Awas Ada Setan

Awas Ada Setan
senja kala bagian 5


__ADS_3

Shaka ingin menolong kedua orang tua itu, tapi sosok genderuwo itu mengeram ke arah Shaka.


"diam..."


akhirnya Shaka juga di tahan oleh Kania dan Ardi, jadi dia tak bisa bergerak sembarangan.


jadi mereka memilih duduk diam menunggu dan melihat apa yang akan terjadi, terlebih ini nyawa ketiganya juga dalam pertaruhan besar.


kedua orang itu terus berteriak memanggil nama anaknya, "Bunga!!"


Mbah Sarji terus mengikuti mereka dari kejauhan, hingga mereka sampai di sebuah taman bermain yang tak jauh dari desa.


itu adalah sebuah taman bermain yang terletak di sebuah taman kanak-kanak.


"Bunga!!" panggil kedua orang itu.


tiba-tiba terdengar suara berdesis yang samar, tapi mereka tak tau makhluk apa itu.


karena taman bermain itu tiba-tiba tertutupi kabut tebal yang menghalangi pandangan mereka.


tak butuh waktu lama, seorang anak lari ke arah kedua orang itu. dan di sanalah Mbah Sarji memotong ekor ular itu dengan kapak miliknya.

__ADS_1


"argh ... dasar dukun sialan!!" marah sosok siluman itu.


Mbah Sarji hanya tersenyum, "aku tak peduli dengan mu, sekarang kamu sudah tak berguna, karena aku sudah memotong ekor mu,"


"kalian semua harus mati ikut dengan ku!!" teriak sosok itu marah.


Mbah Sarji menarik ketiga orang itu untuk kembali ke tubuh mereka, dan melihat gejolak yang terjadi, genderuwo yang melindungi mereka bertiga pun mengajak ketiganya pergi juga.


saat kembali ke tubuh mereka, ketiganya kaget melihat semua warga mengerumuni mereka bertiga.


"uhh... kami kenapa?" tanya Kania yang memegangi kepalanya.


mendengar itu, pak Tanto memberikan air yang sudah di doakan pada gadis itu.


dan pak Yanto menyentuh kepala Kania, ternyata dia bisa melihat ada siluman yang selama ini tinggal di area taman kanak-kanak marah dan mengamuk.


akhirnya Kania pun tenang, tapi pak Yanto yang sekarang marah besar, "siapa yang berani menganggu penjaga desa ini, lancang sekali!!" teriaknya.


"argh... ayah sakit!!" teriak Shaka yang mulai kejang.


para warga mencoba menahan tubuh Shaka agar tak bergerak, karena sesuatu berusaha untuk masuk kedalam tubuh putranya itu.

__ADS_1


"pergi jauhi putra ku!!" teriak Bu Asih yang mengejutkan semua orang tapi itu berhasil membuat sosok itu pergi.


Bu asih langsung lari mengejar sesuatu, dan dia melemparkan air garam satu gayung.


hingga tiba-tiba sebuah bola api muncul dan terbang menjauh dan meledak di sebuah kebun singkong.


para warga seakan tak percaya dengan apa yang mereka lihat tapi ini kenyataannya.


mereka menyaksikan semuanya, pasalnya itu adalah sosok suruhan dari Mbah Sarji yang ingin menarik keris yang ada di punggung Shaka.


tapi karena keris itu bawaan, tak sembarang orang bisa mengambilnya karena itu taruhannya adalah nyawa Shaka.


"minta pria buruk itu mengembalikan ekor ku, dia berani mengambil ekorku demi kesaktian, dasar dukun jajanan Sarji!!!" teriak Ardi yang kerasukan.


semua warga desa tak menyangka, Mbah Sarji malah menganggu makhluk yang selama ini tak pernah jahat.


"jika dia tak mengembalikan ekor ku dalam empat puluh delapan jam, aku akan membuat warga menerima akibatnya, aku bersumpah!!" teriak Ardi yang tiba-tiba kilat menyambar.


sedang di rumah orang tua yang anaknya di culik itu merasa senang.


pasalnya anak mereka di culik karena mereka telat memberikan tumbal, tapi berkat bantuan Mbah Sarji anak mereka kembali dan mereka bisa putus pengabdian juga

__ADS_1


__ADS_2