun kamu tidak memiliki gelarmu tapi kamu memiliki IQ yg orang lain tidak miliki dan sesuatu yang orang lain tidak miliki itu semua ada pada dirimu.


Lalu dimana letak tidak pantasnya dirimu? Arsyila hanya kamu yg pantas untuk seorang Abizar Erickson"

__ADS_1


perkataan Abizar yg begitu lugas membuat Arsyila terdiam seribu bahasa dia berpikir bahwa Abizar masih tertidur pulas, tanpa dia tahu saat dia menggeliat pelan Abizar dapat merasakan dan ikut terbangun.


"Abi...?


''Berhenti berpikir bahwa kamu begitu lemah dan rendah, Aku adalah yg paling tahu seperti apa kamu dulu dan sekarang dan kamu harus tahu tidak akan ada pria yg layak untukmu selai aku, kita adalah pasangan yg sudah ditakdirkan untuk bersama"


Abizar mencuba menenangkan Arsyila dan mencuba membuatnya mengerti agar ketidak percayaan dirinya tidak lagi ada, dia ingin arsyila yg percaya diri ceria dan selalu tersenyum seperti dulu lagi.


Menghembuskan nafasnya berat Abizar menarik Arsyila lebih dalam dalam dekapannya, dia tahu bagaimana perasaan Arsyila yg membelenggu ditambah lagi masa lalu merika yg pernah gagal karena ketidak ada kepercayaan yg membuat Arsyila sangat berhati-hati dalam mengambil langkah.


"Tenanglah.. Semuanya akan Baek-baek saja"


Setelah merasa tenang Abizar dan Arsyila memutuskan untuk bersiap-siap untuk bekerja dan anehnya Abizar memintanya untuk berdandan dan menggunakan baju yg lebih rapi


Arsyila hanya menurut dan melakukan apa yg Abizar minta, saat merika sama-sama keluar dari kamar senyum merekah terpancar diwajah merika berdua, manakala Arsyila melihat Abizar memakai baju yg Arsyila belikan dan Arsyila memakai baju barunya yg begitu Cantik dan anggun saat dia menggunakannya.


"Ayu kita sarapan diluar saja"


"baiklah " sahut Arsyila dia mengikuti langkah Abizar yg turun lebih dulu


Sepanjang perjalanan Senyum Abizar terus terukir diwajahnya bahkan Arsyila yg melihat itu juga ikut tersenyum, merika seperti anak muda yg baru jatuh cinta.


"kita sarapan direstoran depan saja" ucap Abizar dan mulai memelankan laju Mobilnya


"Abi.. aku"


"Tidak usah malu, ayu turun" Abizar membukakan pintu mobilnya, dengan perasaan canggung Arsyila turun dan melangkah bersama Abizar menuju pintu masuk dia masih belum terbiasa berjalan bersama Abizar.


Setelah memesan makanan Abizar dan Arsyila memilih untuk duduk dimeja yg dekat dengan kaca yg mengarah jalanan dan saat makanan tiba merika memulai sarapan.


"eemm.. ini enak"


"kamu suka? "


"hhmm.. kamu cuba ini"


Arsyila menyuapkan makanan miliknya dan menyuapkan kearah mulut Abizar yg yg dengan senang hati membuka mulutnya


"Wah wah wah... sepertinya kamu sangat bahagia sekarang Arsyila" sapa seseorang yang tiba-tiba muncul disamping meja makan Arsyila dan Abizar yg langsung mendungak mendengar suara itu


"Tante" ucap Arsyila terkejut


"ternyata kamu masih mengenalku, jadi apa sekarang kamu benar-benar menjadi wanita pengguda?! " ucapnya penuh ijikan, bahkan saat dia melihat penampilan Arsyila kini dia percaya dengan apa yg dikatakan Luna putrinya tentang bagaimana Arsyila yg sekarang

__ADS_1


''Jaga ucapan Tante" Arsyila menahan amarahnya saat mendengar penghinaan nya, sudah cukup baginya untuk terus menghina dirinya, dia merasa benar-benar muak dengan keluarga yang satu ini.


__ADS_2