
Pak Yanto merasakan ada yang terus mengawasinya, dua pun mulai tak nyaman.
"Ada apa yah?" tanya ibu Shaka.
"Ini loh Bu, aku kok merasa jika ada yang terus mengawasi kita," kata pria itu.
"Mungkin temennya Shaka, sudah nanti biar ibu yang tanya ya, ayah istirahat saja besok kan kita buka malam," kata ibu Shaka.
"Iya Bu,"
Shaka dan dua temannya masih setia menunggu jualan mang Encep sambil main karambol.
Ardi sudah cemong Karena terus menerus kalah dari kedua temannya, hingga akhirnya tukang bakso yang di tunggu pun lewat
"Bakso bola tennis!! enak mantul tul tul tul!!!" teriak mang Encep.
"Bakso mang, ya elah di tungguin dari tadi gak lewat-lewat," kata Kania kesal.
"Maaf deh neng, tadi itu banyak yang beli di rumah ujung dekat gapura di pinggir desa sebelah itu loh," kata mang Encep.
Kania yang sedang makan keripik pun kaget hingga tersedak, sedang Ardi dan Shaka juga kaget.
"Mang itu rumah kosong udah dua puluh tahun loh, jangan-jangan ini bakso kesukaan setan ya," kata Kania asal.
"Astaghfirullah neng, ini nag bakso beneran, maksudnya tadi ada banyak orang di sana karena sedang pada kumpul-kumpul doang,bukan jin yang beli," kata mang Encep.
"Tak kira mang,sudah mau makan di sini saja," kata Kania.
"Loh yang di rumah gak di belikan sekalian neng, besok dan lusa mang Encep libur mau pulang ke kampung nih,"
"Tidak sepertinya karena sudah jam tidur," jawab Kania
Mereka makan cukup singkat,Shaka membungkus tiga bakso untuk orang tuanya, dan juga untuk Miss Kun.
Setelah kenyang dan membayar, mereka pun masuk ke rumah masing-masing.
Tanpa di duga, pukul dua belas malam, saat semua orang sudah menikmati waktu istirahat.
Ada sesosok arwah yang lehernya teriakan tali, berjalan dengan kaki terseret-seret sambil menangis.
"Tolong...."
"Tolong...."
"Tolong...."
Miss Kunti yang memang kepoan, memilih turun ke depan rumah keluarga Shaka.
__ADS_1
Dan yang tak terduga arwah itu akan berbelok ke rumah itu, tapi karena ada Miss Kunti.
Arwah wanita itu pun mengurungkan niatnya dan memilih pergi dengan berjalan sambil menyeret kakinya.
"Tolong..."
"Tolong..."
"Tolong..."
"Gadis ndolor, salah sendiri mau di goblokin pria, idih ... nyesel sekarang jadi arwah gentayangan," jaya Miss Kunti yang pergi kembali ke pohonnya.
Arwah itu terus berjalan meminta tolong sambil menangis, entah apa yang terjadi dengan wanita itu.
Hingga dia mengalami hal seburuk ini, arwah itu melihat ada beberapa orang yang sedang nongkrong di warung.
Dia pun berjalan menuju ke warung itu, sambil terus meminta tolong.
"Kalian denger sesuatu gak?" tanya pak Bisri yang memang baru pulang dari sawah mampir untuk beli kopi di warung mbok nik.
"Gak tuh bang, memang apa yang Abang denger?" tanya adik ipar pria itu.
"Iya kayak e, sudah ayo pulang,mbak mu bisa ngamuk jika kita tak segera pulang," ajak pak Bisri.
Tapi baru juga keluar dari warung, mereka malah melihat sosok penampakan dari wanita yang meminta tolong itu.
"AWAS ADA SETAN!!!"
Mendengar teriakan itu, para warga yang ada di warung keluar untuk melihat.
Mereka pun langsung lari saat melihat sosok mengerikan itu, pasalnya kepala Wanita itu miring dengan wajah yang terus menerus mengeluarkan darah.
Keesokan harinya, pak Bisri dan adik iparnya pun jatuh sakit, Ardi yang akan berangkat sekolah pun bingung melihat ayahnya yang sakit tapi ketakutan.
"Ayah ini aneh, memangnya semalam lihat apa?" tanya Ardi yang berpamitan.
"Setan, kepala miring, minta tolong," jawab pak Bisri sekilas.
"Bapak sih, seharusnya itu pulang bukan malah ngelayap ke warung di janda itu, mampus di temuin setan, untung dak di bawa sekalian," kata ibu Ardi.
"Aduh... Bu, ini bapak sakit kok malah di omelin," kata pak Bisri yang tak habis pikir dengan istrinya.
"Biarin saja, habis jadi orang nyebelin banget," ketus wanita itu.
"Ya sudah, Ardi pamit sekolah dulu,bisa di tinggal sama dia bedengek itu, Ardi pergi bu.. pak.." kata pemuda itu lari keluar rumah.
Ternyata kali ini mereka naik sepeda ontel sendiri-sendiri karena untuk hemat uang jajan.
__ADS_1
Selama perjalanan mereka membahas tentang apa yang terjadi, semalam karena bapak dari Ardi yang mengalaminya.
"Semalam bapak di takutin sama hantu perempuan, bapak bilang kepalanya miring terus ada tali di leher, sama kakinya patah," terang Ardi yang naik sepeda berdampingan dengan Kania.
"Ku kira cuma ayah ku, semalam Kata ayah juga di rumah ada yang ngetok jam dua pagi, tapi gak ada yang berani buka karena itu pasti hantu," kata Kania.
"Eh kampret itu bapak ku yang mau minjam selang buat bersihin mobil pick-up miliknya, karena gak di buka-bukain jadi pakek saja, terus tadi pagi baru izin om," kata Shaka kesal
"Ya siapa yang bisa tau, lagi pula Siapa yang pinjem slang jam segitu, aneh-aneh saja nih," kata Kania.
"Buktinya ada, lagi pula kamu lupa jika orang tua ku akan pergi jam segitu karena itu jam untuk buka usaha," kata Shaka.
Tanpa terasa mereka sudah sampai disekolah dan para murid pun terlihat heboh saat seseorang menunjukkan video hantu.
Kania dan dua temannya pun bersikap santai toh mereka bisa melihat bentuk hantu.
"Kania, kalian sudah denger belum, jika di desa kami semalam di teror oleh makhluk yang entah minta tolong, dengan mengetuk rumah," kata salah satu teman mereka.
"Ya terus kenapa kamu gak keluar dan di tolongin, siapa tau dia memang butuh pertolongan," kata Kania yang santai menjawab pertanyaan temannya.
"Ya kamu gila saja, orang yang ngetuk itu bukan orang, tapi hantu," katanya dengan berapi-api.
"Memang kamu tau jika itu hantu bukan manusia, kan kita gak tau juga?" tanya wanita itu.
"Ih... aku itu ngomong beneran,"
Akhirnya pembicaraan itu berakhir dengan masuknya seorang guru baru yang mengantikan pak Abdul.
Dan itu adalah guru wanita, dan pelajaran pun dimulai dengan sedikit huru hara karena semua murid laki-laki ingin berkenalan dan minta nomor kecuali Shaka dan Ardi yang malah seperti orang jijik.
Bel sekolah berbunyi yang menandakan pergantian jam pelaksanaan belajar mengajar.
"Kalian berdua kok aneh sih, padahal biasanya paling suka guru model begituan?" tanya Aris teman sebangku dari Ardi.
"Gak ah kami pensiun, kami ingat mbak Yuli dulu yang di kejar anak-anak eh taunya malah mati," kata Ardi.
"Ya kan gak gitu konsepnya, padahal tuh guru tadi sepertinya suka kalian deh, habis pandangannya terus menuju ke kalian," kata Aris.
"Ya aku gak minat sama orang tua, aku juga masih normal, memang kamu asal cantik sudah di puja begitu," kata Shaka yang langsung membuat semua teman sekelasnya kena mental.
Karena jika Shaka sudah buka mulut maka semua pasti kena hina dan sering membuat kerusuhan.
"Tapi iya juga ya, orang ibu tadi kelahiran tahun tujuh puluh tujuh jadi usianya sama kayak ayah ku, yang di omong Shaka bener juga," kata Kania yang langsung membuat kehebohan.
Kelas itu benar-benar tak ada matinya, dan suara anak-anak terus terdengar.
Sedang guru tadi itu memang terus melihat ke arah Ardi karena pemuda itu mirip dengan mantan kekasihnya saat sekolah dulu.
__ADS_1
Itu membuatnya ingat dan jadi kembali terbayang waktu indah saat itu.