Awas Ada Setan

Awas Ada Setan
korban jiwa 2


__ADS_3

"kenapa kalian begitu serius, ini hanya bangkai tikus bukan hal aneh-aneh, jadi jangan memasang wajah seperti itu," kata Shaka terkekeh geli.


pasalnya semua mengira Shaka melihat hal ghaib karena keistimewaan miliknya.


"ku kira kamu melihat sosok yang menyeramkan atau apa, karena tadi kamu begitu serius," kata Lutfi yang merasa lega setelah mendengar ucapan temannya itu.


semua orang terlihat santai, berbeda dengan Ardi, tapi Shaka dengan santai berjalan ke arah temannya itu, dan langsung menepuk bahu pemuda itu.


dan sosok yang menempel ada Ardi pun bilang, pasalnya itu adalah salah satu teman kelas mereka yang datang karena masih belum bisa menerima kenyataan jika dia meninggal dunia.


terlebih sosok gadis itu mati karena kecelakaan lalu lintas dengan kondisi yang sangat buruk.


sedang di rumah ekskul bahasa Inggris pun juga kedatangan tamu yang tak di undang.


yaitu seorang arwah dari guru yang dulu membantu di ekskul bahasa Inggris itu.


Kania berusaha bersikap biasa seolah-olah tak melihat apapun.


tapi itu tak berguna, pasalnya semua juga tau jika posisi Kania, Ardi dan Shaka bisa melihat hal ghaib.


sosok guru itu merangkak di dinding kelas dengan tubuh tercabik-cabik dan darah mengucur dari tubuhnya.


"Kania...."

__ADS_1


suara itu terus terdengar, hingga tiba-tiba sebuah bola basket melesat ke kaca dan membuat kaca jendela itu retak.


"maaf Bu, anak basket latihannya bablas," kata Ardi yang mengambil bola.


Kania pun merasa tertolong, pasalnya sosok itu sudah tak ada sekarang, karena Shaka meminta tolong sosok genderuwo yang biasa main bersama dengannya untuk menangkap para arwah itu.


pukul empat sore akhirnya ekskul selesai, "jadi semuanya sudah selesai, kalian bisa pulang dan ingat jangan di sekolah saat malam hari, karena itu tak baik, jadi pulang Semuanya," usir guru olahraga itu.


"siap pak," jawab mereka semua.


mereka bersiap pulang, tapi tiba-tiba mereka merasa kelaparan, "aduh aku ingin makan mie pedes nih, mau nemenin gak?" tawar Kania.


"kalau di traktir mah mau," jawab Shaka.


mereka pun pasrah saja, ternyata Cici juga ikut,dan Shaka meminta Ardi mengajak Cici untuk mentraktir minuman di salah satu minimarket.


pasalnya Shaka dan Ardi sangat suka minum air dingin, dan jika di warung itu jarang ada terutama warung langganan Kania.


Shaka menunggu bersama Kania di warung, "mau pesan apa dek?" tanya salah satu pelayan warung


"tolong mie ayam jumbo empat, ceker semua dan es teh juga empat yang dua es teh tawar ya mbak, oh ya nanti minta bakso tanpa mie dua di mangkok berbeda, dan tambah gorengan pangsitnya satu porsi,sudah," jawab Kania yang membuat Shaka melongo.


"kamu yakin bisa menghabiskan semua itu," tanya Shaka.

__ADS_1


"tentu saja bisa, kamu lupa siapa aku Hem..." kata Kania tertawa.


akhirnya Ardi dan Cici datang membawa camilan dan minuman air mineral yang biasa di minum oleh Ardi dan Shaka.


"sudah pesan Kania?" tanya cici.


"tentu saja sudah, kamu suka ceker kan?" tanya Kania.


"tentu dong, tapi ini tumben mie ayamnya sepi amat," kata Cici heran


pasalnya biasanya mie ayam ini sangat ramai hingga sulit untuk mencari tempat duduk.


"ya sepi orang ada yang jaga atau lebih tepatnya yang nutup," kata Ardi santai.


"maksudnya mas," tanya pemilik warung yang tak sengaja dengar.


"bapak kalau punya air cucian beras, campur garam dan daun kelor, dan siramkan di depan warung bapak, terutama di pinggir-pinggir pintu ya, biar orang yang niat membuat warung ini sepi bisa berbalik," jawab Shaka.


"iya mas, saya coba ya," kata pemilik warung itu.


benar saja setelah mengikuti perintah Shaka, tak butuh waktu lama banyak pelanggan datang.


"aduh pak Cung, kenapa seminggu ini tutup sih, kami ini sampai kecewa," kata beberapa pelanggan.

__ADS_1


pemilik warung tak menyangka kedatangan empat remaja itu membawa berkah, dan pengirim pocong penutup warung pun sudah kembali pada pemiliknya.


__ADS_2