ARSYILA ABiZAR

ARSYILA ABiZAR
Hari baru


__ADS_3

"Ada apa?! kenapa kalian menatap terkejut?!" tanya Belia heran dia menatap tidak suka pada pasangan sejuli yg ada dihadapannya


"No.. Nona Belia.. ka kau?" Lina tergagap saat berhadapan langsung dengan Belia, keluarganya sudah cukup lama ingin bertemu dengan orang-orang ini, namun koneksi merika tidak begitu kuat untuk bisa bertemu merika bahkan adiknya yang Mestirius pun belum satupun ada yg tahu seperti apa wajahnya.


karena disetiap pertemuan atau acara apapun hanya akan Sekretaris atau Belia yg datang menggantikannya, dia terkenal begitu menjaga privasi kehidupannya namun bakat dan kemampuannya tidak bisa diragukan lagi, sehingga Orang-orang berbondong-bondong untuk berusaha bisa menjadi koleganya.


"Wahh.. kalian mengenalku?!" Belia membelalakkan matanya tak percaya lalu menormalkan lagi ekspresi nya "Tapi maaf sepertinya aku tidak mengenal kamu" kekeh Belia dia begitu tidak menyukai orang-orang ini dia menarik Arsyila untuk segera pergi dari toko itu, dia paling tidak menyukai orang-orang yg selalu mencari perhatian dan memanfaatkan orang lain.


"Tunggu aku akan membayar pakaian nya dulu" Arsyila menghentikan langkah nya saat dimeja kasir dan mengeluarkan Black cart miliknya


"Apa?!!"


Luna terpekik saat melihat Arsyila mengeluarkan kartunya, bahkan dia yg sudah bertahun-tahun hidup bergelimang harta masih belum memiliki kartu itu sendiri, dia harus meminta dulu pada ibunya jika ingin berbelanja dan harus mengembalikannya lagi jika sudah.


"hello... ??


"apa yg salah?!"


Arsyila mengayunkan paperbag yg dia pegang didepan wajah Luna, dia merasa sangat puas dengan apa yg dilihat Luna dan dia tidak bisa lagi menghinanya semaunya dan tentang Belia dia tidak tahu mengapa Luna tiba-tiba langsung berubah saat melihatnya dan berhenti bersikap puas terhadapnya.


"ti tidak, ayu baby kita pulang"


Luna langsung menarik tangan Jastin keluar dari toko mendahului Arsyila, dia menghentakkan kakinya begitu kesalnya harus kalah lagi dan lagi dari Arsyila sedangkan Jastin dia kembali berbalik mentap kearah Arsyila, dia tidak pernah menduga setelah tidak melihatnya lagi begitu lama, ketertarikannya pada Arsyila bukannya memudar malah semakin menggila apalagi dari apa saja yg dia kenakan dia yakin Arsyila hidup dengan nyaman sama seperti dulu.


*******


Diperjalanan kembali Belia terus tertawa teringat sikap Luna yg lari menjauhinya, entahlah tiba-tiba Belia seolah memiliki hiburan tersendiri


"Kamu tertawa terus menerus, apa tidak takut dikatai orang kalau kamu gila?" tanya Arsyila tersenyum


"Mana ada, apa kamu lihat wanita itu ketakutan saat melihatku? apa aku terlihat seperti hantu" ucapnya terpingkal


"tidak sih.. bisa saja kamu terlihat seperti penyihir pikirnya sampai dia takut akan kamu ubah menjadi tikus"


"Hahahaha....


"Sudah sampai.. Belia menghentikan Mobilnya didepan pintu luby Apartemen


"Apa kamu mau mampir?!"


"Tidak lain kali saja, adikku juga tinggal di apartemen sini tapi dia sedang dinas, lain kali akan aku perkenalkan kamu dengannya"


"benarkah?! lalu akan aku tunggu, adikmu pasti semenyenangkan kamu juga" ucap Arsyila begitu senang

__ADS_1


"Hahaha... kamu salah Nona dia manusia terdingin dimuka bumi ini" tawa Belia


"Astagaaa.. adikmu sendiri bahkan kamu katai" Arsyila menepuk dahinya geleng-geleng


Setelah berpamitan Belia beranjak pergi dan Arsyila masuk dengan membawa paperbag yg penuh barang miliknya dan Abizar ditangan nya dan sesampainya Arsyila di dalam Apartemen dia langsung menjatuhkan segalanya diatas meja diruang tengah bahkan dia lupa untuk membeli bahan mengisi isi kulkas.


Sedangkan Abizar yg baru selesai dari pertemuan baru sempat melihat ponselnya dia tersenyum saat melihat pesan laporan pengeluaran dari kartu miliknya yang menunjukkan kalau Arsyila sudah menggunakannya bahkan Asisten Abizar yg sudah lama mengikutinya sampai terkejut melihat hal ini.


Satu pesan laporan seperti ini bisa membuat atasannya yg begitu dingin tiba-tiba bisa tersenyum setelah sekian lama dia mengikutinya.


"Jimmi..Atur jadwal selanjutnya"


"Tuan muda.. ini sudah malam dan anda baru kembali bekerja setelah keluar dari rumah sakit, apa sebaiknya anda istirahat dulu"


"Tidak.. aku mau semuanya cepat selesai"


"Baek tuan muda" Jimmi hanya bisa patuh dengan atasannya itu, setelah cukup lama mengikuti Abizar dia cukup tahu seperti apa tempramen atasannya itu


tidak berselang lama tiba-tiba ponsel Abizar bergetar tanda bahwa ada pesan masuk


Arsyila:Aku menggunakan kartu yg kamu berikan hari ini dan setelah ini aku akan kembali berbelanja membeli bahan makanan, terimakasih untuk segalanya


isi pesan dari arsyila untuk Abizar


Arsyila: tidak apa.. jaraknya sangat dekat dengan apartemen


Abizar: Baiklah


Pesan yg begitu singkat tetapi bisa membuat semangat Abizar kembali, saat nanti kembali Abizar sudah berniat membelikan Arsyila sesuatu nantinya dan Tinggal menghitung waktu saja maka dia akan bisa kembali dari kota ini.


dan sekali lagi Jimmi dibuat bingung oleh Abizar yg tiba-tiba tersenyum lagi, bahkan senyumnya semakin mengembang.


Pagi harinya Arsyila terbangun dari tidurnya saat dia melihat pantulan dirinya dikaca dia benar-benar terkejut dan masih belum percaya.


Sudah cukup lama dia tidak oenah mengurus dirinya hingga dia sampai lupa seperti apa rupa dirinya yg sebenarnya bahkan rambutnya yang panjang sampai pinggang pun dia biarkan saja dan sekarang dia sudah memutung nya hingga panjang sampai punggung saja lagi.


"Baiklah Arsyila, ini adalah hari barumu mulai lagi hidupmu sekarang insomnia mu juga sudah mulai tidak terlalu parah lagi dan mulai bisa tidur dan beristirahat lagi.


dan hal kemarin jadikan itu pelajaran agar kamu berhati-hati dengan orang yg paling dekat sekalipun dengan mu" gumamnya menyemangati dirinya sendiri


Bangkit dari tempat tidur Arsyila langsung kekamar mandi membersihkan dirinya, lalu turun ke lantai bawah menuju dapur untuk memasak bahan yg sudah dia beli tadi malam.


sedangkan paperbag yg berisi belanjaan nya tadi malam masih terletak diatas meja

__ADS_1


Saat Arsyila Asik memasak tiba-tiba bel pintu didepan berbunyi, Arsyila yg sedang memasak merasa bingung siapa yg datang sepagi ini


Cek lek


"Kejutan!!"


"Astaga Romi?!" Arsyila sangat terkejut saat melihat siapa yg ada didepan pintu, bahkan dia membawa kantung belanjaan yg penuh ditangannya


"Ayu beri aku jalan ini sangat berat"


"ohh.. iya maaf" Arsyila membuka pintu dengan lebar dan membiarkan Romi untuk masuk


"kamu masak apa?"


"Hanya sayuran dan beberapa telor"


"oohh... baiklah, kalau begitu aku akan menumpang untuk sarapan, aku juga membeli beberapa bahan makanan saat diperjalanan" ucap Romi dan membuka kulkas untuk memasukkan nya kedalam kulkas


"kamu sepertinya baru berbelanja, kulkasnya masih penuh?!"


"hhmm... tadi malam aku melakukan nya"


"pantas... kapan Abizar kembali?!"


"Aku juga tidak tahu dia tidak mengatakan apapun tadi malam"


"wah kalian saling bertukar pesan?! jadi apa hubungan kalian sudah membaek? aku punya pirasat sepertinya akan ada kabar baek"


Tookkk


Arsyila menjentikkan tangannya didahi Romi dengan kesal"jangan terlalu banyak berpikir, kalau kamu mau makan, makan saja"


"Aauu.. kamu masih sama ternyata, sangat galak"


"Siapa yg peduli?!" Arsyila duduk di meja makan dan mulai memakan makanan miliknya


"ehh tunggu.. tunggu.. Romi menaruh tangannya dibawah dagu dan melihat kearah Arsyila, dia merasa ada sesuatu yang berbeda darinya


"Apa?!"


"Kamu merubah penampilan kamu? dan rambutmu kamu sudah memutungnya?!"


"Kenapa tidak suka?!" kesal Arsyila

__ADS_1


"Tentu saja suka.. Cantik!!" puji Romi lalu dia juga duduk dihadapannya, sungguh mencintainya dengan diam tidak akan menjadi sesuatu yang akan membuat Arsyila menjauhinya, Arsyila tidak akan pernah menduga bahwa dirinya juga sangat menyukai nya selama ini.


__ADS_2