
semua korban memiliki luka yang begitu menyedihkan, ada yang tercabik-cabik seperti di makan hewan buas.
ada yang terpenggal kepalanya hilang entah kemana, ada yang seluruh organ dalamnya keluar terburai.
Shaka terus membimbing para temannya untuk ke tempat basecamp yang ternyata penuh dengan bulan, yang membuat kaget adalah ada ayah dari ketiganya.
mereka bertiga langsung di sambut oleh orang tua masing-masing, "kalian semua aman, sekarang kita pulang karena di sini tak kondusif, kaki hanya bisa menyediakan truk, maaf..." kata pak Yanto.
"terima kasih pak, karena pihak sekolah tak bisa di hubungi," jawab pak Jhoni.
di dalam truk itu, ternyata sudah di beri sesajen oleh ayah Shaka agar semua murid bisa kembali dengan aman.
"ayah...."
"sudah shaka, kita pulang karena kalian pasti lelah setelah apa yang terjadi," jawab pak Yanto.
mereka pun pergi meninggalkan semua jeritan itu, dan polisi juga susah mendapatkan informasi dari penjaga hutan itu.
sedang di dalam mobil, pak Arif seperti orang ketakutan, pasalnya dia seperti di kejar oleh banyak orang.
__ADS_1
bahkan dia tak bisa fokus menyetir, tiba-tiba sebuah kepala terlempar dan menyeringai di atas kap mobil miliknya.
"makan!!" teriak kepala itu yang membuat pak Arif kaget dan langsung banting setir hingga mobil itu melewati pembatas dan melaju di jalur lain.
sebuah bus menabrak mobil pak Arif hingga ringsek dan terguling beberapa kali sebelum akhirnya meledak.
arwah pak Arif di tarik dengan rantai di tangannya, "budak baru, kita harus menjemput satu orang lagi..." kata makhluk berwujud manusia siluman banteng dengan badan merah.
sosok itu menarik pak Arif yang hanya menjadi kaki tangan saja, kini mereka datang pada orang yang membuat perjanjian dengannya.
mereka menuju kesebuah rumah mewah, di sana seorang pria sedang bermesraan dan menikmati suasana bersama dengan seorang wanita.
"aku tidak mau mati, aku masih mau menikmati hidup ku!!" teriak pria itu tak terima.
"tapi tumbal mu gagal, sekarang kalian bertiga yang aku bawa untuk jadi budak ku di tempatku, ha-ha-ha!!!" tawa sosok itu mengelegar.
benar saja, para siswa sudah di jemput orang tua masing-masing, pak Jhoni dan guru lain kaget mendengar kecelakaan pak Arif dan para guru yang pulang duluan.
bahkan mereka kaget juga saat pak Miko kepala sekolah yang mati gancet dengan selingkuhannya.
__ADS_1
akhirnya sekolah di liburkan dua hari karena kejadian yang sudah terjadi.
Shaka, Kania dan Ardi sudah sampai rumah mereka, saat akan masuk tak sengaja Aris pulang dengan membonceng seorang gadis.
"wih siapa tuh pak, ayah kan RW harus tau dong," kata Shaka meledek ayahnya.
"aku itu RW, bukan tukang kepo, dia pasti akan melaporkan jika mau ada yang menginap, atau bahkan jika mau menikah pun itu wajib ayah tau," kata pak Yanto menjawab putranya itu.
"Bu... ini putra mu pulang nih," panggil pak Yanto.
benar saja,dari dalam rumah Bu Yuli berlari dan langsung memeluk shaka.
"kami tak apa-apa le?"
"inggeh Bu, Shaka baik, boleh masuk dulu Bu, karena shaka haus," kata pemuda itu yang di angguki oleh ibunya itu.
bahkan Bu Yuli meminta shaka duduk dan dia mengambilkan air untuk putra semata wayangnya itu.
hal yang sama terjadi pada Kania dan Ardi yang begitu di sayang, pasalnya mereka tadi sempat dapat kabar buruk..
__ADS_1