
genderuwo itu menyeret arwah penasaran itu menghadap Nyai Asih, wanita itu menyeringai.
"berani-beraninya makhluk rendahan seperti mu ingin mendekati putraku,mau musnah kamu," kata Nyai Asih.
"aku tak takut padamu, karena aku adalah makhluk kuat juga," kar sosok itu.
tapi tanpa di duga nyai asih menghisap kekutan makhluk itu dan membuat makhluk itu musnah, dan semu la arwah yang ingin mendekati Shaka di buat hilang.
semua yang kerasukan satu persatu tumbang dan sadar karena para arwah itu sudah di tarik pergi.
Kania pun menunggui Cici yang belum sadar, tak sengaja dia menyentuh gelang perak milik Cici.
tiba-tiba Kania tertarik menuju ke sebuah dimensi lain, melihat Kania yang tak sadarkan diri.
Shaka langsung menahan tubuh gdis itu agar Kania tak kehabisan energi.
Kania sedang berada di sebuah gereja, tapi bukan di dalam melainkan di luar gerbang gereja yang cukup tua di kotanya itu.
seorang pria keluar dari gereja itu sambil membawa gelang yang persis dengan milik Cici.
"hari ini aku akan mengutarakan cintaku, semoga kamu mau menerima ku ya," gumamnya.
__ADS_1
tapi belum juga sampai di tempat tujuan, pria itu mendapatkan telpon dari temannya yang lain.
"aku kesana," jawab pria itu yang langsung pergi.
bahkan pria itu tak peduli dengan niatnya,karena temannya membutuhkan dirinya.
sesampainya di mess tempat mereka tinggal, ternyata kedatangan beberapa wanita.
pria itu tersenyum senang saat melihat gadis yang mirip dengan cici, mereka pun bersenang-senang karena hari ini adalah hari terakhir para gadis itu yang sedang menjalani KKN.
pria tampan itu bersiap memberikan gelang yang di simpannya dengan baik, tapi saat dia ke kamar untuk menaruhnya.
seseorang datang untuk mengambil gelang itu dan memberikan pada seseorang.
tapi saat Kania mencari tau siapa pria yang mengambil gelang itu, tiba-tiba di cekik dengan sangat kuat.
"pergi, jangan ganggu kekasih ku!!" teriaknya yang membuat Kania terpental.
dia terbatuk-batuk, Shaka yang terus menjaganya pun langsung memberikan air minum pada Kania.
ternyata Cici sudah sadar, dan Kania terlihat begitu bingung, "ada apa Kania, apa yang kamu lihat?"
__ADS_1
"nanti aku ceritakan, tapi bagaimana semua teman kita?" tanya Kania yang khawatir.
"sepertinya om genderuwo itu menarik semua arwah yang penasaran itu pergi, sekarang sekolah kita bersih kok, dan satu jam lagi kita akan mengadakan acara doa bersama," jawab Shaka yang membantu Kania bangun.
ya gadis itu masih lemah karena energinya hampir terkuras gabis karena melihat sekilas mengenai gelang yang di pakai Cici.
akhirnya doa bersama di lakukan, dan terlihat semua orang nampak khusyuk berdoa.
tapi berbeda dengan Shaka yang hanya melihat dari jauh dan tak ingin mendekat sedikitpun.
"loh nak Shaka tak ikut berdoa bersama mereka," tanya seorang satpam.
"kenapa, mereka berdoa setelah semua yang terjadi, bukankah itu salah, seharusnya mereka berdoa sebelum kejadian ini terjadi, itu menyedihkan bukan," jawab Shaka dingin.
satpam itu pun mengangguk karena apa yang di katakan oleh pemuda itu adalah kebenaran karena mereka semua baru mengirimkan doa setelah ada kejadian kerasukan massal.
Shaka melihat sosok genderuwo yang membantunya, dan dia sebenarnya merindukan Miss Kunti yang sekarang jarang terlihat.
genderuwo itu bahkan sadar melihat Shaka yang tiba-tiba sedih, tapi sosok Nyai Asih tak bisa begitu saja muncul di depan Shaka.
karena dia sudah terikat janji dendam ayah Shaka yang membuatnya tak bisa berbuat seenaknya.
__ADS_1