Awas Ada Setan

Awas Ada Setan
perkemahan bag 6


__ADS_3

Shaka melihat semua teman-temannya mengikutinya, dan beruntung itu menjadi keamanan yang sangat baik.


terbukti saat mereka berkeliling untuk menuju ke air terjun, beberapa murid jatuh dan kelelahan.


tapi mereka semua aman, sedang dari kejauhan terlihat pak Arif tak menyangka dengan apa yang terjadi.


pasalnya dia di suruh untuk membuat beberapa murid kelelahan untuk di tandai, tapi nyatanya itu sepertinya mustahil.


"sekarang kita sampai di air terjun, kalau ada yang minat main air silahkan," kata pak Arif yang tak ingin jadi tumbal karena dia gagal.


semua melihat ke arah Shaka yang sedang duduk di pinggir sungai, "kenapa melihatku saja, silahkan main, tapi jangan ada yang mandi terutama yang sedang halangan, jangan menyentuh air itu," kata Shaka memperingatkan.


otomatis dua menurut dan memilih duduk bersama di pinggir sungai, karna Livi dan Kania sedang halangan.


jadi mereka berkumpul dengan teman yang lain, bahkan Shaka tadi sempat membawa kompor dan peralatan untuk membuat minuman hangat.


Shaka berjalan ke arah pak Arif, dia tersenyum ke arah gurunya yang terlihat baik dan berwibawa itu.


"pak Arif, lebih baik anda yang menjadi tumbal mereka bukan," bisik Shaka yang memegang kaki pria itu dan menariknya hingga tercebur ke dalam air.


pak Jhoni dan guru yang lain kaget, tapi mereka seakan tak terkejut karena mereka sudah tau jika Shaka memang terkenal berandalan di sekolah lamanya.

__ADS_1


pak Arif pun kaget, pasalnya saat dia jatuh ke air semua murid keluar dari sungai.


dia bisa melihat sosok berwarna merah dengan kuku-kuku panjang dan rambut yang berantakan, sedang tersenyum ke arahnya dengan menunjukkan gigi tajam yang siap merobek tubuhnya.


sosok itu menunjuk ke arah pak Arif, "mati!!" teriaknya.


mendengar itu pak Arif buru-buru keluar dari air dan bergegas lari menjauh dari tempat itu.


tapi tanpa di sengaja dia malah terjatuh dan menyandung sesuatu, dan itu membuat angin kencang.


Shaka, Ardi dan Kania merasakan hawa dingin, tapi itu bukan hawa yang tak enak.


tapi Edi melihat raut wajah Shaka yang berubah cemas, "ayo semuanya pergi, Lutfi kita harus pergi, jika tidak kita dalam bahaya," kata Edi.


"baiklah, semua kita kembali ke tenda," teriak Lutfi yang memang memiliki wibawa yang kuat.


"semuanya, ikat tali kalian secara bersamaan, saat sampai tenda cepat masuk ke tenda, dan apapun yang kalian dengar jangan ada yang keluar dari tenda, mengerti," kata Shaka


"iya..."


pak Jhoni tak mengerti, tapi itu memang perintah yang baik, mereka menuju ke tenda, setelah lima belas menit berjalan, mereka sampai.

__ADS_1


ternyata pak Arif, dan ada beberapa orang guru sudah pulang. semua pun mengikuti instruksi dari Shaka.


benar saja, dari kejauhan terdengar suara jerit tangis dan permintaan tolong dari bawah, bahkan suara jeritan itu saling bersahutan.


Shaka melihat sosok genderuwo sedang berdiri menghadang sosok lain, begitupun ada wanita cantik berkebaya merah yang ingin masuk tapi tak bisa.


pasalnya Shaka sempat menaburkan garam ke sekeliling tempat perkemahan antar pohon.


"ternyata anak dukun sakti itu ikut juga..." gumam wanita berkebaya merah melihat Shaka yang mengintip dari tendanya.


"baiklah aku pergi lagi pula tumbal untukku tidak ada di sini," gumamnya


Shaka memberikan kode untuk genderuwo itu membuat kekacauan di daerah jemah, agar para guru membawa mereka pulang


benar saja, setelah genderuwo itu beraksi dengan membuat angin topan, pak jhoni dan guru yang lain panik dan bergegas mengajak semua orang pulang.


tapi saat mereka selesai berkemas dan ingin turun sambil terikat satu sama lain.


mereka semua kaget melihat korban berjatuhan di area kemah bagian bawah.


bahkan suara jerit tangis itu masih terdengar keras, Shaka memberikan headphone pada Kania yang paling tersiksa karena jeritan para korban jiwa yang sudah terikat rantai.

__ADS_1


__ADS_2