
pak Yanto pun sedikit merasa senang saat ini karena sosok yang akan menjaga putranya itu semakin banyak.
meski dia ingat bagaimana Shaka yang akan di ambil oleh Miss Kunti berhasil di selamatkan.
tapi pak Yanto harus kehilangan orang yang di cintainya dan juga Shaka yang sakit hingga melupakan semuanya.
malam hari pukul dua belas malam, apa yang di katakan oleh Miss Kunti benar terjadi.
malam itu, Bu Ningrum bersiap melakukan ritual untuk memberikan timbal pada sosok yang menjadi penjaga suaminya.
terlebih dia sudah menemukan gadis perawan yang cocok untuknya, untuk di ambil semua sura kecantikannya.
dan membuatnya makin muda dan menggoda meski sudah berusia lima puluh lima tahun.
dia mulai menghadapi foto milik Kania dan membakar rambut gadis itu.
bagaimana Bu Ningrum bisa mendapatkan rambut Kania, itu sangat mudah pasalnya tadi dia datang ke rumah gadis itu.
dan dia diam-diam masuk kedalam kamar saat ibu dari kania membuatkan minum.
tiba-tiba asap hitam keluar dari rumah itu, wujud seorang nenek grandong yang menampakkan wujudnya sedang berdiri di atas atap rumah Bu Ningrum.
sosok itu melihat ke arah rumah Kania sambil tersenyum menyeringai, tanya di duga Miss Kunti menunjukkan sosok terseramnya.
untuk menunjukkan jika rumah Kania sudah ada yang menjaga, dan tentu sosok itu tak bisa menyentuh Kania.
bahkan malam itu Kamis tidur di lantai hanya beralaskan tikar pandan setiap bulan purnama datang.
"minggir kalian berdua, aku ingin mengambil tumbal ku," kata sosok nenek grandong itu.
"aku tak akan membiarkan kamu menyentuhnya,karena aku melindunginya," kata Miss Kunti.
tanpa di duga sosok nenek grandong itu terbang melayang, dari dalam rumah Shaka.
pemuda itu Leri dan menembakkan sebuah panah yang terbuat dari bambu kuning dengan ketapel.
"sakit!!!" teriak nenek grandong itu
__ADS_1
di dalam rumah Bu Ningrum, wanita itu muntah darah dan dadanya terasa begitu sakit tepat di mana nenek grandong itu mendapatkan luka.
Miss Kunti dan sosok genderuwo menghajar makhluk itu karena berani mencari tumbal di daerahnya.
akhirnya sosok nenek grandong itu musnah, begitu pun dengan semua susuk yang di pakai oleh Bu Ningrum satu persatu keluar dengan sendirinya.
Shaka hanya berdiri di antara dua sosok pelindungnya itu, terlihat tersenyum puas dan dari dalam rumah, pak Yanto juga sedang melakukan ritual.
beruntung tak ada yang menyadari hal itu kecuali istrinya sudah terbiasa dengan apa yang di lakukan suaminya itu.
pak yanto keluar dan menyiramkan air cucian keris warisan keluarga, dan langsung membuat Bu Ningrum kesakitan.
pasalnya tadi subuh wanita itu menaburkan tanah kuburan di campur dengan garam di rumah keluarga pak Sukri.
karena dia ingin suaminya Aris, mengantikan pria itu menjadi petinggi di pabrik.
akhirnya malam itu Bu Ningrum kembali ke kondisi dirinya yang sesungguhnya.
Kania pun sudah aman, Shaka hampir pingsan dan beruntung pak Yanto menahan putranya itu dan membawanya masuk.
keesokan harinya semua orang kaget melihat sosok Bu Ningrum yang terlihat tua tapi tetap cantik.
tapi yang aneh, Aris tetap terlihat sangat mencintai istrinya yang sudah berumur itu.
Bu Ningrum terlihat marah saat melihat tiga sahabat itu keluar rumah dengan biasa saja.
bahkan dia tak mengira jika dia malah terluka seperti ini, dan semua makhluk yang selama ini jadi tempatnya meminta keberhasilan pun musnah.
dan sekarang dia hanya bisa mengandalkan nasi kangkang untuk menahan suaminya yang tampan itu.
dan tak mudah bisa lepas dari pelet nasi kangkang ini, tapi bukan tak bisa hanya saja jika bisa lepas pun akan jadi orang gila.
jadi mereka yang tau hanya diam saja tak ingin ikut campur, selama tak mengusik keluarga mereka.
ibu Shaka dan ibu dari Kania sedang duduk-duduk bercerita sambil berjemur.
saat Bu Ningrum ikut bergabung, ibu Shaka sudah di ingatkan suaminya pada wanita itu untuk hati-hati.
__ADS_1
"selamat pagi menjelang siang Bu," sapa Bu Ningrum.
"selamat siang, ada apa Bu, kok tumben keluar rumah, aduh...aduh.. maaf mulut ku memang kurang sekolah, padahal kita ini tetangga ya," kata ibu Shaka.
"tak masalah ibu Yuli, saya hanya ingin mengajak kalian semua sekeluarga untuk masak dan main ke rumah saya,kita bakar-bakaran, mau tidak?" tanya Bu Ningrum.
"kalau kami biasanya jadi satu Desa, jadi lebih baik kita adakan di jalan saja, dan biar nanti Shaka yang membeli tambahan barang untuk acara nanti malam, bagaimana?" tawar ibu Shaka.
"baiklah terserah kalian, tapi untuk nasi biar aku yang masak," kata Bu Ningrum yang tak boleh menyia-nyiakan segalanya.
terlebih niatnya untuk mengajak ketiga keluarga itu makan secara rahasia gagal
tapi yang bagus adalah dia akan memiliki tumbal yang sangat banyak terlebih mereka semua datang sendiri tanpa perlu bersusah payah lagi.
malam ini Bu Ningrum sudah selesai memasak nasi, begitupun para bapak-bapak yang sibuk membuat sate dan Bakaran.
Bu Ningrum di bantu beberapa wanita di desa untuk membantu wanita itu membawa nasi keluar dari rumah.
tapi saat nasi itu keluar dari rumah Bu Ningrum nasi itu menjadi basi dan berair.
semua heran melihat itu, "kok aneh," bingung pak Sukri.
"kalau begitu kita masak di luar saja, Bu Ningrum besok bisa membuat nasi itu sebagai Karak ya,jangan di buang kan bisa di buat makan bebek dan entok," kata pak Yanto.
sedang tanpa di ketahui siapapun, tadi berkat bantuan genderuwo itu, satu desa aman dari tumbal kegilaan Bu Ningrum.
dan akhirnya malam itu semua warga melakukan makan bersama, dan karena suasana yang begitu asik.
hingga Bu Ningrum tak sabar makan sate ayam dari tusuknya, dan sudah di pastikan besok wanita itu akan dapat apa yang dia tabur.
setelah selesai, semua warga beristirahat tapi Bu Ningrum merasa jika tubuhnya sangat sakit, dan malam itu pun wanita itu meninggal dunia.
semua orang kaget karena tak ada yang menyangka jika ajakan makan bersama itu adalah hari terakhir Bu Ningrum yang mati karena ilmunya hitamnya sendiri.
akhirnya pagi hari semua orang membantu pemakaman, dan ternyata meski sudah mati pun arwah Bu Ningrum terus mendampingi suaminya yang tampan itu.
dan itu membuat ketiga sahabat itu tak percaya jika begitu tergila-gilanya wanita itu dengan Aris.
__ADS_1
dan benar saja, Aris sudah seperti orang gila setelah kematian istrinya itu, yang mengunakan ilmu hitam untuk membuat Aris bertekuk lutut pada dirinya.