Awas Ada Setan

Awas Ada Setan
perkemahan bag.1


__ADS_3

Shaka bangun dengan tubuh yang terasa begitu segar, "le ayo siap-siap nanti telat loh," panggil Bu Yuli.


"inggeh Bu," saut Shaka yang langsung bangun.


Sedang pria itu yang semalam di datangi oleh arwah dari istri pak Herman membuat keributan, tapi beruntung pak Yanto dan pak Sukri bisa menenangkan pria itu.


"nanti malam kita buat dia bersama, setiap warga wajib ikut, kita adakan doa di jalan desa, mengerti," perintah pak Yanto.


"siap pak." jawab masyarakat.


Kania dan Ardi susah siap, begitupun Cici yang memang ikut menginap di rumah temannya itu.


"ayo aku bonceng Cici," panggil Ardi.


"gak mau aku nanti kamu jatuhin lagi," kata Cici takut


"gak kok tenang saja," kata Ardi membuat gadis itu yakin.


Shaka keluar dengan sepeda miliknya, dan tak sengaja mereka berpapasan dengan Aris yang berangkat kerja.


"pagi om..."sapa keempat orang itu.


"pagi," jawab pria itu, tapi yang membuat mereka kaget adalah sosok dari istri pria itu yang seakan-akan terus menempel pada pria itu.


dan itu sangat membuat Aris kesulitannya, pasalnya dia tak menyangka meski sudah mati pun.


wanita pencemburu itu seakan tak melepaskan sosok Aris dari cengkeraman tangannya.

__ADS_1


tanpa di duga pak Yanto mengejutkan semua remaja itu, "kenapa belum berangkat, nanti telat," tegurnya.


"iya pak, kami pergi!!" teriak semuanya yang langsung menggoes sepeda milik mereka.


sesampainya di sekolah ternyata semua sudah berkumpul di lapangan.


mereka langsung lagi dan bergabung dengan yang lain, "ada apa ini," kata Ardi bingung.


"kalian tak tau ya, jika setiap satu tahun sekali, kelas dua akan mengadakan latihan dasar kepemimpinan di sebuah hutan lindung di sekitar sini, dan tahun ini giliran kira," jawab Edi teman sekelas mereka berempat.


"mampus... bisa mati berdiri kita," gumamnya.


seorang pria yang sudah cukup sepuh berdiri di depan semua murid dan mulai mengumumkan apa yang akan di lakukan.


bahkan pria itu terlihat sangat tegas, "lihat tuh, kalian semua diem kepsek mau bicara tuh," tegur ketua kelas mereka.


"baik pak," jawab semua anak kelas dua.


akhirnya semua pun di bubarkan kecuali anak kelas dua karena mereka semau harus mengikuti semua arahan dari para guru.


"Semuanya datang ke aula," panggil pak Jhoni.


mereka pun masuk dan terlihat ada pak Arif dan pak Koko, "selamat pagi semuanya, tanpa basa-basi lagi, ada yang punya tenda, karena jika punya kalian di izinkan bawa," kata pak Koko.


"dan semua boleh bawa camilan, karena semua kebutuhan makan kalian akan di tentukan oleh sekolah, tapi saya butuh sepuluh kepala grup yang akan membawahi setidaknya tujuh orang," kata pak Arif.


"kami boleh gabung kelompok kalian," kata dua orang gadis yang memang biasanya di kenal pendiam mendekati Kania.

__ADS_1


"berarti sudah ada enam orang, dan kami berdua cowoknya," kata Ardi mengeleng pelan.


"aku ikut kalian ya," kata Edi yang bergabung.


"baiklah, siapa ketua dari kelompok ini," tanya Shaka.


"kamu lah," jawab semuanya kompak.


"saya kelompok dari kelas sebelas B, terdiri dari empat cewek dan tiga cowok, dan kamu akan bawa tenda sendiri," kata Shaka yang langsung mengangkat tangan.


"anak pindahan,aku suka gaya mu, Shaka kelompok pertama!" kata pak Jhoni.


"ingat kita harus bawa semua kebutuhan dasar, setidaknya kita punya cadangan jika sekolah tak menyediakan," kata Kania yang terbiasa dengan kemah.


"baiklah, sekarang kalian semua sudah punya ketua grup, dan setor Nana, maka para guru akan memberikan slayer untuk tanda grup," perintah pak Koko.


terlihat Ardi sudah membagi apa yang harus di bawa untuk semua anak grupnya.


tentu saja Cici yang mengurus perlengkapan karena di rumahnya dia bilang ada perlengkapan kemah milik kakaknya.


mereka pun langsung di minta pulang dengan membawa surat izin untuk orang tua, karena semua sengaja di lakukan mendadak.


tapi semua wali murid sudah di kabari terlebih dahulu, dan kelompok dari Shaka akan menjadi kelompok campur satu-satunya.


karena kelompok yang lain semuanya terdiri dari laki-laki atau perempuan saja.


tapi Shaka tak memperdulikan hal itu karena baginya semuanya itu sama saja.

__ADS_1


__ADS_2