
mereka pun menuju ke rumah gadis itu berkat alamat yang di berikan oleh arwah gadis.
"kamu yakin ini rumah ku, memang orang tua ku kerja apa?" tanya Kania yang merasa bulu kuduknya merinding.
"orang tua ku hanya seorang kepala di salah satu pabrik besar di kota industri, dan ibu ku seorang pedagang toko emas di pasar, memang kenapa?" tanya Selvi yang merasa aneh.
"tidak ada, aku cuma penasaran saja, kenapa rumah mu bisa sebesar itu," kata Kania tersenyum saja.
"itu namanya dengan pesugihan kandang Bubrah, yang mengambil pesugihan ini menang tak memberikan timbal setiap tahun, tapi harus melakukan kegiatan bangun rumah setiap tahun," kata Shaka yang memencet bel rumah.
terlihat dari dalam rumah keluar seorang wanita yang terlihat cantik dan mirip dengan Selvi.
tanpa di duga,arwah Selvi langsung masuk kedalam tubuh Cici, "ibu..." tangis Cici yang kerasukan.
"kalian ini siapa, dan kenapa gadis ini?" bingung wanita itu.
"dia adalah Selvi Bu, dia ingin mengucapkan salam perpisahan, dan sebenarnya dia tak bunuh diri," kata Ardi.
"apa... tidak mungkin, putri saya belum meninggal dunia," kata wanita itu mendorong Cici.
beruntung Ardi menangkap tubuh Cici, hingga tak membentur pelataran.
tak membutuhkan waktu yang lama, Selvi pun keluar dari tubuh gadis itu, dan membuat Cici jatuh pingsan.
Kania yang tak suka memegang tangan wanita yang ada di depannya, dia pun melihat kilasan balik.
__ADS_1
ternyata setelah sampai di rumah sakit, mereka tak menguburkan Selvi.
melainkan mereka membuat tubuh gadis itu utuh dan berharap bisa kembali lagi untuk bangkit dengan bantuan jin.
"kita tak harusnya kesini, lebih baik kita pergi, dan Selvi sekarang kami tak bisa membantumu," kata Kania yang mengandung Shaka.
Ardi pun ikut pergi sambil mengendong Cici, dan ketiganya membuat ibu dari Selvi bingung.
tapi wanita itu memutuskan kembali ke dalam rumah, dan Kania meminta teman-teman untuk pulang dan segera mandi.
sedang Cici di tidurkan di rumah Kania, sosok Miss Kunti sedang asik duduk di atas lemari kamar Shaka.
"sebenarnya kamu siapa sih ..." lirih sosok itu yang memperhatikan foto keluarga pemuda itu.
Shaka yang keluar dari kamar mandi kaget bukan main melihat tiba-tiba ada rambut yang jatuh di depan wajahnya.
"kampret!!" kagetnya.
"ada apa sih, aku mau nyante sebentar saja tak bisa," kata Miss Kunti.
"bukan gitu, rambut mu itu ganggu dan ngagetin tau, aku potong ya," kata Shaka.
"kamu tak akan bisa melakukan itu, karena ini rambut yang sakral," bantah sosok kuntilanak itu.
tapi tiba-tiba sekelebatan ingatan terbayang, ada seseorang yang memotong rambutnya.
__ADS_1
tapi anehnya dia tak bisa ingat siapa pria itu, "sudah ah, aku pergi mau ngadem di pohon dulu,"
"ye... gitu ae ngambek," kata Shaka.
dia keluar dengan pakaian santai, dengan celana kolor dan kaos oblong.
rumahnya memang selalu seperti ini, sepi karena kesibukan kedua orang tuannya.
terlebih dia tak memiliki saudara lain, entahlah orang tuanya bilang jika ibu Shaka tak bisa melahirkan anak lagi karena kandungannya lemah.
jadilah dia anak tunggal yang sangat di banggakan, telihat Ardi juga baru keluar membawa singkong mentah.
"mau ngundang genderuwo, atau gimana nih," kata Shaka yang melihat temannya itu.
"buat getuk yuk, atau apa gitu habis nih singkong udah dua hari nganggur," kata Ardi
"ku kira, sini aku buatkan singkong gula merah, di jamin enak," kata Shaka yang langsung mengambil pisau untuk membersihkan singkong itu.
saat Shaka sibuk dengan bahan-bahan, Ardi memilih membuat api untuk memasak di depan rumah.
setelah siap mereka mulai masak, terlihat Cici dan Kania keluar dari rumah.
"wih buat apa nih?"
"aku buat singkong gula merah, sini kalau mau," kata Shaka.
__ADS_1