Awas Ada Setan

Awas Ada Setan
nasi kangkang bag.1


__ADS_3

di desa Temuwulan baru saja kedatangan keluarga yang baru pindah dan kebetulan mereka menempati rumah yang ada di depan rumah Kania.


"wah lihat tuh, ada orang baru, dan ganteng itu anaknya ya," kata Kania dengan wajah semringah.


"mulai nih bocah kalau lihat yang ganteng," kata Shaka menoyor kepala temannya itu.


"kan bener tuh, lihat saja kalau tak percaya dan ternyata tanpa di duga pria tampan itu malah di gandeng oleh salah seorang wanita yang terlihat tua.


"itu ibunya kok mesra gitu sih," protes Kania.


"hus... ngawur kamu nduk, itu tuh istrinya, mereka memang menikah dengan perbedaan usia yang cukup jauh, tapi mereka saling mencintai," kata pak Yanto.


"kalau aku lihat tuh cowok buta ya, ya kali suka nenek-nenek gitu," kata Shaka


"hus.... ini kenapa kalau ngomong kok gak ada remnya sih," tegur pak Yanto yang mendengar ucapan ketiga sahabat itu.


tapi kalau di pikir-pikir juga itu memang benar, pasalnya wanita itu sudah cukup berumur tapi kenapa bisa memijat suami yang begitu muda.


wanita itu menghampiri pak Yanto memberikan kue, "permisi pak RW, ini ada sedikit kue sebagai tanda perkenalan, mohon di terima ya,"kata Bu Ningrum.


"iya Bu, terima kasih ya, sebenarnya ini tak perlu, oh ya lain kali kalau ada acara tolong ikut kumpul ya, biar makin akrab dengan ibu-ibu di sini," kata pak Yanto.


"iya pak, kalau begitu saya pulang dulu ya, maklum suami saya suka nyari kalsu saya tak ada di rumah," pamit wanita itu dengan menggoyangkan pantatnya saat berjalan.


"aduh pakde, sampel melotot gitu lihatnya," kata Ardi


"hus... ngawur kamu, sudah belajar saja, bapak mau masuk," kata pak Yanto pada tiga pemuda itu


"pakde mau dong kue itu," minta Kania.


"tak usah, sudah belajar jangan malah ngomongin orang," tegur pak Yatno yang langsung pergi.


Kania mengerucutkan bibir, pasalnya dia tak mengira jika ayah dari temannya itu pelit.


padahal di mata pak Yanto itu, kue terbuat dari tanah kuburan dan beberapa hewan.


dia langsung membuang kue itu sambil membacakan doa, sedang di rumah baru itu.


pasangan itu sangat bergairah, pasalnya mereka melakukannya dengan baik meski harus beres-beres rumah.

__ADS_1


"aduh mas, dasar jiwa muda yang tak tau tempat," kata Bu Ningrum pada Aris suaminya yang masih muda itu.


"kamu juga masih muda dan menyenangkan sayang, aku rasanya tak bisa menahannya," terang Aris.


Bu Ningrum pun mengangguk, akhirnya mereka pun selesai berberes.


malam hari, suasana desa sangat tenang dan itu sedikit aneh karena di desa itu terkenal sangat ramai.


Shaka melihat sosok Miss Kunti duduk di dahan pohon itu tersenyum ke arahnya.


Shaka mengerakkan kepalanya, dan seolah memanggil hantu itu, "ada apa?" tanya Miss Kunti yang duduk di ranjang Shaka.


"aku ingin deh di nyanyiin, sepertinya suara dari Miss Kun bagus, karena kemarin aku sempat dengar saat Miss Kun nyanyi," kata Shaka.


"kamu aneh, bagaimana kamu bisa memintaku untuk bernyanyi, tapi itu juga boleh tunggu sebentar," kata Miss Kunti yang berubah dirinya jadi seperti seorang manusia biasa.


Shaka tidur di pangkuan dari Miss Kunti, dan miss Kunti langsung mengusap rambut Shaka dan mulai menyanyikan sebuah tembang yang dia ingat.


Tak lelo lelo lelo ledung


Cup menengo anakku cah bagus


Anakku sing bagus rupane


Tak gadang bisa urip mulyo


Dadiyo satrio utomo


Ngluhurke asmane wong tuo


Dadiyo pendekaring bangsa


Wis cup menengo anakku


Kae mbulane ndadari


Kaya butho nggegilani


Lagi nggoleki cah nangis

__ADS_1


Tak lelo lelo lelo ledung


Enggal menengo aja pijer nangis


Tak emban slendang batik kawung


Yen nangis mundak ibu bingung


suara itu mengalun dengan sangat indah, tak sengaja pak Yanto yang baru pulang dari ronda kaget.


pasalnya niat hati ingin mengambil gorengan yang sudah di siapkan oleh istrinya.


dia malah mendengar suara tembang Jawa yang selalu menjadi kesukaan seseorang dari dulu.


karena penasaran siapa yang menyanyi untuk Shaka, saat melihat sedikit dari balik pintu.


dia terkejut melihat pemandangan yang di lihatnya, bagaimana bisa sosok yang sudah tujuh belas tahun pergi itu, kini kembali.


dia pun bergegas pergi ke pos kamling karena semua pria sudah menunggu, beruntung istrinya sedang ada di rumah orang tuanya.


🍀🍀🍀🍀🍀


pukul empat pagi, seorang wanita baru selesai memasak nasi, dia pun mengambil nasi hangat itu ke area kamar mandi.


setelah itu dia melangkahi nasi itu akhirnya ada beberapa tetes cairan dari organ intimnya yang turun.


"niat ingsun gawe manut, katut, turut lan gendheng Karo aku, ingkang khususno jabang bayi Aris Mulyadi,"


setelah itu dia mengaduk nasi itu yang kembali normal seperti nasi biasa.


setelah itu pria itu bangun dan melihat istri tercintanya sedang memasak.


"aromanya enak sayang, boleh aku makan," tanya pria itu dengan lembut.


"tentu, nikmati sarapan mas ya," kata Bu Ningrum pada suami mudanya.


dia merasa senang karena pria itu sangat lahap, dan sudah di pastikan pria itu tak akan pernah melirik wanita lain.


dan akan hanya fokus padanya sebagai istri, meski banyak wanita yang lebih cantik darinya.

__ADS_1


"aku buatkan kopi ya mas," kata Bu Ningrum yang bergegas ke arah dapur.


dia melepaskan ****** ***** yang dia kenakan, kemudian memutarnya di atas kopi sebanyak tujuh kali sebelum memberikan kopi itu kepada suaminya.


__ADS_2