ARSYILA ABiZAR

ARSYILA ABiZAR
gadis yg suka tidur


__ADS_3

Saat Abizar sampai diMobil milik nya dia menurunkan Arsyila dari gendongannya, tetapi dia baru menyadari bahwa Sejak merika keluar dari kamar rawat, Arsyila tidak melakukan perlawanan lagi.


"Sejak kapan kamu jadi gadis yg suka tidur?!"


Abizar terkekeh lalu memasukkan Arsyila kedalam mobil secara perlahan agar tidak membangunkan nya, Abizar berpikir bahwa Arsyila hanya lelah karena tubuhnya yg kurang sehat, tanpa dia tahu Arsyila mengidap insumnia berkepanjangan dan baru kali ini dia benar-benar tertidur tidak terbangun mendengar suara apapun dan tanpa susah payah dia berusaha.


Sejak sampai diparkiran rumah sakit hingga berada dalam mobil Abizar terus memandang wajah terlelap Arsyila penuh kerinduan, ini adalah wajah yg selalu menghiasi hari-hari nya penuh warna, bahkan setelah perpisahan merika setiap hari Abizar tidak sekalipun pernah melupakan orang yg saat ini tepat berada dihadapan nya itu.


dia merasa bodoh atas dirinya sendiri yg tidak dapat membedakan yg benar dan salah karna telah meragukan kepercayaan diri nya pada Arsyila yg mengakibatkan merika harus berpisah, jika waktu bisa terulang kembali Abizar akan memilih untuk mempercayai nya.


tetapi segalanya tidak lagi sama, segalanya telah terjadi dan perubahan pada hidup Arsyila Abizar merasa dirinya juga andil dalam penderitaan nya selama ini.


Sepanjang waktu Abizar membawa Arsyila dari lift hingga berjalan dilurung menuju apartement dia hanya berjalan perlahan tanpa mengalihkan perhatian nya dari wajah Arsyila yg terlihat tertidur begitu Damai rasanya dia ingin sekali tertawa, bagaimana bisa dia tidur senyam itu dalam posisi tidak nyaman.


Saat Arsyila terbangun dia melihat sekeliling dan tidak mengenali tempat dimana dia berada dia berjalan perlahan menuju hurden dan membukanya perlahan dan terkejut.


ternyata dia berada di ketinggian yg cukup membuat pandangannya terkesima dengan keindahannya, dia yakin saat ini dia tengah berada di sebuah apartement.


"Kamu sudah bangun?!" pertanyaan dari belakang Arsyila menyadarkan nya dan segera berbalik.


"Kenapa?" ucapnya tidak senang


"Aku sudah mengatakan bahwa untuk sementara waktu kamu tinggal di sini dulu bersama dengan ku"

__ADS_1


"Tempat siapa ini?"


"Ini Apartement milikku" sahut Abizar santai dia meletakkan nampan yg berisi makanan untuk Arsyila dia tahu beberapa hari ini Arsyila kurang baek tentang makanan nya


"Milikmu?!" ada ke terkejutan dari apa yg Arsyila ucapkan, yg dia tahu dahulu Abizar bukanlah dari kalangan orang berada


"hhmm... kamu terkejut?!" Abizar duduk sisi ranjang sambil menikmati wajah ke terkejutan Arsyila yg masih diam terpaku di sisi kaca besar yg memperlihatkan pemandangan kota


"Sangat..." hanya itu yg keluar dari mulut Arsyila


"Maaf karena aku sudah menyembunyikan Tentang diriku yg sebenarnya saat itu aku tidak bermaksud merahasiakan nya" lirih Abizar


"Tidak apa... itu sudah dimasa lalu, sudah biasa aku ditipu oleh orang orang terdekatku" Arsyila tertawa sinis mendapati kenyataan pahit tentang seperti apa sebenarnya kehidupan Abizar yg ternyata bergelimang harta.


dia tahu segalanya tidak akan sama dan seperti semula namun dia berharap dengan cara seperti ini Arsyila akan aman dan seiring berjalannya waktu Arsyila mau memaafkan diri nya "Makanlah dan istirahat kondisi kamu masih terlalu lemah" Abizar beranjak berdiri tanpa berniat membalas perkataan Arsyila dia tahu jika dia membalasnya makan perdebatan tidak akan bisa dia hindari.


"Aku ingin pulang.. ini bukan rumahku!!" ucap Arsyila begitu dinginnya, namun Abizar tidak sama sekali menghiraukan nya, berjalan keluar lalu menutup pintu secara perlahan.


Arsyila yg melihat ini menghentakkan kakinya kesal dia tidak pernah menduga Abizar akan bersikap seperti ini padanya.


saat mendengar tidak ada pergerakan lagi diluar Arsyila berencana mengendap-endap keluar dari apartement dia tahu bagaimana kerasnya Abizar pada pendiriannya jadi dia memutuskan saat Abizar sudah masuk kedalam kamarnya dia akan pergi secara diam-diam.


saat Arsyila membuka pintu dan keluar dari kamar dia terdiam saat melihat bagaimana mewahnya apartement milik Abizar dia tidak menduga sama sekali kalau Abizar sekaya ini bahkan semua isinya terlihat jelas mahal dan desainnya pun tidak sembarangan dengan dua lantai yg tertata rapi, arsyila pikir kapan terakhir kalinya dia bisa melihat kemewahan seperti ini.

__ADS_1


"Apa yg kamu lakukan?!" Abizar keluar dari ruang kerjanya dan mendapati Arsyila yg nampak berjalan kucing kucingan


"astaga!!" Arsyila yg terkejut hampir melumpat ketakutan saat mendengar suara yg tiba-tiba muncul dibelakangnya


"mau lari?" ledek Abizar


"aku ingin pulang" sahut Arsyila dingin dia tersadar kembali teringat tujuannya keluar


"Sudah aku katakan kamu masih dalam bahaya" ucap Abizar mengingatkan


"itu masalah ku.. bukan urusanmu aku pikir sejak bertahun-tahun lamanya kita hanya orang asing, lalu mengapa tiba-tiba kamu bersikap seperti ini?!" kesal Arsyila


"karena aku peduli!" sahut Abizar


"hahaha... aku tidak memerlukan belas kasihan dari siapapun!!" tawa Arsyila benar-benar membuat dada Abizar terasa diremas dia tahu betapa beratnya beban dihati Arsyila selama ini


"Sudah cukup tertawa? jika sudah selesai masuk kedalam kamar lagi, kamu perlu istirahat" ucap Abizar lalu mendukung Arsyila kembali masuk dengan sedikit memaksakan


"____"


Braakkk


"ya Tuhan!!"

__ADS_1


Arsyila sangat terkejut smpai dia memenangi dadanya, ke terkejutan karena Abizar yg tiba-tiba muncul saja masih Arsyila rasakan dan sekarang dia menutup pintu dengan kerasnya membuat Arsyila kembali dikejutkan.


__ADS_2