
akhirnya Aris sudah terbebas dari belenggu cinta gila dari istrinya yang sudah mati.
malam ini semua tidur dengan nyenyak, begitupun dengan Bu Yuli, yang tak sadar jika suaminya belum kembali.
di tempat lain ada dua orang kekasih yang sedang bertemu dan saling bicara.
keesokan harinya, Shaka dan teman-temannya berangkat ke sekolah untuk mengambil semua yang di perlukan selama kemah.
tak butuh waktu lama mereka sampai, dan langsung di arahkan ke aula, terlihat beberapa grup sedang berebut tenda.
"Shaka, kamu nanti akan menjadi tim yang di bawah kepemimpinan dari pak Jhoni ya, dan ingat jangan membuat dia pusing," pesan pak Arif.
"siap pak, kalau begitu bisa kami pulang, dan akan bergabung nanti," jawab Shaka.
"baiklah, silahkan pulang dan istirahat yang banyak, dan ingat kita berangkat jam lima jadi jam empat semua harus sudah datang, mengerti,"
"siap pak," jawab mereka bertujuh.
setelah itu mereka pulang, dan menyiapkan semua keperluan, Shaka sedang mencari sosok Miss Kunti yang tidak datang dari kemarin.
"Shaka, sedang apa di bawah pohon, kamu mencari sesuatu?" tanya Bu Yuli.
"tidak Bu, cuma mau lihat apa ada buah di pohon mangganya, ya sudah aku pamit untuk ke toko ayah ya Bu untuk mengambil beberapa barang," pamit Shaka.
"baiklah, oh ya jangan lupa minta ayah mu pulang ya, karena tadi ada beberapa orang yang minta surat dari RW," kata Bu Yuli.
__ADS_1
"siap Bu," jawab Shaka.
dia membawa motor Supra fit milik ibunya yang biasa di gunakan, bukan tak mampu beli motor.
tapi Shaka memang belum butuh, jadi mengunakan apa yang ada, dan sesampainya di toko ternyata toko sangat ramai.
"mbak Nung, ayah dimana?" tanya Shaka pada salah satu pegawai.
"di lantai dua mas, biasa di kantor," jawab wanita itu.
Shaka langsung naik ke lantai atas, kadang beberapa orang heran bagaimana cara toko keluarganya itu bisa begitu sukses tapi pak Yanto bisa hidup sederhana.
"ayah di minta pulang oleh ibu, katanya ada tang mau bikin surat pengantar RW," kata Shaka saat naik ke lantai dua
dia kaget melihat ada beberapa orang berpakaian rapi, "maaf saya ganggu, Shaka turun bantu yang di bawah," kata pemuda itu langsung kembali turun.
"putra ku, Shaka," jawab pak Yanto dingin.
setelah selesai tiga orang pria itu pergi, dan ternyata Shaka malah membantu jadi kuli panggul.
bahkan pemuda itu telihat begitu lincah dan sangat kuat, pak Yanto tak pernah khawatir karena Shaka juga bukan pemuda biasa.
"Shaka, ayo pulang bukankah kamu harus berangkat sore ini," panggil pak Yanto.
"iya ayah,"
__ADS_1
mereka berdua pulang, Nyai Asih yang melihat keduanya pergi pun hanya tersenyum,dia tak mengira akan melihat kebersamaan dari kedua orang yang sudah begitu dia sayangi itu.
sesampainya di rumah, Shaka mengemas bakso dan sosis yang tadi dia bawa dari toko dan tak lupa juga somay.
setelah semua siap, pukul empat sore, pak Yanto sudah siap mengantar putranya itu berangkat ke sekolah agar bisa ikut acara sekolah yang memang wajib
akhirnya ketiga remaja itu pergi dengan di antar ayah masing-masing, pak Yanto tak takut karena percaya putranya akan baik-baik saja.
terlebih semua makhluk pasti akan mengenali tato yang ada di punggung Shaka.
Kania langsung berpelukan dengan Cici saat sampai, dan benar saja ketiga tas yang di bawa para pria lebih besar dua kali lipat di banding milik para gadis.
truk yang akan membawa mereka berangkat ke tempat kemah sudah datang, pak Jhoni mengarahkan tim Shaka untuk ke truk pertama
setelah semua murid datang, akhirnya mereka menuju ke bukit yang terbilang cukup tinggi untuk kemah.
mereka pun sampai di parkiran dan banyak anak Pramuka yang sedang melakukan kegiatan kemah juga.
"kita masih harus naik, semuanya berangkatlah," teriak pak Arif yang menjadi pimpinan jalan
setiap tahun sekolah memang melakukan kegiatan ini jadi sudah hapal jalan menuju ke tempat perkemahan.
tapi Kania sadar sesuatu jika ini tak biasa, karena dia melihat pak Arif yang berjalan paling depan memberikan beberapa taburan garam selama perjalanan.
"kenapa perasaan ku tak enak," gumamnya.
__ADS_1
"terus jalan Kania, dan jangan pernah menoleh ke belakang," perintah dari Shaka yang di ikuti oleh gadis itu.