
Setelah perbincangan yg panjang akhirnya Abizar dan Arsyila tidak menemukan keterangan bagaimana hubungan merika selanjutnya, Arsyila yg terus memberikan penulakan sedang Abizar yg bersikukuh pada pendiriannya untuk menjerat Arsyila karena ingin melindunginya.
saat pagi harinya Abizar menarik kopernya keluar dari kamar dan menuruni tangga, Arsyila yg berada di lantai bawah terkejut saat melihat hal ini dan bertanya-tanya mengapa tiba-tiba Abizar ingin pergi? apa dia marah karena perdebatan tadi malam pikirnya.
"Aku harus pergi untuk beberapa hari" ucap Abizar saat dia berpapasan dengan Arsyila
"Kau marah dengan ku?!"
"Tidak... bukan begitu ada masalah yang harus aku urus diluar kota, jaga dirimu"pesan Abizar
"beberapa lama?"
"mungkin satu minggu, bisa juga lebih"
"Baiklah.. Hati-hati" pesan Arsyila
Abizar mengambil sesuatu dari dompet miliknya menarik tangan Arsyila dan memberikan sesuatu diatas telapak tangannya
"Pakailah ini, beli apapun yang kamu inginkan dan ingat jaga diri kamu baik-baik"
"Abizar ini terlalu banyak" Arsyila melihat benda pipih Black CART tanpa batas milik Abizar ditelapak tangannya dengan tercengang
"Simpan itu, aku masih punya satu lagi untukku simpan dan belilah beberapa pakaian untukmu dan juga untukku, aku memerlukan beberapa pakaian baru untuk ku pakai nanti setelah kembali karena aku tidak sempat berbelanja"
"Tapi...
"oh ya satu hal lagi saat aku pulang kuharap badanmu lebih berisi" kekeh Abizar yg berhasil membuat Arsyila menyibakkan bibirnya
__ADS_1
"Baiklah.. terimakasih" ucapnya melihat Abizar yg pergi begitu saja dan arsyila yg melihat ini merasa seakan kehilangan sesuatu
*******
beberapa hari berlalu setelah Abizar pergi dan selama itu juga Arsyila tetap diam dirumah dan luka lebam diwajahnya juga sudah menghilang kembali seperti semula, bukannya merasa bahagia Arsyila malah merasa kosong, setelah dia tinggal di tempat Abizar Arsyila mulai terbiasa dengan adanya Abizar lagi.
saat dia menghitung hari Arsyila menyadari bahwa tidak akan lama lagi Abizar akan pulang dan dia teringat dengan pesannya yg minta dibelikan baju, Arsyila melihat kearah nakas yg diatasnya terletak kartu yg Abizar berikan beberapa hari yg lalu.
dia memutuskan untuk menghubungi Belia teman barunya saat dia baru kembali ke kota ini dan membuat janji untuk bertemu.
Arsyila pergi menggunakan ojek online untuk pergi karena tempat yg dia tuju bersama Belia tidak terlalu jauh dari Apartemen Abizar.
Saat tiba Arsyila melihat Belia yg sudah menunggu dirinya.
"Hay.. kenapa naek ojek? kalau aku tahu lebih baek aku yg menjemput mu" keluh Belia tidak senang
"tidak apa-apa, jarak aku kesini tidak jauh ku"
Arsyila yg sederhana hanya memakai celana kulut sampai bawah lutut dan kemeja sedangkan Belia yg mengenakan gaun mahal selutut yg nampak modis ditubuhnya.
"Apa yg kita cari dulu? makan atau berbelanja?!" tanya Belia begitu senang, pasalnya setelah pertemuan merika terakhir, merika hanya bertukar pesan dan kadang panggilan singkat saja, karena Belia sangat senang memiliki teman seperti Arsyila.
"Mungkin kita Makan siang dulu, aku belum sempat sarapan di apartemen temanku kehabisan bahan makanan dan aku tidak sempat membeli apapun kemarin"
"Okey kalau begitu" Belia menjentikkan tangannya sangat senang, saking semangatnya dia sampai tidak sadar langsung menyeret Arsyila masuk kedalam restoran yg cukup mahal dan tentunya memiliki ruangan VIP khusus untuk merika berdua agar tidak ada gangguan.
"Kenapa harus disini?" tanya Arsyila tidak enak, pasalnya dia yakin kalau tak akan sanggup baginya untuk membayar ini semua, dia merutuki dirinya sendiri mengapa Bisa-bisa nya dia mengajak seorang yang jelas bukan kalangan bawah untuk diajak jalan.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, sesekali kan tidak ada salahnya" Celetuk belia menimpali
Hahaha sesekali.. tapi aku pikir ini akan menghabiskan jatah makanku untuk satu bulan hanya untuk satu kali makan.
Haaa aku sudah cukup puas dengan segala kemewahan dimasa mudaku.
Arsyila tersenyum kikuk sambil bergumam di dalam hatinya dia terpikir jika memakai kartu Abizar untuk membayar makan merika, apa dia tidak akan marah menghabiskan uang yg cukup untuk makannya sebulan hanya untuk satu porsi hidangan? memikirkan hal itu membuat Arsyila merasa Delema dan tiba-tiba selera makannya berubah menjadi kenyang.
Saat hidangan tiba Arsyila benar-benar membulatkan kedua matanya, pasalnya makanan yg Belia pesan tidak maen-maen sampai meja merika dipenuhi dengan makan.
"Belia apa ini tidak salah?" tanya Arsyila rasanya dia bingung harus menangis atau tertawa melihat pemandangan yg menurut orang lain menyenangkan tapi bagi Arsyila itu menyedihkan untuknya.
"ya tentu saja... ayu makan, oh ya benar kamu jangan memikirkan sual membayarnya.
aku mentraktir kamu, anggap saja ini perayaan pertemanan kita karna mulai sekarang kamu adalah temanku" ucap Belia begitu senangnya dia menganggap Arsyila sudah seperti adiknya sendiri dan mulai menyayangi jua.
"terimakasih" Arsyila sangat terharu saat mendengar penutur an Belia
"Tidak perlu berterima kasih, kamu cukup makan dan menikmati ini semua" celetuk belia dan mulai menyantap makan siang merika dan di respon anggukan oleh Arsyila
Selesai makan merika mulai berjalan berkeliling di pusat perbelanjaan dan saat melihat satu toko ternama Belia langsung menariknya masuk kedalam toko
"Ayu aku sudah berniat membelikan kamu beberapa baju, jadi ku harapan kamu tidak akan menolakku"
"tidak tidak.. ini sudah keterlaluan, kamu sudah mentraktir ku makan, kalau ditambah lagi aku tidak enak jadinya"
"hay.. mana bisa seperti ini, aku sudah menganggap kamu seperti saudaraku sendiri jadi aku tidak ingin ada penulakan" keluh Belia dan mengambil beberapa pakaian yang terlihat cantik dirak.
__ADS_1
"ya sudah terserah kamu saja" Arsyila mendesah pelan dan merika tertawa bersama hingga Belia terus mengambil beberapa pakaian dan Arsyila hanya setuju untuk terus mencuba.
"yg ini... yg ini... ini,. ini dan ini" Belia terus menunjuk dan spg yg melayani merika hanya mengangguk dan mengambil apa saja yg ditunjuk Belia karna selama ini Belia adalah pelanggan tetap merika dan merika tidak ingin sampai mengecewakan.