
para warga pun setiap malam mendengar suara tangisan dari jalan desa.
tiba-tiba sebuah rumah di ketuk oleh seseorang pas pukul dua belas malam.
tok... tok...
pemilik rumah pun tak curiga meski sudah larut karena mereka kira itu hansip yang minta uang kopi.
"iya sebentar, ada apa pak hansip..." kata pemilik rumah yang kaget bukan kepalang.
pasalnya ada sosok wanita berpakaian putih lusuh dengan rambut acak-acakan.
"apa ... kamu mau apa ..." kata pemilik gemetaran hingga kencing di celana.
"tolong bantu saya, sakit..." kata wanita itu yang ternyata lehernya terikat rantai.
bukan menolong pemilik rumah itu malah pingsan, dan dari dalam rumah terdengar suara tangisan bayi.
sosok wanita itu pun ingin masuk, tapi seseorang menarik rantai yang terikat di lehernya.
"jangan menganggu kami yang berbeda alam dengan mu," suara itu mengejutkan sosok wanita yang tadi pagi baru di makamkan itu.
"bocah sialan!!!" teriak sosok wanita hantu penasaran itu.
pasalnya sekarang yang berdiri melawannya adalah Shaka dan Kania.
"tidak bisa kami biarkan," kata
Kania yang membawa bambu kuning yang sudah di doakan oleh pak Yanto.
keduanya pun melawan sosok itu, dan tanpa terduga Miss Kunti datang dengan sosoknya yang begitu seram.
"jangan menyakiti anak anak ku!!" marahnya yang langsung membuat hantu wanita itu tersungkur karena kalah sakti dari sosok kuntilanak itu.
sosok istri pak Herman pun tak berdaya, dan yang membawa rantai itu adalah tuyul yang menjadi makhluk yang di jadikan sekutu oleh suaminya.
"kamu bisa membawanya pergi, dan jangan buat dia berkeliaran seperti ini, karena kami yang akan melawan kalian jika berani warga desa ini," ancam Shaka.
"aku mengerti mas," kata tuyul itu yang menyeret rantai itu pergi.
pasalnya makhluk kerdil itu ketakutan melihat Shaka, karena ada sosok kuntilanak merah dan bayi bajang yang melindungi pemuda itu.
sedang pak Yanto yang mengetahui semuanya pun hanya bisa melihat dari kejauhan.
dan sosok genderuwo yang berada di belakang pria itu, tau apa yang sebenarnya ada di masalalu pria di depannya itu.
"kenapa tak mengatakan yang sebenarnya saja, toh itu tak akan jadi masalah nantinya, karena putra mu sudah dewasa," kata sosok genderuwo itu
"kamu ingin aku mengakui jika hilangnya tiga bocah itu karena kesalahannya, aku tak bisa melakukan itu, setidaknya aku bisa membiarkan mereka dekat,aku tak ingin kehilangannya lagi, biarkan saja dia tetap seperti itu,karena itu yang terbaik," kata pak Yanto.
"ha-ha-ha.... aku tau manusia itu serakah, tapi lihatlah dirimu Yanto kamu bahkan tak bisa melepaskan dia, padahal sudah memiliki istri cantik yang juga sebangsa dengan mu, kamu masih kurang ternyata, ha-ha-ha," ejek genderuwo itu.
"diamlah, atau aku akan mencabuti bulu-bulu mu itu," kata pak Yanto yang menatap tajam ke arah sosok tinggi besar di belakangnya itu.
__ADS_1
tanpa di duga sosok genderuwo itu langsung terjatuh sambil bersimpuh di depan pak Yanto.
genderuwo itu tak menyangka jika sosok Yanto masih begitu kuat meski sudah sekian lama tak terlihat sosoknya ini.
"sudahlah jaga anak-anak, aku ingin masuk kedalam rumah," kata pak Yanto yang langsung bergegas pergi.
dia tak menyangka hampir saja menunjukkan siapa dirinya, padahal dia sudah menyembunyikan semuanya selama ini.
tiba-tiba Shaka terduduk dan mulai mengerang kesakitan, dan pemuda itu memegangi pundak bagian kanannya.
"ada apa Shaka?" panik Kania.
sosok bayi bajang itu berputar-putar di atas kepala Shaka, dan sosok kuntilanak itu menarik Kania menjauh dari Shaka.
"akhirnya, kamu mulai sadar saudaraku!!" teriak bayi bajang itu dengan senang.
Shaka pun menatap tajam ke arah Kania dengan mata yang nyalang merah penuh amarah.
bayi bajang itu pun berubah menjadi keris dan masuk kedalam tubuh Shaka.
"argh....." teriak pemuda itu yang akhirnya pingsan.
tapi entahlah meski dengan semua kegaduhan yang terjadi tak ada satu orang pun yang keluar rumah.
tapi akhirnya Kania memapah Shaka yang masih terlihat lemah, tapi karena berat badan pemuda itu, akhirnya keduanya malah jatuh tersungkur bersama.
"biar aku yang membawanya, kamu pulang lah .." kata Miss Kunti.
"itu tak mungkin, lagi pula tak baik seorang anak gadis berada di rumah seorang pria malam-malam begini," tegur sosok Miss Kunti.
mendengar itu,Kania pun hanya bisa pasrah dan memilih pulang ke rumahnya, itulah kenapa dia pulang dengan terpaksa.
sedang Miss kunti mengendong Shaka dan memindahkan pria itu kedalam kamarnya.
dan di punggung pemuda itu ada sebuah tato dengan gambar keris yang kemudian di usap Miss Kunti dan hilang.
"bajang akhirnya apa yang kamu tunggu pun terjadi, semoga aku juga segera tau dan ingat, sebenarnya aku gentayangan seperti ini untuk siapa, dan aos yang membuatku bertahan apa urusan itu," kata Miss Kunti yang mengusap kepala Shaka.
"ibu...." gumam shaka.
"ibu.... temani shaka..." kata pemuda itu yang mulai berkeringat dingin.
melihat hal itu Miss Kunti berubah jadi sosok wanita bergaun merah yang terlihat khawatir pada shaka.
dia pun segera memangku kepala dari Shaka dan meletakkan di pahanya.
dia pun menepuk pelan kepala Shaka, dan mulai menyanyikan lagu untuk membuat pemuda itu tenang.
"*Tak lelo, lelo ledung
Wes menengo anakku Si Kuncung
Embokmu lagi lungo menyang kali
__ADS_1
Ngumbah popok nyangking beruk
Wes menengo ono uwong...
Tak lelo, lelo, lelo ledung
Cep meneng ojo pijer nangis
Anakku sing ayu rupane
Yen nangis ndak ilang ayune
Tak gadhang biso urip mulyo
Dadiyo wanito utomo
Ngluhurke asmane wong tuwo
Dadiyo pendhekaring bongso
Wis cep menengo anakku
Kae bulane ndadari
Koyo buto nggegilani
Lagi nggoleki cah nangis
Tak lelo, lelo, lelo ledung
Wes cep menengo ngger, anakku
Tak emban slendang Batik Kawung
Yen nangis mundak ibu bingung*,"
suara itu begitu menyentuh hati bagi yang bisa mendengarnya, seperti tangisan seorang ibu yang begitu menyayangi Putranya.
tanpa di duga, Bu Yuli ibu Shaka mendengar nyanyian itu dan melihat sosok yang sedang menidurkan putranya.
dia hampir berteriak tapi beruntung pak Yanto membekap mulut istrinya itu.
"tenang Bu .. aku tau ibu kaget, tapi jangan berisik atau kita akan dalam bahaya..." bisik pak Yanto.
Bu Yuli mengangguk, dia hanya tak mengira jika akan melihat hal mengerikan itu.
tapi yang aneh Shaka begitu tenang dan nyenyak tidur padahal di kamar pemuda itu sekarang penuh dengan bau anyir yang begitu pekat.
karena tanpa sengaja sosok itu mengeluarkan darah dengan sangat deras seperti orang pendarahan parah.
pak Yanto pun mengajak istrinya istirahat, dan pria itu pun membacakan mantra sirep agar istrinya itu lupa.
karena bisa bahaya jika wanita itu ingat semua yang dia lihat,karena bisa menimbulkan rasa cemburu.
__ADS_1