
malam hari semua murid sudah beristirahat untuk kegiatan besok pagi yang memang sangat banyak.
baru juga memejamkan mata, tiba-tiba Ardi, Kania dan Shaka tertarik ke sebuah tempat yang entah mereka berada di mana.
"kenapa kita di sini," kata Kania yang bingung.
"aku juga tak tau, tapi sepertinya ada sesuatu yang menarik kita kesini," jawab Ardi yang terlihat mengawasi sekitar.
"kita ada di tempat kita kemah, tapi berbeda dengan sekarang, sepertinya kita tertarik ke beberapa waktu lalu," kata Shaka yang tak sengaja melihat batu tumbal.
ada seorang pria yang sedang membaca sesuatu dan membuat batu itu tertelan oleh bumi.
pria itu menoleh, "jika kamu mengalami kesulitan, gunakan tumbuhan ini sebagai pelindung kalian," sosok itu pun tiba-tiba hilang.
terdengar suara teriakan yang cukup keras, semua murid dan guru keluar, mereka pun kaget karena saat keluar tak ada apapun.
"siapa yang teriak," tanya pak Jhoni.
Shaka dan Ardi langsung lagi ke arah tenda yang ada di bagian barat, karena itu adalah tempat Bayu tumbal itu tertanam.
"kenapa diam, bantu mereka!" kata Kania yang melihat ada sosok menyeramkan sedang mengelilingi tenda itu.
ternyata di dalam tenda itu ada tujuh gadis dan empat diantaranya sedang haid.
__ADS_1
"ambil tanaman merambat itu," perintah Shaka yang langsung di turuti oleh Ardi.
mereka pun membawa tanaman merambat yang ternyata sebuah kayu yang di sakralkan di tempat itu.
setelah itu para sosok itu menghilang, dan dari kejauhan Kania bisa melihat ada mata merah lebar yang sedang mengeram marah.
"siapa yang menyuruh mendirikan tenda di sini,ini tempat sakral dan tak boleh sembarangan," kata Shaka.
"kenapa, karena sudah tak ada tempat kosong lagi," bantah pak Arif.
"apa anda mau mereka bertujuh mati karena berani duduk di batu tumbal!!" teriak Shaka yang membuat semua terdiam.
"anda menyembunyikan sesuatu, warga desa ini Asti sudah berpesan agar tak mendirikan tenda di sini, karena ini sudah di beri batas, apa anda yang mencabutnya, begitu lancang ternyata," kata Shaka menantang sosok guru itu
pria itu juga tak ingin muridnya mengalami hal aneh.
sedang Shaka, Ardi dan Kania sedang sibuk mengikat setiap tenda dengan tumbuhan yang mereka lihat.
sosok genderuwo yang selalu ikut Shaka juga ada di tempat itu, dan dia juga akan melindungi Shaka meski bocah itu sudah di pastikan aman.
akhirnya semua kembali tidur,kecuali Shaka dan beberapa murid yang memilih berjaga.
bahkan dia membuatkan mie untuk semua temannya yang sedang begadang dan tak lupa kopi susu juga.
__ADS_1
"sebenarnya apa yang terjadi, dan bagaimana kamu tau jika kita dalam bahaya?" tanya Lutfi Yang selalu ketua kelas yang khawatir pada semua temannya.
"sebenarnya aku dan dua teman ku memiliki kemampuan untuk melihat apa yang tidak bisa kalian lihat, seperti makhluk halus, bahkan salah satu dari kami bisa mengetahui masa lalu atau apa yang sedang di sembunyikan," kata Shaka.
"keren dong, berarti kamu tau siapa di sini yang berbohong?" tanya Edi.
"bukan masalah itu Edi, yang aku khawatirkan adalah tepat yang kita tempati saat ini adalah tempat yang cukup angker di antara yang lain," kata Ardi.
"maksudnya?"
"ini salah tempat yang di ceritakan oleh pak Arif, dan jika terjadi apapun nantinya, tolong masuk kedalam tenda dan jangan keluar apapun yang kalian dengar, karena tenda kalian sudah aman," kata Shaka yang di angguki semua orang.
meski mereka percaya tidak percaya akhirnya mereka menurut saja toh tak ada salahnya untuk mengikuti saran dari Shaka.
keesokan harinya,semua murid perempuan sedang masak dan para murid laki-laki mencari kayu.
sedang di kelompok Shaka sudah selesai masak dan itu jug Kania yang memasak karena gadis yang lain tak bisa.
jadi kelompok Shaka makan terlebih dahulu di banding yang lain, karena mereka harus makan bersama kelompok masing-masing.
bahkan setelah makan, mereka sempat minum susu panas sesuai permintaan dari Edi dan Livi.
pukul sepuluh siang, mereka semua di ajak untuk berkeliling tempat kemah.
__ADS_1
Shaka mengikat tali pada setiap kelompoknya, dan itu juga di ikuti oleh kelompok lain agar tak tersesat.