Awas Ada Setan

Awas Ada Setan
tangisan malam hari end


__ADS_3

Akhirnya warga pun berbondong-bondong keluar rumah dan menuju ke masjid, tapi mereka mrligat Kania dan Shaka yang lari.


Otomatis mereka pun ikut lari mengejar kedua remaja itu, Ardi merasa aneh melihat kedua orang itu.


"Ikuti mereka,"teriak pak Yanto dan ayah Kania.


Saat akan sampai di kebun pisang mereka di halangi oleh dua sosok yang begitu tinggi besar.


Yang satu adalah genderuwo dan satu lagi adalah pocong, dan semua warga desa tau jika pocong itu bisa meludah, dan jika kita terkena ludahan pocong itu bisa membuat tubuh manusia busuk otomatis.


Kania dan Shaka berhenti begitu pun dengan para warga, pak Yanto yang tak ingin putranya mendapat masalah.


Dia langsung maju melindungi kedua remaja itu, "kalian berdua mundur," perintahnya.


"Mau apa kamu manusia sialan," marah sosok genderuwo itu.


"Aku hanya ingin pergi bersama dengan yang lain, jadi tolong minggir dan jangan halangi jalan kami," perintah pak Yanto tegas pada dua makhluk itu.


Tapi kedua sosok itu malah menertawakan pak Yanto dan pria itu langsung mengeluarkan sebuah sabuk dari pinggangnya.


Dan mengayun mengenai dua makhluk itu dengan keras, "argh... sakit," teriak kedua makhluk yang langsung menghilang.


Pak Yanto kembali memakai sabuk itu, "cepat tunjukkan jalannya," perintah pak Yanto pada dua pemuda itu.


Di kebun pisang itu, mbak Sarji dan dua pemuda itu sudah sampai di tempat mereka mengubur jasad dari Ainun.


Mereka semua sedang mengali tanah itu dan segera mereka harus membakar jasad Ainun sebelum warga bisa menemukan jasad itu.


Salah satu dari pria itu panik bukan main, pasalnya tercium aroma busuk yang menyengat dari lubang galian.


Bagaimana pun jika tubuh manusia di kubur di dalam tanah pasti akan membusuk.


Saat mereka masih fokus menggali, tiba-tiba sebuah tali berwarna putih mencekik leher salah satu pemuda.


Dan pemuda itu mati tergantung di pohon nangka dengan tali tambang yang di gunakan untuk membunuh Ainun.


"Jangan!! tolong... lupakan dendam mu mbak.. " kata Kania yang datang bersama warga.


Orang tua Ainun kaget melihat jasad anaknya yang berada di samping kaki Mbah Sarji.


"Mbah Sarji ingin melenyapkan bukti mayat Ainun, dan membantu dua pria ini, tapi aku tak terima kenapa aku harus di bunuh padahal mereka yang melakukan kesalahan," kata arwah Ainun dengan marah.

__ADS_1


Semua orang melihat Mbah Sarji, pria itu pun tak bisa berkutik, saat semua orang lemah.


Arwah Ainun menyerang pemuda satu lagi dengan tambang yang berubah menjadi tombak.


Dan kedua pria itu pun mati, Ainun tertawa dia sudah terikat dendam dan sulit untuk bisa menyebrang.


"Mbak Ainun, kami ingin menolong mu, tapi kenapa mbak malah berbuat seperti ini," kata Kania tak percaya.


"Karena dia sudah jadi arwah penasaran karena dendam, hanya tindakan ini yang bisa di lakukan," kata Mbah Sarji yang menendang mayat Ainun kembali ke tanah dan membakarnya dengan menyan dan sepuluh sesajen.


"Tidak!!" teriak Shaka yang di tonjok di bagian perut saat ingin menghalangi pria tua itu.


"Ainun!!! tidak ... putriku..." tangis ibu gadis itu.


Kania dan Shaka bisa melihat sosok Ainun yang terbakar, "terima kasih dan maaf..." kata arwah itu yang kemudian pergi.


Keesokan harinya, polisi datang karena mendapatkan laporan dari warga, ternyata ditemukan tiga mayat pria.


Dan ketiganya mati dengan cara yang cukup mengerikan, dan polisi akan bergegas mengungkap semua yang terjadi.


Orang tua Ainun membuatkan acara tahlilan untuk putri mereka, sedang bapak dari Ardi juga mulai sehat dan mulai kembali beraktifitas.


Sedang Shaka masih bertanya-tanya, bagaimana bisa ayahnya begitu kuat melawan dua makhluk menyeramkan itu.


Shaka pun ingat jika sebelum sosok Ainun lenyap dalam kobaran api, dia melihat ada setangkai bunga lili yang terlihat.


"Gambar bunga itu jika butuh bantuan ku," suara itu terdengar di telinga Shaka.


〰️〰️〰️〰️〰️〰️


Pagi ini hari Senin, ketiga sahabat itu berangkat ke sekolah tanpa membawa beban pikiran lagi, karna kasus dari Ainun telah selesai.


"Sekarang siapa yang jadi pemimpin upacara, apa kamu atau Shaka?" tanya Kania yang berjalan dengan dua temannya.


"Aku malas," jawab Shaka.


"Aku juga, memang gak ada laki-laki lain ya disekolah, selalu saja menyuruh kami," saut Ardi yang memang kesal.


"Lah... bukannya kamu suka ya, bukankah kamu mengajukan diri ya," kata Kania yang merasa aneh.


Pasalnya dua pemuda itu benar-benar tak semangat untuk melakukan sesuatu.

__ADS_1


Entahlah apa yang terjadi dengan kedua pemuda itu, mereka sampai di kelas dan memastikan atribut seragam mereka lengkap.


Kini mereka berkumpul di lapangan bersama dengan murid yang lain, keduanya juga tidak pergi ke baris terdepan.


Melainkan duduk di barisan belakang bersama teman-teman kelasnya.


Terlihat Kania sedang bertugas sebagai tim pengibar bendera, "dia terlalu semangat apa goblok ya," kata Shaka melihat temannya itu.


"Sudahlah, biar yang lain saja, tiba-tiba aku juga malas bertugas," gumamnya.


Tak butuh waktu lama rombongan dari guru datang dan mereka siap mengikuti upacara bendera.


Tapi tak ada satu pun yang berdiri sebagai pemimpin, "siapa yang bertugas kali ini," tanya kepala sekolah.


"Setyo pak," saut teman-teman kelas dari Shaka dan Ardi.


Kania tak mengira teman-temannya itu malah melindungi Shaka dan Ardi, dan beruntung upacara pagi ini berjalan baik.


Tapi saat kepala sekolah sedang memberikan amanat upacara, tiba-tiba dari lantai kelas tiga terbentang banner yang berukuran besar.


Dan itu bertuliskan, "sekolah tempat sarang pria bajingan," baca Ardi dan Shaka bersamaan.


Tiba-tiba ada seseorang yang melompat terjun dari lantai tiga, dan kepala murid itu menghantam pot bunga yang terbuat dari cor.


Semua siswa dan guru panik, bahkan Kania terdiam mematung karena gadis itu mati tepat di depannya.


Bahkan mata gadis itu melotot sesaat akan mati, dengan tubuh yang masih bergerak sebelum akhirnya tewas.


Darah pun mengalir ke selokan sekolah, dan dari atas ada seseorang yang tersenyum menyaksikan semuanya.


"Beres," gumamnya.


Shaka menutup mata Kania dan menariknya pergi, sebelum mereka di kenali oleh arwah itu dan di mintai tolong.


Polisi dan ambulan segera datang untuk melakukan olah TKP,dan semua murid di persilahkan untuk pulang karena kegiatan mengajar di liburkan selama seminggu kedepan.


Shaka, Ardi dan Kania duduk di halte dekat sekolah, Cici datang membawa minuman untuk ketiga temannya.


"Sudah jangan di pikirkan, kalian tau yang melompat itu bernama Selvi, dia itu murid pindahan baru dua bulan tapi terkenal begitu seksi dan berani, tapi aneh ya karena dia mati bunuh diri di depan semua orang," kata Cici.


"apa maksud mu aneh?" tanya Shaka.

__ADS_1


"Karena kemarin aku tak sengaja melihatnya masuk ke ruangan guru kemudian dia lari keluar dengan menangis," kata Cici yang membuat ketiga sahabat itu kaget.


__ADS_2