Awas Ada Setan

Awas Ada Setan
senja kala bagian 4


__ADS_3

Mbah Sarji tertawa mendengar kesanggupan dari kedua orang itu, "ha-ha-ha-ha dasar manusia manusia serakah, kalian akan memberikan aku kekuatan saat kalian berhasil memanggil makhluk itu,"


sedang di rumah, Bu Asih mulai menjalani aktivitas dirinya dulu, mulai dari menyiapkan makan siang untuk suaminya.


tapi sayangnya dia tak bisa terbang seenaknya seperti dulu karena sekarang dia memiliki wujud manusia.


sedang tak mungkin dong dia terbang dan membuat heboh, jadi dia pun memilih mengunakan motor.


ya bagaimana pun dia juga bisa mengendarai motor dulu berkat ajaran dari pak Yanto.


sedang di toko milik pak Yanto, hati ini sangat amat ramai, jika biasanya ada sekitar seratus pelanggan toko retail kecil.


saat ini entah berapa ratus orang yang belanja, bahkan stok toko banyak yang habis dan dia harus memesan lagi.


sosok Bu asih datang dan membuat semua karyawan memiliki rasa sungkan pada wanita itu.


"siang Bu," sapa salah seorang karyawan wanita.


"bapak di atas?" tanya Bu Yuli.


"inggeh Bu," jawab karyawan itu.


Bu asih tersenyum dan langsung naik ke atas, dan saat melewati karyawan wanita itu.


gadis itu mencium aroma melati yang sangat harum dan sangat enak di cium.

__ADS_1


"aduh Bu asih sekarang makin cantik ya," pujinya.


Bu Asih sampai di ruangan kerja suaminya, "apa aku menganggu mas, aku ingin mengantarkan makanan,"


"ah kamu, kemarilah ... lihatlah saat aku bersama mu, usahaku maju terlalu pesat sayang," kata pak Yanto.


"habis mau bagaimana lagi, mas lupa jika menikahi sosok yang bisa menarik perhatian," kata Bu asih yang membuat pak Yanto tersenyum .


pukul empat sore toko tutup tapi banyak barang yang datang, sedang Shaka yang di rumah sedang menikmati waktu senjanya bersama om genderuwo.


"ya elah, mau ikut nongkrong kamu udah bawa penjaga saja," kata Ardi yang duduk dan meminum kopi milik Shaka.


"idih... nih kopi apa sih,"


"he-he-he...."


"udah deh om diam, oh ya tadi saat kita pulang sekolah, aku mrligat ada orang yang beli ayam cemani hidup loh, mau buat apa ya?" gumam Ardi


"mungkin mau di makan, kan kalau orang yang hak percaya hal ghaib kan bisa makan begituan," kata Shaka santai.


"semoga ya, karena aku capek tau ngurusin orang begituan, sakit dan lelah," kata Ardi yang tidur di samping Shaka.


"kenapa, kalian kan memiliki kemampuan jadi harus mau menolong bukan," kata om genderuwo.


"iya deh iya..."

__ADS_1


tak lama, giliran Kania keluar membawa epek pisang celup coklat, dan itu membuat kedua pemuda itu sangat menikmati camilan itu.


"loh Shaka, ibu dan ayah mu kemana kok gak kelihatan, ini mau bagi biar tau rasanya epek pisang buatan ku loh," kata Kania.


"beh ... masakan calon mantu ini mah," ledek Ardi yang memang tau jika Kania menyukai Shaka.


"owh... ibu dan ayah masih di toko karena banyak barang yang habis, jadi ada banyak barang yang harus bongkar jadi kemungkinan akan pulang malam," jawab Shaka.


tiba-tiba suasana begitu mencekam, bahkan langit tiba-tiba gelap, dan suasana seperti pasar setan terbuka.


"aduh kita salah tempat nih, masuk yuk..." ajak Ardi.


"tidak usah, kalian tetap di sini dalam perlindungan ku," kata genderuwo itu yang memeluk ketiga pemuda itu.


pasalnya mereka entah bagaimana malah terseret ke alam ghaib, untuk mereka bersama sosok pelindung Shaka.


mereka melihat dua orang yang sedang berjalan, "ah sepertinya mereka melakukan jalangkung untuk mencari arwah,"


"mereka bisa mati dong," kata Kania.


"itu sudah menjadi bagian dari proses yang mereka pilih jalannya bukan," jawab Ardi.


"dan itu karena dukun itu," kata Shaka saat melihat sosok Mbah Sarji menyeringai melihat ketiga orang itu.


tapi pria itu lari mengejar kedua orang tua yang mencari dan terus meneriakkan nama anaknya.

__ADS_1


__ADS_2