
siang hari ketiga sahabat itu sampai di rumah, tiba-tiba mereka mencium aroma busuk yang sangat menyengat.
"eh ini bau apa ya, Miss Kunti bau nih, mandi gih," kata Kania melihat sosok kuntilanak yang duduk di boncengan sepeda milik Shaka.
"enak saja, Miss Kunti jelek-jelek begini gak bau ya geng, nih cium aroma melati nih," kata sosok kuntilanak melayang di antara ketiganya.
"iya juga, tapi aroma ini tercium saat kita sampai di rumah loh," kata Ardi.
"eh iya ya, biasanya tak pernah loh, jangan-jangan ada bangkai tikus atau kucing, sudah kita ganti baju dulu,baru cari asal bau itu, dan Miss kunti tunggu di pohon, jangan sembarangan nyelonong ke kamar ku," kata Shaka.
"oke oke," jawab Miss Kunti.
mereka pun bergegas berganti baju, dan mencari asal muasal bau itu, ternyata dari tempat sampah.
akhirnya ketiganya pun memilih mengubur bangkai kucing itu, meski awalnya mereka heran melihat bangkai itu.
biasanya kalau kucing ketabrak atau mati di racun itu tak akan meninggalkan luka seperti ini.
tapi kucing ini seperti di sembelih, tapi entah itu benar atau tidak, jadi ketiganya pun memilih menguburkannya.
tiba-tiba mereka di kejutkan dari sebrang rumah ada sosok nenek-nenek yang menyeringai ke arah nerejasambil memainkan rambutnya.
"itu apa..." kata Ardi yang terkejut.
"tenanglah itu hanya seorang nenek," jawab Shaka yang terlihat santai.
ya lama kelamaan tinggal dengan Miss Kunti membuat Shaka lebih bersikap santai karena sering di buat terkejut dengan Miss Kunti.
"tapi bukannya itu Bu Ningrum?" kata Kania yang membuat dua temannya ikut kaget.
__ADS_1
"huh... yang bener?" bingung keduanya.
"iya, lihat cara berpakaiannya dan perhiasan yang di gunakan, bukankah itu Bu Ningrum, ah iya aku lupa jika beliau ini mengunakan ilmu sepertinya," kata Kania.
"aduh sudahlah tak usah perduli dengan hal seperti itu, lebih baik kita urus masalah lain, dan tak perlu mengurusi hal seperti itu," kata Shaka
sedang di pabrik tempat Aris bekerja, salah satu orang terlihat tak menyukai Aris.
dia ingin melukai pria itu, tapi tanpa di duga, sebuah gulungan kabel besar lepas dari pelindung dan melindasnya.
pria itu pun mati dengan kaki dan tubuh remuk, pak Sukri yang memang memiliki jabatan tinggi di pabrik kaget saat semua karyawan berteriak.
dia melihat penampakan pria itu sangat mengenaskan, dia pun segera menelpon ambulans dan polisi.
dan saat CCTV di cek, ternyata memang ada kesalahan dari karyawan yang tak memastikan pengunci gulungan itu terpasang dengan benar.
akhirnya hati itu semua pegawai di minta pulang dan besok baru mulai kerja lagi.
"tidak usah pak, saya tak terbiasa nongkrong tanpa istri, lebih baik di rumah menghabiskan waktu bareng istri," jawab Aris dengan sopan.
ada sosok pocong yang mengikuti Aris di belakang tubuhnya, sosok itu adalah makhluk yang di minta untuk menjaga pria itu oleh Bu Ningrum.
bahkan timbal untuk pocong itu juga tak nanggung jadi apapun akan di lakukan oleh Bu Ningrum untuk menjaga suaminya itu dari wanita lain.
saat Ardi, Shaka dan Kania santai di bawah pohon mangga sambil makan rujak siang hari bolong.
mereka melihat motor Aris yang pulang, ketiganya tersesat melihat sosok Aris yang berbalut baju seperti pocong.
tapi ketiganya berpura-pura tak tau, tiba-tiba Miss Kunti jatuh dari atas pohon karena ulah bajang.
__ADS_1
brak...
mendengar itu ibu Shaka melongok keluar melihat apa yang terjadi,"ada apa le?"
"tidak Bu, sepertinya ada mangga yang jatuh tapi mengenai seng deh," jawab Shaka.
"ya wes,tak kira kalian yang berantem,"
"tidak bude, tenang selama anak bude masih di kulkas empat pintu, kami tak mungkin berantem," kata Ardi yang makan mangga sambil memejamkan matanya karena kecut.
"ya sudah, ini ambil es sirup nya," kata ibu Shaka.
"siap bude," kata Kania yang berlari masuk kedalam rumah.
"kalian ini bisa diam gak," marah Shaka.
"aku mah diam dari tadi, nih bocah gak tau aturan nih, dari tadi yang gak bisa diam, orang lagi makan ayam enak di tabrak kan jadi jatuh," kesal Miss Kunti.
"bajang tenanglah, jika kamu terus membuat masalah aku akan mengirim mu kembali ke dukun itu," ancam Shaka
"tidak mau, aku mau ibu.... ibu..." kata ganti bajang itu yang kini menghilang masuk kedalam pohon.
"dasar hantu aneh, sudah Miss Kunti balik sana," usir Ardi.
"iya deh wong ganteng," kata Miss Kunti.
mereka masih santai di depan, entahlah kadang mereka bertiga ini kurang kegiatan.
seperti kali ini, selain duduk santai, mereka sambil menghitung beberapa arwah yang gentayangan.
__ADS_1
dan anehnya tak semua arwah meminta tolong, melainkan mereka hanya sedang berlaku lalang saja tak peduli dengan adanya ketiganya.
"sebenarnya kita ini manusia apa makhluk halus sih, kok kita yang kayak tak terlihat begini," gumamnya.