Awas Ada Setan

Awas Ada Setan
tuyul siapa bagian 3


__ADS_3

malam hari, saat semua warga terlelap, Miss Kunti turun dari pohonnya.


begitupun bajang dan genderuwo itu, mereka bertiga sedang duduk santai di depan tembok rumah gapura.


"ho-ho-ho.... lihat lah ada sosok yang sedang mengendong bocah mesum," kata Miss Kunti.


"maksudnya bocah mesum?" bingung genderuwo itu.


"iya mesum, orang dia minta di susuin pada wanita yang bukan mbok e kok," kata Miss Kunti.


"alah wes rak sah di bahas, mending kita lihat saja,mau di bawa kemana tuh tuyul," kata sosok genderuwo itu.


pria yang sedang mengendong tuyul itu menuju ke suatu tempat. dia memilih rumah yang dia yakini banyak uang.


bajang yang iseng pun mengikuti pria itu, dan menunggu di sebuah pohon juwet tak jauh dari pria itu berdiri.


ternyata sosok pria itu menurunkan tuyul itu dan mulai memerintahkan sosok anak kecil itu gentayangan.


dia dengan cepat mengambil uang dari rumah yang sudah di beri tanda dengan tanah yang sudah di doakan.


tuyul itu memberikan kekayaan dalam hitungan jam, bagaimana tidak gepokan uang itu mulai berada di rumah pria itu.


pak Herman sangat senang, saat sampai di rumah karena dia tak pernah memiliki uang sebanyak itu.


"aku kaya!!" teriak pria itu dengan sangat semangat dan bahagia.


tapi tidak sebanding dengan apa yang di rasakan oleh istrinya, Bu Herman yang harus menyusui tuyul itupun merasa jijik.


jadi dia memutuskan hal gila, dia membawa tali tampar yang biasa di gunakan untuk mengikat sapi ke belakang rumah.


sesampainya di sana, dia mencari pohon yang tepat, dia pun menemukan pohon matoa yang berukuran besar.

__ADS_1


dengan berani dia mengikat tali itu ke atas pohon, kemudian memasukkan kepalanya ke dalam lubang yang sudah dia buat.


dia pun menendang kursi yang dia gunakan untuk naik dan akhirnya wanita itu kesakitan hingga mati.


pak Herman masih belum sadar jika istrinya itu mati, karena dia masih terlalu senang mendapatkan uang yang begitu dia inginkan.


tuyul peliharaan pria itu kembali ke rumah, dan pak Herman pun menyambutnya dengan penuh semangat.


"kemarilah anak ku, kamu sudah berhasil mengambil uang untukku, sekarang kamu boleh minum susu sepuasnya, ayo..." ajak pria itu yang masih belum sadar.


pak Herman berjalan ke arah kamar pribadinya, dan tak menemukan istrinya itu.


"kemana wanita itu, kenapa wanita brengsek itu tak ada di sini," gumamnya.


"kamu istirahat dulu di patung itu, biar aku cari wanita itu," perintah Herman pada sosok makhluk ghaib itu.


Herman berjalan mencari istrinya yang biasanya di kandang kambing, tapi dia kaget melihat ada sesuatu yang melayang.


"buk!!" teriak pria itu


dia pun memeluk kaki istrinya tapi semuanya sudah terlambat, karena keserakahannya lah semua terjadi.


dia langsung berlari ke rumah pak RT untuk meminta pertolongan, akhirnya pak Rt dan pak RW keluar untuk menolong.


Shaka dan Kania yang mendengar sayup keributan keduanya ikut bangun dan melihat.


tapi saat mereka keluar rumah, mereka kaget mendengar pengumuman tentang berita kematian istri dari pak Herman.


akhirnya warga pun berbondong-bondong datang untuk menolong istri pak Herman yang masih di atas pohon.


tanpa di duga para warga keberatan saat sosok istri pak Herman itu akan mendapatkan perlakuan seperti jenazah lain.

__ADS_1


karena wanita itu bunuh diri, dan di desa itu siapapun yang bunuh diri, tak akan dapat perlakuan seperti jenazah pada umumnya.


seperti tidak di sholatkan atau di adakan acara baca tahlil selama tujuh hari.


tak butuh waktu lama, rombongan warga sampai di rumah pak Herman.


pak Yanto yang memang bisa melihat sosok tak kasat mata menyenggol sebuah guci yang terbuat dari tanah liat.


dan saat guci itu jatuh dan pecat, semua warga yang menolong pun terkejut bukan main, karena guci itu berisikan sesosok mayat janin yang kering.


"apa ini pak Herman," tanya pak Sukri selaku RT.


"saya tak tau pak RT, itu hanya titipan teman saya, jadi saya tak mengetahui isinya," bohong pria itu.


tanpa di duga, pak Yanto pun mengetahui karena sosok tuyul itu muncul karena rumahnya rusak.


"ambil itu dan bawa ke depan bakar benda ini dan pak Herman jika teman anda mencarinya, bilang aku yang merusak dan membakarnya, biar aku yang mengganti rugi nantinya," kata pak Yanto


pak Herman tak bisa bicara di depan semua orang, akhirnya beberapa orang mengikuti perintah pak Yanto dan mulai membakar benda itu


setelah di Bakar habis, benda itu tiba-tiba meledak dan pak Herman di dalam rumah mengerang kesakitan.


karena benda itu berhubungan langsung dengan dirinya, jadilah sekarang dia tak bisa berkutik.


Mbah Sarji tak menyangka jika Herman akan mati sebelum sempat menikmati hasil kerja kerasnya.


tapi itu bukan masalah, yang terpenting adalah benda sakti yang di temukan itu akhirnya terisi dengan kekuatan.


tapi tanpa pria tua itu duga, bukannya menjadi salah satu pusaka yang di milikinya.


tapi ternyata keris itu seperti berontak dan malah menyerangnya dan akhirnya memaksa Mbah Sarji untuk membuat keris itu musnah.

__ADS_1


__ADS_2