
Kegiatan mengajar sudah selesai, tiga sahabat itu pun memilih pulang, dan tak mampir.
"Aku duluan ya, mau ke toko melihat bapak apa sudah pulang," pamit Shaka yang pergi duluan.
"Iya," jawab keduanya.
Saat mereka berpisah, Ardi dan Kania tak ada merasa aneh, tapi warga desa sedang berkerumun di depan rumah mereka.
"Maaf permisi, ada apa ya?" tanya keduanya yang turun dari sepeda onthel
"Oh kalian sudah pulang, itu loh pak biarin berteriak seperti orang gila dan gabis kesurupan juga," kata salah satu warga.
Mendengar itu, Ardi langsung lari masuk dan melihat ada sosok yang berdiri di samping ayahnya.
Ternyata itu sosok wanita yang di maksud oleh ayahnya semalam, "dasar arwah sialan,kenapa kamu menganggu ayah ku!!" marah Ardi yang selalu lepas emosi saat ada keluarganya yang di ganggu.
Kania masuk kedalam rumah itu, tapi dia merasa pengap, "Ardi jangan gegabah, dia penuh dendam Ardi, dia itu hanya ingin minta tolong, tapi sepertinya tak ada yang mau menolongnya," kata Kania yang merasa sesak.
Dia pun kembali ke luar dan kaget melihat Miss kunti yang datang dan menarik sosok itu pergi, dan ternyata ada Mbah Sarji yang datang.
"Minggir semuanya, biar Mbah Sarji yang mengobati pak Bisri," kata Toni selaku asisten pria sepuh itu
Tapi Mbah Sarji tak merasakan apapun, bahkan sosok yang menganggu pria itu juga sudah tak ada di rumah itu.
"Kamu yakin pak Bisri di ganggu arwah, di rumah ini hanya pengap saja, karena arwah sudah tak ada," kata pria itu melihat ke sekeliling rumah.
"Itu karena Ardi dan Kania sudah pulang dan mengusir mereka mungkin," celetuk salah satu warga.
"Sembrono, kalian ini anak-anak masih bau kencur mau melawan hal ghaib begini, kalau kalian terluka bagaimana dasar, jangan sok mengerti," omel Mbah Sarji.
"Kami hanya mengusirnya karena tak baik jika mereka menganggu orang," kata Kania.
"Jangan lancang, ini terakhir kalinya, paham!!" bentak Mbah Sarji.
"Memang kenapa kamu tak boleh bantu, apa Mbah takut prakteknya sepi?" tanya Shaka yang baru datang.
"Opo maneh awak mu cung,anak setan!" marah Mbah Sarji.
"Mbah Sarji jaga bicara mu, dia anak ku bukan anak setan!" marah pak Yanto mendengar ucapan pria itu.
__ADS_1
Mbah Sarji pun pergi, semua warga memang tak menyangka jika pria yang selama ini terlihat tenang.
Bisa marah karena lapaknya di ganggu oleh tiga remaja tanggung itu.
Pasalnya ketiganya sering membantu warga tanpa minta imbalan kalau hanya mengusir makhluk ghaib ringan.
Tapi kalau untuk bertarung untuk mengusir dari wilayah, mereka bertiga memang bukan tandingan dari para makhluk astral itu.
Ternyata miss Kunti mengajak sosok hantu yang terikat di leher itu untuk sembunyi di pohon mangga samping rumah Shaka.
Shaka melihat ke arah ayahnya yang nampak begitu marah saat dia di panggil anak setan.
"Kenapa ayah marah, bukankah dari kecil semua orang memanggilku anak setan, setelah kejadian buruk itu," kata Shaka.
"Jangan ngomong sembarangan Shaka, kamu anak ayah dan ibu, jadi berhenti mengatakan hal seperti itu," kata pak Yanto yang langsung pergi dari rumah pak Bisri.
Di ikuti oleh Shaka yang juga memilih pulang karena suasana hatinya sedang buruk
Miss Kunti bersyukur setidaknya dia dan makhluk aneh itu tidak hancur di tangan dukun tua cabul itu.
"Tolong...."
"Iya mereka bisa menolong mu, tapi tidak begini caranya, kamu bisa hangus binasa jika pria tua tadi menemukan mu, itu mending kalau kamu di paku terus di jadikan istrinya, memang kamu mau?" tanya sosok Miss Kunti.
"Alah doyan lanangan juga ternyata," ejek Miss Kunti
Tiba-tiba sosok arwah itu berteriak sangat kencang hingga muncul angin ribut, dan ketiga remaja tanggung itu pun kesakitan.
Pasalnya suara teriakan itu hanya mereka yang bisa mendengarnya, dan tiba-tiba arwah itu hilang dari samping Miss Kunti.
"Sialan, kenapa dia bisa hilang," bingung Miss Kunti.
Shaka, Kania dan Ardi keluar, mereka langsung berdatangan ke samping pohon mangga itu, "kamu ngamuk Miss Kunti?"
"Tidak, aku kehilangan wanita tadi,dia hilang setelah berteriak kencang, entahlah dia kenapa bisa seperti itu," bingung Miss Kunti.
Ternyata, para pria bajingan itu datang dan ke tempat mereka mengubur jasad wanita yang telah mereka bunuh.
Mereka mengikuti apa yang ada di internet karena merasa itu mustahil, bagaimana bisa seorang yang sudah mati bisa bangkit dan gentayangan.
__ADS_1
Tapi mereka ingin pembuktian dengan menaruh jeruk nipis ke atas makam itu, sambil melakukan apa yang sesuai di internet.
Tapi setelah mereka merasa tak ada sesuatu, mereka pun memutuskan pulang, "kau lihat bukan, itu semua bohong," kata pria itu.
Mereka salah besar, pasalnya mereka sudah memberikan sesuatu yang bagus untuk arwah gadis itu balas dendam.
Terlebih darah ayam itu membuat kekuatan arwah semakin besar, dan perasaan dendam itu semakin memuncak.
"Tunggu saja kedatangan ku sayang," gumam arwah itu.
Malam tiba, semua orang sudah beristirahat dengan nyaman, arwah itu kembali gentayangan untuk menuntut balas.
Kali ini dia tak mencari warga melainkan langsung ke cari tiga pria itu, yang ternyata sedang berpesta minuman keras.
"Tolong ... lepaskan ikatan leherku," suara itu terus terdengar oleh mereka.
"Hei siapa itu bangsat, jangan menakuti kami!" teriak para pria itu.
"Tolong lepaskan... sakit... leherku patah!" teriak sosok arwah wanita itu yang datang bagai angin ribut.
Salah satu dari pemuda itu lehernya terikat tali tambang dan kemudian di tarik menuju ke balok kayu yang ada di atas genting.
Pemuda itu pun tewas dengan cara di gantung, kemudian dua kayu yang entah datang dari mana.
Melewati menunduk ke bagian kepala hingga tembus ke bagian bawah.
Darah segar mengucur dari tubuh pemuda itu, dan di bawah ada tubuh tergantung itu, ada sosok arwah yang kini menikmati tetesan darah pria busuk yang sudah membunuhnya.
"Setan!!" teriak kedua pemuda yang lain.
Mereka pun lari tunggang langgang karena ketakutan melihat sosok hantu yang sangat menyeramkan itu.
Pasalnya mereka tak menyangka orang yang sudah mati bisa datang menuntut balas seperti ini
Arwah itu pun berjalan mengikuti kedua pria itu, keduanya lari terbirit-birit.
Tapi arwah itu tidak berjalan kaki ini, melainkan terbang untuk bisa segera menerkam kedua pembunuhnya.
Tapi sayang mereka malah ke arah rumah Mbah Sarji, dan arwah wanita itu terpental jauh.
__ADS_1
Miss Kunti datang dan membawa arwah itu pergi, Mbah Sarji yang merasa ada gangguan di pagar ghaib miliknya pun keluar.
Tapi lagi-lagi dia tak menemukan siapapun di sana, hanya ada bercak darah segar.