
"kita msh manusia rasa makhluk halus kayaknya, lagian kita juga keseringannya main sama yang begituan sih," kata Shaka dengan santai.
"iya juga ya, udah deh sekarang kita mah tinggal lihat aja, tapi sumpah tuh nenek-nenek bikin kesel tau gak, kenapa terus melihat kearah sini sih," kata Kania yang kesal.
"mungkin kamu mau di jadikan tumbal," kata Miss kunti.
"ho-ho-ho.... bercandaan anda tidak lucu sekali, ya kali Kania yang model begini mau di jadikan tumbal," kata Ardi menertawakan hal itu.
"beneran tau, karena sebentar lagi akan ada bulan purnama, itulah kenapa dia mencari mangsa," jawab Miss Kunti.
"diem Miss Kunti, jangan bikin orang jantungan tuh muka si kampret udah ketakutan gitu," kata Shaka yang sudah melihat wajah pucat dari Kania.
"diem cung, kamu bikin esmosi saja," ketus Kania yang memang sudah ketakutan.
pasalnya bukan hanya kali ini dia ingin di jadikan tumbal oleh beberapa orang.
bukan hanya karena dia itu kuda, melainkan banyak hal yang membuatnya jadi incaran oleh banyak orang.
"sudah tenang saja, selama ada aku tak akan ada masalah," kata Miss Kunti.
__ADS_1
"kamu juga bukan tandingan wanita itu bukan," kata Shaka yang mengerti semuanya.
"itu memang benar, tapi aku punya beberapa teman yang bisa membantu jika kalian butuh bantuan, dan kamu juga bisa memanggil bantuan," kata Miss Kunti.
entahlah Shaka merasa tak ingin sosok arwah itu bisa hilang atau bahkan musnah.
senja mulai menyingsing, ketiganya sudah di minta pulang oleh semua orang.
bukan karena apa, karena saat magrib datang pamali jika masih di luar rumah.
Shaka sudah duduk dan berbincang dengan kedua orang tuanya, sedang di tempat Kania Miss Kunti duduk di kamar gadis itu.
tak lama terdengar motor pak Sukri, Kania langsung berdiri di depan pintu memasang wajah kesal.
"ada apa toh sayang anak ku cantik ku.." kata pak Sukri dengan senyum mengembang.
"ayah itu kemana saja, masak om Aris pulang dari jam tiga sore, sedang ayah baru pulang pukul tujuh malam, kemana saja?"kesal Kania dengan ketus.
"maaf ya nduk, ayah tadi nongkrong di warung, tapi sayangnya ayah malah keasikan ngobrol eh bablas, tenang ayah tak ganjen kok," kata pak Sukri.
__ADS_1
Kania pun mendekat dan memeluk ayahnya, dan dia tam mencium aroma wanita lain.
tapi dia melihat ada sosok yang ingin membuat ayahnya tergila-gila dengan seseorang.
"Miss Kunti..."
sosok kuntilanak merah itu datang dengan wajah seram dan menarik sosok wanita berkebaya compang-camping itu.
tiba-tiba sosok genderuwo yang sering di kasih makanan oleh ketiga sahabat itu datang, "berikan padaku... aku lapar," gumamnya.
sosok genderuwo berkalung emas bermata batu delima merah itu pun kembali kebentuk manusianya.
dan langsung menyerap arwah yang ingin menganggu ayah dari Kania, dia kini akan jadi pelindung ketiga sahabat itu.
sosok genderuwo itu duduk di depan teras rumah Shaka, "kamu Kok datang kesini, tak takut dengan dukun yang ingin mengikat kita," tanya Miss Kunti.
"tetap di sini kalian akan aman, terutama kamu kuntilanak merah, karena Shaka sangat menyukaimu," kata pak Yanto yang lewat sambil bicara.
kedua makhluk itu keheranan mendengar pria itu yang ngomong, tapi ada rasa bahagia bagi Miss Kunti yang mendengar ucapan itu.
__ADS_1