
Di dalam salah satu toilet Arsyila menangis sesenggukan, baru beberapa hari dia kembali ke kota itu namun dia kerap kali menangis tanpa bisa mengatasinya bahkan pikirannya terasa buntu setiap dia berhadapan dengan Abizar dan mendapati sikapnya yg seperti ini semakin membuat Arsyila merasakan bahwa dirinya masih terjerat perasaan dengan Abizar.
Dia teringat dimana hari pertama dia bekerja dirumah sakit itu dimana dia memecahkan gelas dan saat itu pula Abizar bersikap kasar seolah dia adalah musuhnya, tetapi Arsyila merasa itu jauh lebih baek dari pada dia harus menerima perlakuan nya barusan.
dia tidak ingin berandai-andai apa lagi sampai berpikir bahwa Abizar masih mencintai dirinya karna perhatian nya itu.
merasa mulai tenang Arsyila langsung keluar dari dalam toilet dan mencuci wajahnya kemudian mengambil masker dalam kantung celananya dan kembali ke dalam kamar Abizar untuk membersihkan serpihan-serpihan kaca yg belum selesai dia bersihkan.
saat dia masuk dia melihat pecahan kaca masih berserakan dilantai tanpa ada Abizar diatas ranjangnya.
"ini lebih Baek" gumamnya sambil membawa sapu dan serukan untuk memungutnya tidak berselang lama semuanya sudah bersih dan Arsyila bersiap untuk pergi, namun dia tidak pernah menduga kalau Abizar ternyata berada di dalam kamarnya dan baru keluar dari toilet bersamaan tatapan mereka yg saling bertemu.
Arsyila langsung mengalihkan pandangannya begitu juga dengan Abizar entah mengapa suasananya terasa begitu canggung
"Aku sudah membersihkan nya" terdengar suara serak Arsyila yg seperti habis menangin dan benar saja saat Abizar melihat matanya, yg terlihat merah membengkak Abizar sangat tahu seperti apa Arsyila, walau dia menggunakan masker tetapi dia tidak bisa menyembunyikan apapun darinya.
"hhmm..
hanya itu yg terdengar dari sahutan Abizar dia kembali keranjangnya dan merebahkan dirinya tanpa menghiraukan Arsyila lagi dia terlalu lelah dan merasa benci pada dirinya sendiri karena tidak bisa mengendalikan dirinya
" Sampai kapan kamu terus seperti ini?! "
__ADS_1
"Astaga..!! Arsyila dikejutkan dengan suara seseorang yang berada tepat di samping nya saat dia keluar dari kamar Abizar
" Huuhh... kamu ini sudah aku katakan bukan?!lebih baek selesaikan semuanya, sudah terlalu lama kalian seperti ini "
"Aku tidak berpikir untuk menjelaskan apapun, kami tidak memiliki hubungan apapun, aku pikir tidak ada yg perlu diselesaikan atau apapun"
"ya Tuhan... pantas saja kalian berjodoh, kalian sama-sama keras kepala" kesal Romi, Arsyila yg mendengar itu membelalakkan matanya tidak senang dengan penuturan Romi
"Kata siapa kami berjodoh... jangan pernah memikirkan hal yg tidak mungkin, kami tidak akan bersama!!" ketika berjalan beriringan sambil meninggalkan ruangan Abizar mulai menjauh
"kamu berani bertaruh? jika aku benar apa yg akan aku dapatkan nantinya?! " tanya Romi sambil menaik turunkan alisnya dia sangat ingin tertawa, mengingat bagaimana Arsyila dan Abizar yg seperti kucing dan tikus tidak ada kemungkinan bagi mereka untuk bisa bersatu kembali pikirnya.
namun berbeda dengan pemikiran Romi dia merasa diantara mereka masih saling menyimpan perasaan satu sama lain, hanya saja mereka tidak pernah mau mengakuinya.
"Tidak... aku yakin dengan apa yg aku pikirkan, jadi gadis baek jangan terlalu bersedih okeyy?!! Romi mengacak-acak rambut arsyila dan berjalan lebih cepat darinya meninggalkan Arsyila yg terdiam dia baru menyadari kalau dirinya baru saja menangis dan tanpa sadar membuka maskernya saat berbicara dengan Romi.
*******
Tidak terasa sudah dia minggu berlalu dan perban yg membungkus lengan dan kaki Abizar sudah dilepaskan karena lukanya sebenarnya tidak begitu parah hanya saja Romi lah yg melebihkan hingga semuanya terlihat begitu buruk dan selama itu pula Arsyila merawat Abizar walau selalu mendapatkan perlakuan dinginnya bahkan terkadang dia mendapatkan penulakan saat ingin membantu Abizar.
" Besok kamu sudah bisa keluar dari rumah sakit sudah tidak perlu dirawat lagi" ucapan Romi yg juga didengar oleh Arsyila dan Abizar bersama an.
__ADS_1
"Baguslah.. itu artinya aku tidak akan melihat wajah yang membuatku bosan lagi!" ketusnya
"Abizar..
" Apa?! bukannya aku benar?! " Abizar beranjak dari ranjangnya dan mengambil sesuatu dari dalam laci penyimpanan, menuliskan sesuatu lalu melemparnya ke hadapan Arsyila
"itu upahnya karna sudah merawatku, terimakasih" lalu Abizar kembali duduk di ranjang sambil melihat isi pesan yg ada diponsel miliknya
Arsyila mengambil kertas itu dan membacanya sambil tercengang "Maaf.. untuk apa ini?"
"bukankah sudah jelas yg aku katakan?! "
Romi yg melihat wajah Arsyila yg nampak tidak bahagia lalu mengambil kertas yg berada ditangannya dan membelalakkan matanya tidak percaya
"500 juta?! Abi apa maksudnya ini?!"
"sudah aku katakan itu biaya karna dia sudah merawatku apa kurang jelas? " Ucap nya tidak senang menatap Romi
"Maaf sekali tuan ABIZAR YG TERHORMAT!! Tapi saya sama sekali merasa tidak memiliki hak apapun dari sepersen pun cek yg anda berikan bahkan seperempat gajih saya tidak Mampu melampaui angka yg anda berikan.
dengan saya menerima gajih saya yg hanya seorang perawat kecil itu sudah cukup untuk membiayai keluarga saya, jadi saya ucapkan terimakasih yg sebesar-besarnya karna rasa peduli anda tapi maaf saya tidak bisa menerimanya" kemudian Arsyila berlalu pergi tanpa mengatakan apapun lagi.
__ADS_1
"Abizar kamu benar-benar keterlaluan kali ini, kamu sudah menghina dia" kemudian Romi juga keluar dengan meletakkan kertas cek diatas ranjangnya
"Sombong... apa itu tidak cukup? aku sedikit bertanya tanya untuk apa dia menjadi seorang perawat biasa jika dia memiliki kekayaannya yg berlimpah dan gelar dokter berpridekat selama ini? " gumamnya mengejek, namun yg Abizar tidak tahu adalah semuanya tidak lagi sama semenjak dirinya meninggalkan Arsyila dihari itu, hari yg paling menyeramkan dihidup Arsyila.