
akhirnya pak Yanto berhasil mengeluarkan sosok makhluk yang masuk kedalam tubuh Ardi.
setelah makhluk itu keluar, mereka langsung mencari cara untuk membuat ketiga bocah itu tidak kerasukan.
pak Yanto berdiri di samping keduanya, tapi hanya berdiri diam mematung dan tak bergerak sedikitpun.
Tiba-tiba seperti ada cahaya putih kemerahan yang lewat dengan sangat cepat.
pak Yanto meminjami sosok siluman penjaga desa kekuatannya yang selama ini dia sembunyikan.
bahkan Bu asih juga baru tau jika suaminya itu sudah berilmu kanuragan sesakti itu.
sosok siluman ular itu tidak mencari Mbah Sarji, melainkan mencari sosok orang yang telah menghianati dirinya.
dia menemukan rumah kedua orang itu, dan saat sampai dia menunjukkan sosok paling seram.
karena dia terluka seperti ini karena kerakusan keduanya, "kalian telah menghianati janji, sekarang kalian semua harus mati," marah sosok itu.
tapi di duga, sosok ular itu langsung menghisap daya hidup ketiganya, bahkan awalnya dia masih ingin memberikan kesempatan.
tapi karena mereka telah bersekongkol dengan Mbah Sarji, itu sangat melukai harga dirinya.
setelah ketiganya mati kering dan mengenaskan, rumah mereka juga langsung kebakaran hebat.
__ADS_1
bukan hanya rumah tapi semua barang yang dia dapatkan dari siluman yang di pujanya selama ini.
karena dendam siluman itu sudah terbalas, akhirnya pak Yanto kembali sadar dan ternyata Bu Asih berdiri di sampingnya.
"sekarang tinggal tugas mereka, untuk melawan Mbah Sarji yang sudah terlalu lama meresahkan banyak orang," kata pak Yanto.
"tapi bagaimana mungkin, mereka bukan orang sakti kenapa harus melawan Mbah Sarji," kata Bu asih.
"karena jika mereka tak melakukan hal itu, maka mereka akan kehilangan nyawa, karena dengan keris naga emas, dia bisa menarik ketiganya untuk sambung nyawa," jawab pak Yanto.
"tidak boleh, kalau begitu kami siap melakukan apapun untuk melindungi anak-anak kami," kata kedua Korang tua lain.
"tentu aku juga akan melakukannya," jawab pak Yanto
Shaka, Kania dan Ardi berangkat dulu menuju rumah Mbah Sarji, bahkan pria tua itu tertawa saat mengetahui niatan warga
"tidak ada yang bisa membunuh ku, karena aku sudah kebal dan akan hidup selamanya," kata Mbah Sarji tertawa.
tapi tak banyak bicara, warga desa berjalan dengan ketiga pemuda desa itu.
sedang pak Yanto terpaksa Haris mengeluarkan sesuatu yang sudah lama di kuburnya.
dan Bu Asih pun menunjukkan sosoknya yang sebenarnya, dia mengenakan kebaya merah berselendang kuning.
__ADS_1
Keduanya memutuskan menyergap dari belakang, Mbah Sarji keluar dari rumah.
"wah lihatlah yang ingin setor nyawa, kalian sudah tak sabar ya, menjadikan ku abadi karena aku tinggal memakan tiga jantung kalian lagi, Maka hidup dan ilmu ku sempurna di tambah dengan kembali jadi muda," jawab Mbah Sarji.
"sebelum Mbah Sarji menyentuh ketiga pemuda desa kami,anda harus melawan kami dahulu," kata Pak lurah yang selama ini sudah dapat bantuan dari keluarga pak Yanto.
malam itu suasana desa sangat mencekam, tapi tiba-tiba mbah Sarji muntah darah tanpa sebab.
tanpa di ketahui Mbah Sarji, karena kesenangan ingin membunuh Kania, Ardi dan Shaka dia lengah.
hingga jantung miliknya yang di taruh di seekor katak yang dia sembunyikan di gua di temukan oleh pak Yanto dan Bu Asih.
tanpa bicara mereka langsung membunuh dan membakar kayak itu hingga habis.
"tidak ... panas!!!" teriaknya kesakitan.
melihat itu semua warga menyingkir dan memberikan jalan untuk Shaka yang sudah mengeluarkan kerisnya.
pemuda itu lari dan langsung memenggal kepala Mbah Sarji dan memastikan Kepa itu tak menyentuh tanah.
karena jika kepala itu menyentuh tanah,maka akan jadi masalah besar.
para warga langsung memasukkan tubuh mbah Sarji di peti dan menyimpannya di atas pohon.
__ADS_1
sedang kepala pria tua itu di padukan tetap melayang di suatu tempat yang aman dan tak terjamah oleh siapapun.