ARSYILA ABiZAR

ARSYILA ABiZAR
keadilan apa yg dia dapatkan


__ADS_3

Saat ditengah malam Arsyila mencuba merebahkan dirinya untuk beristirahat mengidap insomnia bukanlah hal yg mudah perasaan tersiksa kerap kali Arsyila rasakan mana kala dia benar-benar ingin tidur hanya untuk beberapa waktu saja.


suasana malam itu nampak sangat sunyi dan hanya ada 3orang saja yg berjaga di meja untuk berjaga-jaga dan Arsyila berada sendirian diruang istirahat.


Saat Arsyila mencuba memejamkan matanya dia merasa ada seseorang yang sedang memperhatikan dirinya dan saat dia membuka mata tiba-tiba benar saja susuk serba hitam sudah ada berada tepat berada diatas tubuhnya dan langsung mencekik leher Arsyila tanpa sepatah katapun.


"Ahhkk!! "


Arsyila memegangi kedua tangan orang itu yg kemungkinan seorang pria mencuba untuk melepaskan diri nya, namun kekuatan orang itu terlalu kuat tidak seberapa dengan kekuatan Arsyila yg sama sekali tidak pernah melakukan kekuatan pisik.


"tolong... teriaknya lemah dengan cepat orang itu melepas satu tangannya dan membekap mulut Arsyila yg menggeleng keras mencuba sebisa mungkin untuk melakukan perlawanan.


dengan menggunakan satu tangannya Arsyila mengambil apa saja yg ada diatas meja samping ranjangnya dan memukul kepala Pria itu dengan keras


" Akkhh... Gadis sialan!! "


Bogghh.. bogghh...


Beberapa kali pria itu memukul wajah Arsyila setelah mendapatkan pukulan dari perlawanan Arsyila yg melukai kepalanya dan tanpa ampun dia mengangkat tubuhnya dan langsung menendangnya hingga terpental mengenai lemari...


Braakkk


" Ahhh.. uhuk uhuk" Arsyila terbatuk terus menerus dan memuntahkan darah yg cukup banyak


"Ada apa ini? ahh... tolong tolong" salah satu perawat yg mendengar ada keributan mencuba mengecik dan betapa terkejutnya dia saat melihat Arsyila yg sudah tersungkur lemah


Melihat situasi sudah tidak memungkinkan lagi Pria itu bergegas dan berlari sampai menabrak perawat itu hingga jatuh terduduk


"Apa kalian bodoh mengapa sangat ribut di tengah malam seperti ini? mengganggu tidur saja" Abizar yg kamarnya tidak jauh mendengar suara sangat berisik dan keluar

__ADS_1


"tolong.. tolong teman saya dia terluka parah" tunjuk nya menangis pada Arsyila yg terkulai sangat lemah dan terus terbatuk darah, Abizar yg penasaran melangkah masuk untuk memeriksa namun tidak seperti sebelumnya wajahnya yg mengantuk berubah menjadi ke terkejutan luar biasa mana kala saat dia mengenal siapa yg telah terluka.


"Apa yg terjadi?! "


dia langsung mendudukkan Arsyila dan mencuba berbicara dengan nya namun Arsyila tidak bersuara sama sekali yg Abizar lihat wajahnya penuh dengan darah dan lebam dan di lehernya terlihat memar bekas cecikan, Abizar dapat menyimpulkan bahwa seseorang telah menyerang Arsyila dan mencuba untuk membunuh dia secara brutal.


Abizar mengepalkan genggaman tangannya dan langsung menggendong Arsyila membawanya keruang tindakan bahkan dia tidak membiarkan dokter manapun menyentuh nya selain Romi yg juga panik saat mendengar kabar Arsyila yg terluka.


"Kamu tenang saja dia akan Baek-baek saja" ucap Romi menepuk pundak Abizar yg terlihat gelisah diluar ruangan.


"Baik-baik bagaimana?! kamu lihat dulu kondisi nya baru kamu bisa berucap seperti ini! " kesal Abizar, namun itu menjadi satu ke terkejutan Romi yg dia sadari bahwa Abizar sangat ketakutan dengan apa yg baru saja terjadi dan itu artinya dia masih sangat peduli dengan Arsyila yg bukan siapa-siapa lagi baginya.


"Ohh Maaf.. baiklah aku masuk dulu" kemudian Romi masuk kedalam untuk melihat kondisi Arsyila


******


"Bagaimana?! " Abizar masuk begitu saja dan melihat kondisi Arsyila yg sudah tidak sadar lagi dengan wajah yg nampak membengkak yg nampak mengerikan diwajahnya


"Dia diberi obat penenang, kita belum tahu pasti apa ada yg parah dibagian tubuhnya atau tidak karna kami masih melakukan pemeriksaan tapi aku bingung mengapa ada yg sampai begitu tega ingin membunuh nya dengan kondisi Arsyila yg seperti ini" ucap Romi nampak sedih


"Apa maksudmu?! " Abizar juga nampak bingung dengan penuturan Romi


"Bi... apa kamu bisa mulai membuka mata kamu sejelas jelasnya?aku rasa 5tahun sudah cukup, apa kamu menyadari perubahan Arsyila saat kalian bertemu kembali? semuanya tidak lagi sama Abizar 5tahun tidaklah sebentar banyak hal yg kamu tidak tahu, cubalah untuk mencari kebenarannya dan lihat dengan benar apa Arsyila terlihat seperti itu? apa dia benar-benar gadis murahan seperti yg kamu bayangkan?


lihatlah... dia terluka seperti ini saja kamu begitu panik, lalu bagaimana jika suatu hari nanti dia benar-benar kehilangan nyawanya dan kamu baru tahu kebenarannya setelah dia sudah menghembuskan nafas terakhirnya Abizar... sadarlah!!" ucap Romi begitu dalam yg membuat Abizar merasa tertuhuk dan mengepalkan genggaman tangan nya begitu kencang tersirat dalam pikiran nya apa yg dikatakan Romi memang ada benarnya, ke keras kepala an nya lah yang membuat dia menutup mata dan tidak pernah mau mendengar apa pun tentang sebenarnya yg terjadi dan memilih untuk pergi lari dari kenyataan.


"Cukup!! "


Abizar keluar dari ruangannya dan saat dia sudah ada diluar dia langsung meninjukan genggaman tangan nya ketembuk dengan begitu kencangnya meluapkan segalanya.

__ADS_1


"Aakhhh.... Brengsek!!!"


Umpat nya kesal dia sendiri tidak tahu apa yg terjadi pada dirinya setiap dia melihat Arsyila terluka sekecil apapun, dia tidak akan tahan bisa mengendalikan dirinya sendiri Abizar sangat menyadari bahwa rasa benci dan cinta yg dia miliki sangat berbeda tipis yg bisa saja kebencian nya selama ini berubah menjadi Cinta lagi.


*****


Semenjak kejadian itu Abizar menyuruh seseorang untuk menyelidiki segalanya, dari kejauhan dia selalu memantau kondisi Arsyila tanpa mau menemuinya, satu hal yg mulai dia tahu bahwa selama 5tahun terakhir Arsyila tidak lagi tinggal dirumah mewah milik orang tuanya, bahkan rumah itu sudah terjual seminggu setelah perpisahan merika.


yg disesalkan Abizar adalah dia tidak tahu selama ini Arsyila menjalani hidupnya dengan tidak sebaek seperti yg dia pikirkan bahkan perusahaan besar milik Papa nya sudah bukan miliknya lagi semenjak 5tahun itu pula dia teringat dimana dia masih menjalani hubungan dengan Arsyila kedua orang tuanya sangat baek terhadap dirinya walau dia hanya mengenalkan statusnya yg hanya anak orang biasa dan itu tidak menjadi masalah bagi kedua orang tua Arsyila tanpa merika tahu siapa sebenarnya Abizar.


dan hari ini kebenaran yg sangat mengguncang Abizar membuatnya tidak dapat berucap adalah dimana hari dia meninggalkan Arsyila hari itu orang tuanya meninggal dalam kecelakaan bersama dengan sang kakak hingga meregangkan nyawa mereka dan semenjak hari itu hidup arsyila benar-benar berubah bahkan dia juga dikeluarkan dari Universitas tempat dia menimba ilmu.


"mengapa kamu tidak pernah memberikan kabar ini padaku?!" ucapnya pada Romi


"Apa pernah kamu mendengarkan? kamu hanya mendengar namanya saja langsung emosi lalu bagaimana cara aku mengatakan nya dan kau tahu selama kalian bersama aku tidak tinggal disini aku juga baru tahu saat bertemu dengannya lagi"


"Lalu bagaimana dengan ibunya?! "


"Beliau sempat mengalami depresi sebelum nya, tetapi itu sudah tidak lagi"


"Lalu bagaimana dengan Arsyila sendiri?! " tanyanya menatap lekat pada Romi


"Aku juga tidak tahu, Arsyila bukan gadis yg mudah untuk ditebak dia sangat pandai menutupi segalanya aku takut dia mengalami trauma berkepanjangan karena saat kejadian yg menimpa keluarga nya itu terjadi tepat dihadapan nya, abi wanita mana yg dapat menahan guncang yg begitu keras?!


Saat itu dia dituduh berselingkuh dan kamu tinggalkan begitu saja, saat kembali diperjalanan dia menyaksikan orang tuanya dan kakak kandung nya mengalami kecelakaan tidak sampai disitu, ibunya menjadi kehilangan akal sehat setelah harta merika raib karena ayahnya dituduh korupsi dan semua aset jatuh ke tangan sangat adik.


Cuba kamu pikirkan disaat semuanya menjadi begitu menyakitkan satu-satunya harapan yg dia miliki hanya pendidikan dia yg begitu membanggakan, namun skandal dia tidur bersama seorang pria dikamar hotel itu tersebar begitu saja dimana-mana mengakibatkan dia diberhentikan secara sepihak oleh universitas.


kamu pikirkan Baek-baek abi keadilan apa yg Arsyila dapatkan? apa selama 5tahun terakhir kamu berpikir hidupnya benar-benar baek?"

__ADS_1


__ADS_2